My Year in Review: 2020

It never gets easier, you just get better. 💪


This year is not that good for almost everyone. Many people lost their loved ones due to health situation. Many people also lost their jobs due to economic crisis.


Year 2020 showed us what essentials in our life and why we should be grateful. If we are still alive and have good relationship with our loved ones, these are more than enough to be thankful.


This blog post is an annual review of what happened in my life in 2020, what went well and what didn't go well, so I can learn something from the past year experiences.


Suitmedia Goes to Bali (2020)


January

I spent end-year vacation in Bali to attend my friend's wedding, returned to Jakarta on January 1st, and was greeted a flood. Our flight couldn't land at HLP and had to land at CGK airport. 😅


This month I felt productive since I wrote summaries of two my favourite books : The E-Myth and ReWork. Those are two of the most influential books for my professional life.


February

On February 10, we had a blessing to have a company retreat in Bali. We stayed in Bali for 3 days and some people extended their holidays. I feel really grateful for working with my current teammates.



On February 19, I joined Kelas Inspirasi Bandung and this time I took role as teaching volunteer after three years of being facilitator. This volunteering event was also the only Kelas Inspirasi that I involved in 2020 because there is no direct interaction in school during pandemics.



Bersepeda Jakarta-Bogor

Seminggu yang lalu, 21 November 2020, adalah pertama kalinya saya bersepeda > 100 km, dari Jakarta ke Bogor dan langsung balik ke Jakarta lagi.

Ini merupakan salah satu pengalaman paling seru selama saya bersepeda, karena jarak tempuh terjauh saya sebelumnya hanya sekitar 60 km. Selain itu, ini juga merupakan Gran Fondo pertama saya di Strava.

Tulisan ini merangkum apa saja riset, persiapan, dan pengalaman yang saya alami untuk solo ride ini. Semoga bermanfaat dan tetap jaga kesehatan! :)

My first Gran Fondo: Pejaten - Kebun Raya (round trip)


Research
Ada tiga hal yang saya cari tahu secara detail sebelum gowes > 100 km, yaitu: track (jalur perjalanan), pit stop (untuk istirahat pendek), dan cafe (untuk istirahat panjang dan ngopi-ngopi setelah sampai di tujuan).

Untuk jalur perjalanan, ada tiga alternatif jalur sepeda dari Jakarta ke Bogor, yaitu: via Jl. Raya Bogor (44.6 km), via Margonda - Citayam (44.6 km), atau via Parung (54.2 km). Informasi jarak tempuh yang saya tulis di sini adalah jarak dari kantor saya di Pejaten Barat (Jakarta Selatan) menuju Kebun Raya Bogor, satu arah perjalanan.

Dari ketiga alternatif jalur tersebut, saya cek kondisi jalanannya melalui Google Street View untuk memilih jalur mana yang aspalnya bagus dan relatif datar. Pada akhirnya saya memilih jalur via Jl. Raya Bogor karena itu yang paling familiar bagi saya dan ada banyak tukang ban di sepanjang jalan.

Sedekah: Sebuah Nilai Universal

Bersedekah merupakan salah satu kegiatan kemanusiaan yang sifatnya universal. Semua agama mengajarkan tentang pentingnya bersedekah atau memberi kepada orang-orang yang tidak mampu.


Tulisan ini merangkum berbagai referensi yang saya pelajari tentang bersedekah menurut beberapa ajaran agama. Semoga bisa menginspirasi diri sendiri dan pembaca untuk lebih banyak bersedekah di masa-masa seperti saat ini.


Photo by Kat Yukawa


Sedekah dalam Judaism

"Tzedakah" (צדקה‎) merupakan kata dalam bahasa Ibrani yang berarti "kebenaran", yang umumnya dipakai untuk menandakan sebuah amal. Tzedakah merupakan kewajiban dalam ajaran Judaism, yaitu sebesar 10% penghasilan bersih diberikan kepada orang-orang miskin, termasuk orang yang tidak dikenal, anak yatim, dan janda miskin.