My Year in Review: 2024

Ever feel like your life is a never-ending to-do list? Buckle up, because 2024 was a wild ride for me, a chaotic blend of ultra-marathons and business challenges. From pacing marathon runners in Bandung to conquering mountains in Bali, I'm still trying to figure out how I survived (and maybe even thrived!). Here's the story of my year, month by insane month:


January: New Beginnings and Feeling Thankful

January was the start of a crazy year. I'm so grateful I got the chance to interview for Pocari Sweat Pacer. I tried to show them that I'm a long-distance runner and really want to help other runners as a pacer. At Suitmedia, we were also very excited about our new talent development program. One of the best things was our new e-learning platform, Rocketversity. It's a place where our team can learn and grow.


2024 : Year of Ultra


February: Building Momentum, Inside and Out

February was about making new friends and growing sense of purpose. Meeting the other new pacers for the first time was awesome. We all shared the same excitement and a little bit of nervousness for what was coming. I'm also grateful that Suitmedia kept pushing our wellness program, SuitRun and SuitSports. We even worked with a wellness startup to make sure everyone was healthy, both physically and mentally. Plus, we got a new client, a global fitness brand! I'm so thankful they trusted us.


Siksorogo Lawu Ultra 2024

Siksorogo. Namanya saja sudah bikin bulu kuduk merinding! Gunung Lawu bukan trek biasa, lho. Tempat ini punya reputasi tersendiri—mistis dan menantang, siap menguji mental kita. Saya mendaftar untuk kategori 50K, jalur yang membawa kami melewati keindahan alam dari Sekipan hingga Kebun Teh Kemuning.

Satu hari sebelum race, saya mengambil race pack di Sekipan sore-sore. Saat itu, gerimis sudah mulai turun. Hmm, apakah itu pertanda? Mungkin saja. Dalam keraguan, saya hanya bisa berdoa supaya cuaca tidak semakin buruk. Eh, malam itu hujan semakin deras!

Pagi hari saat flag off, langit masih meneteskan gerimis tipis, seperti tamu tak diundang yang nekat hadir di pesta. Saya menarik napas dalam-dalam dan bersiap. Atau setidaknya, saya berpikir sudah siap.


Siksorogo Lawu Ultra 50K - 2024


Sekipan jadi titik start yang penuh harapan. Tempat ini dikenal sejuk dan nyaman sebagai area perkemahan. Dari sinilah kami mulai berjuang, menyusuri jalur yang dipenuhi pepohonan rindang.

Memasuki Cemoro Wayang, jalurnya berkelok-kelok di antara pepohon. Banyak yang bilang tempat ini penuh aura mistis, walaupun saya merasa biasa-biasa saja. Lalu, ketika melewati Mongkrang, pemandangan perkebunan teh yang spektakuler menyapa kami. Aroma segar daun teh menambah semangat para pelari.

BDG Ultra 2024

BDG100. Mendengar namanya saja lutut sudah terasa mau copot. Race ini terkenal dengan elevasi yang menantang, tanjakan yang membuat meringis, dan pemandangan yang menyegarkan jiwa. Tahun ini saya memutuskan untuk ikut gila. Mengapa? Karena di balik setiap tantangan fisik yang berat selalu tersembunyi pelajaran mental yang berharga. 🙈

Buat saya, BDG Ultra ini adalah pendakian yang panjang dan melelahkan. Jaraknya merupakan yang paling jauh yang pernah saya tempuh. Bayangkan saja tantangan menaklukkan 64K dengan elevasi 3600m+. Angka ini sedikit di bawah BTR Ultra 55K yang memiliki 3700m+. Namun tetap saja, statistik itu cukup untuk membuat dengkul gemetar.


BDG Ultra 64K


Persiapan yang Absurd

Kunci menaklukkan BDG Ultra adalah persiapan matang. Idealnya memang begitu. Namun persiapan saya kali ini terasa agak absurd. Semua gara-gara marathon. Latihan saya sebelumnya fokus ke Pocari Sweat Run sebagai pacer dan Maybank Bali Marathon sebagai peserta. Masalahnya adalah jarak kedua event tersebut sangat dekat dengan BDG Ultra.

Saya hanya sempat sekali latihan trail run dalam acara hash di Karangasem, Bali. Lucunya, sesi itu malah membuat performa saya di Bali Marathon ambyar. Ternyata kegagalan itu justru membantu saya di Bandung. Setelah Bali Marathon, saya hanya fokus pada pemulihan. Saya percaya pada konsep supercompensation. Saya berharap bisa secara ajaib tampil prima di kedua race tersebut. Namanya juga usaha.