Kelas Inspirasi: SDN 2 Pegayaman

Sukasada, sebuah kecamatan di Kabupaten Buleleng, Bali, di mana puluhan relawan Kelas Inspirasi Bali meluangkan waktu dan tenaganya pada hari Sabtu, 4 Mei 2019. Mereka menuju ke enam sekolah dasar untuk berbagi cerita tentang profesinya sambil memotivasi adik-adik di sana untuk berani bercita-cita setinggi langit dan bekerja keras menggapainya. Mereka datang dari berbagai daerah, tidak hanya dari Pulau Bali, dengan tujuan yang sama, berkontribusi pada pendidikan anak Indonesia.

Relawan KI Bali 6 beserta Guru-Guru SDN 2 Pegayaman | 📷 by @riswandedik

Saya dan empat belas relawan lainnya akhirnya bertemu untuk kali pertama secara lengkap sehari sebelumnya. Interaksi yang tadinya hanya sebatas percakapan di dunia maya, bersambung ke percakapan nyata secara langsung. Tidak lama bagi kami untuk menyadari bahwa kami beruntung mendapatkan kelompok yang berisi orang-orang baik, yang terinspirasi untuk menginspirasi, dan rela memberikan usaha yang lebih untuk berbagi kebaikan. Meskipun tidak lama waktu kami untuk bersama berbagi ke adik-adik di SDN 2 Pegayaman, rasa persaudaraan itu terasa erat bagi kami.


Tulisan ini merupakan dokumentasi dari apa yang kami rasakan sebagai relawan Kelas Inspirasi Bali yang bertugas di SDN 2 Pegayaman. Semoga bisa menginspirasi rekan-rekan (calon) relawan lainnya untuk sedikit berkontribusi bagi pendidikan Indonesia.

Be kind, be inspired, be magnificent.

It Doesn't Have to Be Crazy at Work

After "Getting Real" (2006), "Rework" (2010), and "Remote" (2013), last year Jason Fried and David Heinemeier Hansson published new book titled "It Doesn't Have to Be Crazy at Work". Both authors are the co-founders of Basecamp, previously 37signals, and the creator of the infamous web application framework: Ruby on Rails. Like their all previous books, there are a lot of great insights about how to run a company from them, although I don't agree at some points. This post is the summary lesson learned of their last book, which contain practices that are very insightful and also good reminders for me to run Suitmedia as a calm profitable company.

It Doesn't Have to Be Crazy at Work

A company is like software. It has to be usable, it has to be useful. And it probably also has bugs, places where the company crashes because of bad organizational design or cultural oversights. When you start to think about your company as a product, all sorts of new possibilities for improvement emerge. When you realize the way you work is malleable, you can start molding something new, something better. Whether you own it, run it, or “just” work there, it takes everyone involved to make it better.

Curb Your Ambition

You can absolutely run a great business without a single "goal". You don’t need something fake to do something real. And if you must have a goal, how about just staying in business? Or serving your customers well? Or being a delightful place to work? Just because these goals are harder to quantify does not make them any less important.



Defend Your Time

Your time in the office feels shorter because it’s sliced up into a dozen smaller bits. Most people don’t actually have 8 hours a day to work, they have a couple of hours. The rest of the day is stolen from them by meetings, conference calls, and other distractions. So while you may be at the office for 8 hours, it feels more like just a few.


When you cut out what’s unnecessary, you’re left with what you need. And all you need is 8 hours a day for about 5 days a week. You can’t expect people to do great work if they don’t have a full day’s attention to devote to it. Partial attention is barely attention at all.



Effective > Productive. When people focus on productivity, they end up focusing on being busy. Filling every moment with something to do. And there’s always more to do! Being productive is about occupying your time—filling your schedule to the brim and getting as much done as you can. Being effective is about finding more of your time unoccupied and open for other things besides work. Time for leisure, time for family and friends. Or time for doing absolutely nothing.

Tips untuk Fresh Graduates

"The person passionate about what he or she is doing will outwork and outlast the guy motivated solely by making money." ― Reid Hoffman

Sejak tahun 2011 salah satu kegiatan yang saya lakukan hampir setiap minggu adalah melakukan rekrutmen pegawai baru. Dari sekitar 10 orang di tahun 2011, Suitmedia bertumbuh secara organik menjadi sekitar 120 orang di tahun 2019.


Sebelum kami memiliki tim HR, saya dan co-founder lainnya turun tangan langsung membuat iklan lowongan kerja, mempublikasikannya ke berbagai channel, melakukan seleksi CV, mengundang kandidat, sampai dengan menguji kemampuan teknis dan interview mereka. Setelah ada tim HR pun (sejak tahun 2013), masih ada beberapa hal yang saya turun tangan langsung, khususnya terkait kandidat yang akan sering berkomunikasi langsung dengan klien.


Dari pengalaman tersebut, sering kali saya menemukan fresh graduates yang clueless (tidak tahu apa-apa) tentang kehidupan setelah lulus kuliah. Ada yang tersirat tidak mengenali dirinya sendiri. Ada yang tidak bisa membuat CV dan cover letter yang baik, bahkan tidak punya netiket yang baik ketika menghubungi perusahaan melalui email. Dan terakhir, ada juga beberapa yang messed up ketika proses interview.



Berawal dari coret-coret di notes yang saya upload di Instagram Stories beberapa bulan lalu – yang ternyata mendapatkan sambutan positif – tulisan ini sengaja ditulis dalam bahasa Indonesia (mixed with English ala millennials) untuk membantu teman-teman fresh graduates dalam menghadapi tantangan dunia kerja.

Coret-coret sambil me-review CV, sambil menunggu klien

Tips #1 : Kenali Diri Sendiri

Tidak jarang saya menemukan kandidat yang tidak jelas dengan dirinya. Tersirat dari resume-nya, mereka banyak meluangkan waktu di bidang A, tapi kuliah di bidang B, lalu melamar kerja di bidang C, padahal punya potensi di bidang D. Oleh karena itu, hal pertama yang harus dilakukan oleh fresh graduates adalah kenali diri sendiri!

Carilah apa yang menjadi 'ikigai' dalam hidupmu. Ikigai lebih dari sekadar passion. Ikigai merupakan alasan mengapa kamu hidup dan bermanfaat (memberikan value) bagi orang-orang di sekitarmu. Ketika kamu sudah menemukan ikigai, hal ini akan menjadi salah satu energi pendorong ketika kamu bangun di pagi hari untuk segera berkarya.