ASICS Marathon Team

Marathon bukan hanya tentang perlombaan lari, tetapi juga perihal perjalanan hidup yang mampu mengubah dan menginspirasi kita semua. Melalui keringat, kerja keras, dan konsistensi, pelari marathon dapat mengatasi setiap rintangan dan melampaui batas diri. Setiap langkah mereka adalah ungkapan nyata dari semangat manusia untuk meraih tujuan, mencapai mimpi, dan menemukan kekuatan sejati dalam diri mereka.


Tulisan ini menyajikan antologi pengalaman rekan-rekan ASICS Marathon Team di Pocari Sweat Run Indonesia (PSRI) 2023. Semoga kisah ini dapat menginspirasi kita untuk terus mencapai puncak prestasi dalam kehidupan kita.


ASICS Marathon Team 2023


Achillia Lisnawati

Ibu dari 2 anak; Karyawan Swasta


"Tidak ada yang tidak mungkin dalam berlari atau dalam apapun. Jangan biarkan kekurangan menjadi penghalang, tetapi jadikan sebagai tantangan untuk terus berkembang dan meraih mimpi."


Bagaimana perasaan Anda setelah menyelesaikan marathon?

Alhamdulillah.. senang, puas, dan terkejut karena hasil marathon di luar dugaan.


Apa saja tantangan yang dihadapi selama persiapan marathon?

Adanya latihan bersama dua kali seminggu dengan lokasi yang cukup jauh dari rumah itu menambah tantangan saat menjalani program. Saya menghadapinya dengan prinsip "listen to your body" dan "listen to your coach", serta mengutamakan asupan gizi dan vitamin.


Apa yang memotivasi Anda untuk terus maju dan pantang menyerah?

Alhamdulillah tidak pernah ingin menyerah sampai pada titik ini. Latihan panjang, pendek, pelan, cepat, siang, malam masih bisa dijalani. Sesekali memang tidak mood karena kecapaian, tapi masih dalam batasan wajar.


Apa pesan Anda bagi mereka yang ingin lari marathon?

Sabar dan disiplin sejauh 42 km dengan mendengarkan bahasa tubuh mengajarkan saya menjadi lebih peka dan lebih bersyukur betapa hebatnya tubuh kita selama ini. Lari marathon bersama tim itu lebih menyenangkan karena bisa mengingatkan satu sama lain dan saling support.



Aditia Faturochman



Aditya Ranadireksa

Aparatur Sipil Negara


"Finish what you started."


Bagaimana perasaan Anda setelah menyelesaikan marathon?

Dari foto-foto di galeri dan media sosial saat PSRI 2023, euforia itu tidak hanya terlihat pada saat foto finish, tetapi juga terlihat dari garis start, pertengahan jalan hingga finish line. Momen menyentuh ini dapat saya rasakan dengan baik karena saya juga mengambil kategori full marathon.


Bersama ASICS Marathon Team dan berkat pelatihan yang diberikan selama tiga bulan, saya berhasil finish dengan Personal Best 11 menit lebih cepat dari marathon 2019. Jika dilihat dari data latihan, terdapat kemajuan besar yang saya dapatkan, yaitu waktu berlari Half Marathon saya di sesi latihan sempat mendekat ke angka 2 jam, di mana waktu resmi saya yang terdaftar di salah satu race tahun 2019 adalah 2:15.


Apa saja tantangan yang dihadapi selama persiapan marathon?

Selama tiga bulan latihan, sebenarnya saya beberapa kali merasa lelah fisik dan mental, terutama saat latihan yang memiliki target pace tertentu. Saya heran kenapa saya diberikan target pace lebih cepat dibanding pelari lain yang catatan waktu mereka lebih baik dari saya. Sampai sekarang hal ini tetap menjadi misteri. Dengan pace yang saya rasa di luar batas kemampuan, dua kali long run saya mengalami kegagalan, yaitu saat long run 25 km (berhenti di km 22.5), dan long run 30 km (selesai dengan tergopoh-gopoh).


Sebenarnya sulit untuk mengatasi tantangan fisik, namun salah satu hal terbaik yang saya dapatkan dengan mengikuti program ini adalah edukasi tentang fueling. Saya menyadari bahwa penting sekali untuk menjaga tubuh kita dengan melakukan fueling yang baik. Marathon itu mahal dan memerlukan biaya lumayan, tidak hanya untuk sport massage, tetapi juga untuk apa yang dicerna oleh tubuh kita. Mencoba berbagai macam merek nutrisi penunjang lari, dari gel hingga bubuk, dan menemukan apa yang tepat merupakan tantangan tersendiri.


Apa yang memotivasi Anda untuk terus maju dan pantang menyerah?

Perjalanan pertama dimulai saat kami berkumpul untuk latihan. Ada 20 orang dengan berbagai latar belakang dan usia, sungguh senang bersama mereka, penuh semangat.. smells like teen spirit – seperti kata Nirvana (gen X terdeteksi) 😆. Kami dilatih oleh coach Andriyanto selama tiga bulan dengan sistem menu yang diberikan online dan beragam setiap minggunya, serta dua pertemuan offline yaitu strength training di hari Kamis dan long run di hari Minggu.


Ketika coach Andriyanto memberikan menu minggu I, saya benar-benar terkejut, karena ada menu interval dengan pace 4:50. Seumur saya berlari, belum pernah menyentuh pace di bawah 5, begitu menjalankan interval ini.. Masya Allah, napas sesak banget, berkunang-kunang rasanya, ingin teriak tapi ini baru minggu I, telan aja jadinya. Lalu strength training di hari Kamis malam, sejujurnya terasa sangat berat, karena harus berlari 12 km di hari Jumat. Selain itu, setiap selesai strength training, saya mengalami DOMS, jadi ini benar-benar perjuangan. Tapi balik lagi.. finish what you started!


Lalu, tantangan berikutnya adalah "JADWAL DINAS LUAR KOTA". Saya pernah memiliki jadwal terbang hari Rabu jam 8.15 pagi, padahal Rabu itu jadwal latihan interval. Akhirnya saya berlari jam 5:00 - 6:10 di komplek GBK, pulang ke rumah jam 6:30, mandi 10 menit sambil memesan ojek online ke bandara Halim, lalu bergegas dan tiba di Halim pukul 7:45. Karena tidak ada bagasi dan sudah check-in online, alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Ini adalah hal ter-EPIC yang pernah saya lakukan selama latihan. Disiplin dan komitmen menjadi kunci utama saya berhasil mengelola waktu berlari di tengah kesibukan.


Apa pesan Anda bagi mereka yang ingin lari marathon?

Menyelesaikan marathon dengan baik membuat saya terus melatih komitmen, integritas, dan kedisiplinan. Faktor integritas di sini saya tekankan karena saya dipilih, dipersiapkan, dan dibesarkan oleh ASICS Running Club Marathon Team, tempat saya mendapatkan pengalaman, pendidikan, wawasan, dan perspektif baru dalam berlari dan bekerja sama.


Bagi mereka yang ingin mencoba lari marathon, saran saya adalah.. jangan lari marathon jika kamu belum bisa disiplin dan berkomitmen dalam latihan. Marathon bukan sekadar berlari, di dalamnya terdapat banyak faktor yang perlu diperhatikan. Daftarlah jika kamu sudah siap secara fisik dan mental. Jangan pernah kehilangan semangat!



Anggriawan Sugianto

Konsultan IT; pernah mengalami obesitas (sampai tahun 2020)


"It never gets easier. We just get better."


Bagaimana perasaan Anda setelah menyelesaikan marathon?

Saya sangat bangga bisa terpilih menjadi salah satu anggota ASICS Marathon Team dan merasa sangat bahagia dapat menyelesaikan marathon di Bandung dengan catatan waktu 45 menit lebih cepat daripada rekor waktu marathon saya sebelumnya.


Apa saja tantangan yang dihadapi selama persiapan marathon?

Saya sempat mengalami cedera ringan yang sebelumnya tidak pernah saya alami, seperti sedikit nyeri pada tumit dan tulang kering. Hal ini membuat saya sangat berhati-hati dengan form lari, jarak latihan, dan pace agar tidak memperparah cedera, sambil tetap melanjutkan latihan sesuai jadwal. Selain itu, saya juga lebih memperhatikan kualitas hari istirahat (tidur, aktivitas jalan kaki, pemilihan alas kaki, dll.) dan nutrisi, agar proses pemulihan berjalan cepat sesuai rencana.


Tidak ada tantangan mental yang signifikan yang saya alami, tetapi kadang-kadang saya merasa FOMO ketika rekan-rekan ASICS Marathon Team lain menyelesaikan latihan pagi hari secara rutin. Sementara itu, karena kesibukan saya di pekerjaan, saya selalu menyelesaikan latihan saya di malam hari, kecuali long run pada hari Minggu pagi. Mungkin saya adalah anggota ASICS Marathon Team yang latihannya paling sering pada malam hari di antara 20 pelari.


Apa yang memotivasi Anda untuk terus maju dan pantang menyerah?

Jumat malam adalah waktu di mana saya paling sering mengalami kelelahan akibat latihan lari selama 3 hari berturut-turut (Selasa-Kamis) dan dilanjutkan dengan strength training pada Kamis malam. Tidak jarang saya mengeluh dalam hati, "Padahal bukan mau jadi atlet, tapi kok latihannya begini ya" 🤣. Namun, saya selalu kembali teringat dengan tujuan awal saya bergabung dengan ASICS Marathon Team, yaitu untuk meningkatkan performa lari saya. Semua ini membutuhkan kedisiplinan selama latihan. Motivation gets you going, but discipline keeps you growing!


Apa pesan Anda bagi mereka yang ingin lari marathon?

Saat menjalani latihan marathon, saya menjadi lebih sabar dan lebih menghargai proses. Pesan saya untuk teman-teman yang ingin mencoba marathon adalah temukan komunitas yang positif, bangun mindset yang positif, serta tetap sabar dan disiplin melalui semua prosesnya.



Anis Ardianti

Ibu rumah tangga dengan 5 anak


"Selesaikan apa yang sudah kamu mulai!!"


Bagaimana perasaan Anda setelah menyelesaikan marathon?

Lega, bahagia..


Beberapa saat setelah mendaftarkan diri di Pocari Sweat Run Indonesia (PSRI) 2023, saya tersadar bahwa saya tidak sedang dalam kondisi ideal untuk menjalankan serangkaian latihan marathon. Saya masih mempunyai anak balita yang sangat terikat dan melekat dengan saya, serta tidak memiliki asisten pengasuh di rumah. Padahal, nomor marathon tidak bisa diperlakukan main-main. Mau ditempuh dengan santai tanpa target pun, jarak 42 kilometer itu sangat jauh. Naik kendaraan saja bisa bikin lelah, apalagi berlari. Tapi tentunya saya tidak bisa mundur. Tepatnya tidak ingin mundur. Masih ada waktu dan kesempatan membalikkan keadaan, dan ternyata ini menjadi sesuatu yang saya sangat syukuri kemudian.


Saya ingat, ketika mengikuti Bi-Weekly ASICS Running Club (ARC) yang pertama setelah sekian lama vakum, Teh Sara, salah satu pengurus ARC sempat membocorkan kalau ARC akan mengadakan program pelatihan bagi peserta marathon PSRI 2023. Waktu itu rasanya seperti mendapat jawaban atas kegelisahan saya selama ini. Lalu, betapa tiap saat saya mengecek akun Instagram ARC. Jangan sampai pengumumannya terlewat.


Begitu pengumuman keluar, segera saya mendaftar, dan memanfaatkan setiap amunisi yang saya punya untuk menambahkan poin. Selain mengumpulkan data diri dan data latihan tiga bulan terakhir, kami diminta membuat postingan di Instagram mengenai motivasi kami. Ada tiga postingan yang saya buat waktu itu. Niat banget, pokoknya.


Syukur Alhamdulillah, nama saya terpampang di daftar peserta ARC Marathon Team. Sungguh, suka cita tak terkira. Ada 20 peserta ARC Marathon Team dan 5 orang influencer yang akan menjalani program bersama untuk PSRI 2023. Dari 25 nama terpilih, saat itu hanya ada dua nama lain yang saya kenal, yaitu Yulai dan Bintang. Kami datang dari komunitas yang sama, Depok Running Buddy.


Membayar keteledoran yang saya buat di awal, saya bertekad untuk menjalankan program latihan dengan sungguh-sungguh selama 12 minggu selanjutnya. Apalagi pelatih kami adalah Coach Andri Yanto yang memiliki rekam jejak yang mengesankan. Dari apa yang saya dengar, tidak mudah menembus Coach Andri ini, racikan menunya paten pula.


Menu latihan yang diberikan Coach Andri beragam. Mulai dari easy run, interval, tempo, recovery run, hingga long run. Untuk menu terakhir, biasanya kami kerjakan bersama-sama di CFD. Selain menu latihan berlari, kami diperkuat dengan strength training yang diberikan oleh Coach Diding (Coach Win) dari Motiva Performance, dan dilakukan bersama tiap Kamis malam di GBK.


Dalam menjalankan program, di minggu kedua saya sempat mengalami kewalahan. Akibat kelelahan, kaki saya mogok bergerak. Waktu itu Coach Andri langsung menyarankan saya agar menjalankan latihan lari 4 kali seminggu saja, sambil memperlihatkan prestasi anak-anak didiknya yang sukses walau menjalankan latihan 4 hari per minggu. Maka, di hari yang ada pilihan tidak berlari, saya memilih untuk tidak berlari.


Selanjutnya, semua lancar dan lancar. Saya menjalani tiap menu tanpa kendala. Bahkan saat saya tidak yakin akan mampu menjalaninya, misalnya lari dengan pace sekian, ternyata saya bisa. Angka yang diberikan Coach kepada kami terasa sangat terukur dan pas takarannya. Latihan terasa menyenangkan dan tidak ugal-ugalan. Selain itu, Coach juga menanamkan kepada kami akan perlunya fueling dan recovery. Ada tiga kunci sukses marathon: train well, eat well dan rest well.


Selama menjalani latihan, keluarga juga sangat mendukung (kecuali si kecil yang selalu tidur di atas jam 23 malam!). Saya biasa bangun pukul 3.30 pagi hari, menyiapkan sarapan dan bekal makan siang untuk ketiga anak yang sudah bersekolah, lalu mulai berlari setelah subuh, sebelum anak kedua yang sudah SMA berangkat pukul 05.30. Harus pagi-pagi benar, karena harus selesai sebelum si kecil bangun. Kadang saya mengambil rute yang sama dengan anak yang SMA agar bisa saling sapa saat dia melewati saya berlari. Sampai rumah biasanya saya lanjut menyiapkan sarapan dan bekal untuk anak ketiga dan keempat yang duduk di bangku SMP dan SD. Saat saya harus ke Jakarta untuk long run dan strength training, suami dan ketiga kakak itu dengan sabar menemani si kecil agar saya tetap bisa berlatih dengan nyaman.


Semua baik-baik saja hingga di awal pekan ke-10, si kecil demam selama tiga hari, bergantian dengan tiga anak lain (satu anak aman karena sudah kuliah di luar kota) dan suami. Jam tidur saya berantakan. Di awal minggu ke-11 si kecil demam lagi, kali ini disertai batuk. Tiap malam, tidurnya terpotong-potong karena batuk yang tak kunjung berhenti. Sudah berobat, namun dia kesulitan minum obat dan itu membuatnya makin lama sembuh.


Sampai menjelang race day, saat kami sekeluarga ke Bandung pada hari Jumat, si kecil masih tidak bisa tidur nyenyak karena batuknya, demikian pula saya. Sambil tetap berusaha menjalankan menu harian, fisik dan mental rasanya terkuras. Sehari menjelang race, saat saya berkumpul dengan kawan komunitas Depok untuk carbo loading bersama, mereka menanyakan keadaan saya yang saat itu terlihat pucat dan sedikit demam. Ledakan emosi antara nervous menjelang race, dan kondisi kelelahan karena kurang tidur selama berhari-hari sehingga fisik saya drop, seolah menemukan muaranya. Seorang teman memberikan saya obat tolak angin agar kondisi saya membaik. Hal yang tidak terpikir sebelumnya karena mungkin saya sedang kalut dan sibuk memperhatikan yang lain.


Sampai malam menjelang race, saya memutuskan untuk pindah hotel, memisahkan diri dari keluarga. Di tempat terpisah akhirnya saya bisa tidur nyenyak. Walau hanya 4 jam, ternyata itu lebih dari cukup. Keesokan harinya saya merasa jauh lebih baik, lupa kelelahan yang kemarin dirasakan dan terbawa euforia race. Pemanasan bersama teman ARC, berjalan menuju titik start dan berlari sepanjang 42,2 KM, semua dilakukan dengan gembira. Apalagi saat itu saya lari bersama kawan ARC Marathon Team lain, Anggriawan. Selama lebih dari 4 jam itu kami saling memotivasi, mengingatkan, menghibur dengan cara yang mungkin hanya ditemui saat marathon, menyalip pelari di depan.


Tidak hanya memperoleh PB (Personal Best) dengan catatan waktu 4.27 (sebelumnya 5.27), di ARC Marathon Team juga saya mendapatkan keluarga baru. Selain senior ASICS Running Leads yang selalu bermurah hati membagikan ilmu dan tips lari, ada 19 kawan seperjalanan yang selalu menghibur, menginspirasi dan memotivasi dengan keunikannya masing-masing. Walau PSRI 2023 sudah selesai, kami masih saling menjaga komunikasi, berbagi informasi dan tidak mau dibubarkan. You’re rock, guys!!! Sampai jumpa di marathon selanjutnya!!



Ari Wijayanto



Baharudin Subagja

Pekerja Freelance


"Ketergesa-gesaan akan membuatmu lebih lambat. Apabila kamu ingin lebih cepat, kesabaran adalah kuncinya."


Bagaimana perasaan Anda setelah menyelesaikan marathon?

Saya masih belum yakin bahwa saya bisa melewati proses yang tidak mudah. Dahulu, saat ujian praktik aerobic di SMA dengan lari selama 12 menit, saya adalah murid yang selalu menyelesaikan di bawah rata-rata.


Apa saja tantangan yang dihadapi selama persiapan marathon?

Mobilitas dari Cianjur ke Bekasi dan Jakarta kadang membuat saya malas berlatih karena keterbatasan waktu. Di Cianjur, budaya lari masih agak asing, sehingga sulit menyesuaikan waktu untuk berlari di sore hari menjelang magrib atau bahkan malam hari. Tantangan-tantangan ini selalu saya atasi dengan berlatih sebanyak dan sesering mungkin, daripada sama sekali tidak berlatih. Oleh karena itu, saya selalu memilih opsi jarak terdekat dan berlatih di sore atau malam hari.


Apa yang memotivasi Anda untuk terus maju dan pantang menyerah?

Selama latihan, tidak pernah ada rintangan yang membuat saya ingin menyerah. Sebelum bergabung dengan ASICS Marathon Team, saya sudah bertekad untuk menyelesaikan dalam waktu 3 jam 30 menit, bahkan sejak saat mendaftar saya sudah menetapkan target tersebut. Motivasi saya untuk terus maju:

  1. Ambisi diri sendiri untuk menyelesaikan marathon sesuai target dan selalu ingin menunjukkan hasil terbaik kepada orang lain. Saya ingin menjadi sosok yang menginspirasi orang lain dengan gaya saya sendiri.
  2. Saat saya tinggal di rumah Bekasi, orangtua selalu bertanya pada pagi hari, "Apakah sudah latihan?" Ini adalah dukungan besar dari orangtua terhadap aktivitas lari saya. Bagaimanapun, lari telah membawa saya ke pola hidup yang lebih baik.
  3. Di rumah istri, jika saya tidak berlari di pagi hari, ia selalu bertanya, "Kamu mau latihan di mana nanti sore? Aku ikut." Seperti orangtua, istri saya selalu mendukung program latihan saya, bahkan termotivasi untuk ikut berlatih sesuai kemampuannya. Oleh karena itu, ia selalu berharap agar saya berlatih di lintasan lari agar ia juga bisa ikut serta berlatih bersama.

Apa pesan Anda bagi mereka yang ingin lari marathon?

Marathon membuat saya yakin bahwa hal besar bisa diselesaikan dengan komitmen yang kuat. Komitmen ini dibangun melalui kesanggupan diri sendiri untuk melawan rasa malas selama proses, serta menghadapi rasa takut dan over-confidence terhadap perjalanan yang kita tempuh. Marathon mengajarkan saya tentang kesabaran dalam menjalani hidup, karena perjalanan panjang sejatinya akan terasa lebih mudah jika dijalani dengan perlahan namun konsisten. Marathon membuat saya yakin bahwa tindakan yang terburu-buru dan tanpa struktur justru dapat menghasilkan akhir yang kurang memuaskan.


Saran saya untuk mereka yang akan menjalani marathon adalah mulailah berlatih sejak dini, bangun endurance yang baik dengan sering berlatih dengan easy effort. Tidak perlu terburu-buru, rencanakan debut marathon Anda dengan matang. Tidak perlu iri terhadap mereka yang sudah meraih gelar 'marathoner' hari ini. Esok hari akan menjadi waktu terbaik Anda untuk mencapai debut yang gemilang.



Benediktus Andre Setyawan



Daniel V. Lee

Digipreneur & Competency-based Learning Expert


"Usaha memang tidak mengkhianati hasil. Komitmenlah yang membuat kamu finish dengan tersenyum."


Bagaimana perasaan Anda setelah menyelesaikan marathon?

Sangat bahagia dan kuat.


Apa saja tantangan yang dihadapi selama persiapan marathon?

Hampir tidak ada tantangan fisik karena telah dipersiapkan dengan baik. Tantangan mental selalu ada, seperti dorongan untuk menyerah dan pertanyaan "mengapa saya berlari sejauh ini?". Berpikir positif dan mengingat kembali "tujuan" marathon menjadi motivasi terbaik untuk bangkit dan semangat kembali hingga mencapai garis finish.


Apa yang memotivasi Anda untuk terus maju dan pantang menyerah?

Beberapa keraguan dan ketakutan muncul satu minggu sebelum race day, tetapi motivasi saya adalah tujuan marathon dan persiapan yang telah saya lakukan, serta didukung oleh pelatih yang handal. Saya yakin bisa melakukannya!


Apa pesan Anda bagi mereka yang ingin lari marathon?

Tentu, kita semua bisa melakukannya, selama kita memiliki komitmen dan tujuan yang jelas untuk marathon.



Fifi Liu

Ibu dari 2 anak; Penjual Online Shop


"Jalani hidup dengan berdoa, ikhlas dan rasa bersyukur."


Bagaimana perasaan Anda setelah menyelesaikan marathon?

Perasaan bangga dan lega menyelami pengalaman lari marathon dengan waktu debut yang memuaskan. Yang lebih penting, dari awal hingga akhir tanpa cedera dan tetap bisa tersenyum di garis finish.


Apa saja tantangan yang dihadapi selama persiapan marathon?

Tantangannya adalah mengatur jadwal antara kegiatan anak sekolah dan latihan lari yang seringkali berbarengan pada pagi hari. Terkadang perlu bangun dan berlari lebih awal agar setelah latihan bisa langsung mengantar anak sekolah.


Apa yang memotivasi Anda untuk terus maju dan pantang menyerah?

Selalu bersemangat berlatih, terutama karena memiliki teman satu tim marathon yang saling mendukung dan berbagi informasi.


Apa pesan Anda bagi mereka yang ingin lari marathon?

Maraton memberikan pelajaran untuk tetap maju dan berjuang hingga mencapai tujuan. Karena marathon bukanlah lari biasa, diperlukan rencana latihan yang serius dan mental yang kuat. Percayalah bahwa usaha maksimal dalam latihan tidak akan mengecewakan hasil.



Gabriella Melita Kurniawati

Karyawan Swasta; Tinggal di Karawaci, Bekerja di Sudirman


“If it doesn’t challenge you, it won’t change you.”


Bagaimana perasaan Anda setelah menyelesaikan marathon?

Ada sedikit penyesalan karena tidak mencapai target, tetapi tetap bersyukur karena berhasil mencatat Personal Best.


Apa saja tantangan yang dihadapi selama persiapan marathon?

Seminggu sebelum lomba, saya mengalami sakit, yang membuat saya merasa sangat down karena muncul banyak ketakutan dan kekhawatiran. Saya berusaha semaksimal mungkin untuk cepat sembuh dan kembali bugar, serta memperkuat mental dengan berpikir positif agar setidaknya saya tidak harus absen (DNS).


Apa yang memotivasi Anda untuk terus maju dan pantang menyerah?

Momen ketika saya berlari dengan kecepatan paling lambat di antara peserta lain membuat saya merasa malu, dan juga ketika saya merasa lelah setelah peak training, keinginan untuk menyerah muncul. Motivasi saya untuk terus maju adalah kembali kepada tujuan awal saya mengikuti program ini, yaitu menjadi lebih baik dari sebelumnya dalam lari marathon. Saya juga bersyukur karena dapat menjadi bagian dari ASICS Marathon Team, dan saya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan berharga ini.


Apa pesan Anda bagi mereka yang ingin lari marathon?

Program ASICS Marathon Team telah mengubah diri saya, terutama dalam hal komitmen. Sejak mendaftar program ini, saya berkomitmen sepenuhnya untuk menjalani program yang diberikan jika berhasil masuk ke dalam Marathon Team. Saya berupaya mengatur waktu antara pekerjaan dan latihan dengan bangun lebih pagi, berlari, dan mengejar waktu naik shuttle bus ke kantor. Pulang malam, saya berusaha tidur secepat mungkin untuk memastikan istirahat yang cukup karena esok hari ada latihan yang harus dijalani. Saya bersyukur kantor mendukung saya, yang sangat membantu saya menjalani program latihan. Pesan saya, untuk mencoba lari marathon, diperlukan komitmen, niat tinggi, dan mental yang kuat.



Geri Dwi Januarsyah



Muhamad Bintang Saputra

Karyawan Swasta


"Jangan lupa bersyukur untuk hari ini" 🙏🏽


Bagaimana perasaan Anda setelah menyelesaikan marathon?

Tentu, ada perasaan lega, meskipun sedikit kecewa dengan hasil yang tidak sesuai target dari pelatih. Namun, dari sisi positif, saya banyak belajar dan melakukan evaluasi diri agar bisa menjadi lebih baik di masa mendatang. Yang paling penting, semua anggota ASICS Marathon Team berhasil menyelesaikan race dengan happy dan strong.


Apa saja tantangan yang dihadapi selama persiapan marathon?

Tantangan utamanya adalah kelelahan akibat latihan intensif dan pikiran yang terkuras oleh pekerjaan. Untuk mengatasi hal tersebut, saya biasanya memberikan waktu istirahat sehari penuh pada akhir pekan atau berkumpul bersama teman-teman.


Apa yang memotivasi Anda untuk terus maju dan pantang menyerah?

Bagi saya pribadi, tidak pernah terlintas untuk menyerah, karena saya menikmati proses latihannya. Meskipun klise, motivasi saya untuk terus maju adalah melihat semangat teman-teman yang juga berlatih setiap hari.


Apa pesan Anda bagi mereka yang ingin lari marathon?

Jangan pernah terbersit pikiran untuk menyerah. Meskipun awalnya sulit beradaptasi dengan pola latihan, setelah 1-2 minggu, yakinlah bahwa Anda pasti bisa mengatasi tantangannya.


Muhammad Imam Fadhil

Anggota Polri; Didignosa Sinus Bradycardia (heart rate 41x per menit)


"Larinya jangan lari pagi, kalau lari pagi mudah, harus lari marathon, kuncinya di endurance," kata Presiden Jokowi pada 10 Agustus 2023.


Bagaimana perasaan Anda setelah menyelesaikan marathon?

I DID IT! Saya tidak pernah membayangkan bisa berlari sejauh 42,195 km untuk pertama kalinya. Rutenya tidak bisa dianggap mudah, dengan tantangan terutama pada awal yang membuat terlena dan mendaki di akhir. Capaian ini tak akan pernah saya lupakan seumur hidup saya. Dukungan luar biasa dari ASICS (coach, perlengkapan lari, dan circle ARC yang sangat positif) menjadi energi yang sangat memotivasi saya.


Apa saja tantangan yang dihadapi selama persiapan marathon?

Selama 3 bulan persiapan marathon, saya dihadapkan pada jadwal yang sangat padat. Bulan pertama, saya menghadapi kegiatan penutupan pendidikan hingga wisuda di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Jakarta. Bulan kedua, saya mempersiapkan perpindahan tugas dari Jakarta ke Bengkulu. Di bulan terakhir, dinamika dinas yang tak menentu pada penugasan baru juga menjadi tantangan. Di tengah-tengah kesibukan itu, saya juga harus mempersiapkan proses pernikahan. Meskipun terkadang sulit memenuhi latihan dari coach dengan sempurna, saya tetap berusaha.


Apa yang memotivasi Anda untuk terus maju dan pantang menyerah?

Saat saya tahu harus pindah tugas dari Jakarta ke Bengkulu (bulan kedua latihan), saya sempat berpikir untuk membatalkan partisipasi dalam marathon. Namun, dengan dukungan dari sahabat dan ARC, saya merasa harus menyelesaikannya. Komitmen awal dengan ASICS juga menjadi tanggung jawab saya untuk mengikuti event tersebut.


Apa pesan Anda bagi mereka yang ingin lari marathon?

Marathon mengajarkan bahwa mengejar impian, tidak hanya dalam dunia lari, membutuhkan proses panjang. Saya telah mengikuti Pocari Sweat Run Indonesia pada tahun 2021 (10K Virgin), 2022 (HM Virgin), dan tahun 2023 (FM Virgin). Percayalah, dengan mengikuti langkah-langkah yang benar dan baik, hasilnya akan mengikuti.



Muhammad Pujiyono

Karyawan PT KAI; Berangkat pagi pulang malam dengan jadwal yang dinamis dan tidak terduga


"Jika hidupmu terasa berat, jangan panggul di bahumu, lepaskan ke tanah, biar dunia ikut memanggulnya."


Bagaimana perasaan Anda setelah menyelesaikan marathon?

Saya merasa bangga dan tak percaya bahwa pelari hore yang tidak pernah mengikuti latihan terstruktur dan terukur akhirnya bisa merasakan latihan dengan bimbingan coach yang ahli. Apalagi bisa mewakili brand sebesar ASICS dengan hasil yang memuaskan.


Apa saja tantangan yang dihadapi selama persiapan marathon?

Tantangan terbesar adalah jadwal kerja yang dinamis, padat, dan tidak terduga, membuat PR harian menjadi sangat menantang. Jika latihan pagi terlewat, sulit untuk melanjutkan latihan di malam hari karena sering pulang kantor larut malam. Satu-satunya solusi adalah konsisten berlatih di pagi hari.


Apa yang memotivasi Anda untuk terus maju dan pantang menyerah?

Saat saya sakit demam, rasanya sangat demotivasi. Untungnya, sakitnya pada hari Minggu (setelah long run), Senin, dan Selasa, sehingga hanya bolos latihan pada hari Selasa. Saya jujur kepada dokter bahwa saya sedang berlatih marathon, dan minta vitamin tambahan agar tetap bisa menjalani PR. Prinsip saya, setelah memutuskan untuk mengikuti latihan, saya harus konsisten menyelesaikannya.


Apa pesan Anda bagi mereka yang ingin lari marathon?

Latihan marathon bukan hanya tentang berlari, tetapi melibatkan banyak aspek, termasuk strength training dan pola makan.



Revy Zeviana Arsyi

Ibu dari 4 anak; Karyawan swasta di bidang perijinan pertambangan batubara


"Perjuangan tidak ada yang sia-sia."


Bagaimana perasaan Anda setelah menyelesaikan marathon?

Alhamdulillah, saya merasa lega, senang, dan bangga karena dapat menyelesaikan apa yang telah saya mulai dengan hasil yang diinginkan. Semua perjuangan yang dilakukan tidaklah sia-sia. Selain itu, saya juga bisa mengenal banyak pelari hebat dan menambah banyak teman.


Apa saja tantangan yang dihadapi selama persiapan marathon?

Tantangannya adalah melibatkan latihan dan "setorun" setelah pulang kerja, bahkan berlari hingga malam, tetap menjalankan latihan dan menyelesaikan PR. Mentalitas mulai terpengaruh menjelang race, terutama setelah mengalami drop akibat tipes, yang membuat kondisi fisik dan mental semakin menurun. Namun, dengan keyakinan, bismillah, dukungan banyak orang, dan doa, saya bisa tampil percaya diri dalam debut marathon saya.


Apa yang memotivasi Anda untuk terus maju dan pantang menyerah?

Momen setelah melakukan strength training dan harus melanjutkan dengan "setorun" yang cukup panjang sangat terasa. Selain itu, saat sakit tipes juga menjadi momen yang menantang, membuat saya merasa takut dan sempat ragu apakah bisa melanjutkan.


Apa pesan Anda bagi mereka yang ingin lari marathon?

Marathon memiliki potensi untuk mengubah hidup kita. Jika kita yakin bisa, pasti bisa, asalkan didukung dengan latihan yang konsisten dan fokus. Seperti yang dikatakan oleh coach, kunci sukses marathon adalah latihan, latihan, dan latihan, serta memberi perhatian pada istirahat yang cukup.



Riyus Lesmana

Bapak dari 3 anak; Desainer Elevator


"If it doesn't challenge you, if doesn't change you."


Bagaimana perasaan Anda setelah menyelesaikan marathon?

Ini adalah marathon ke-8 saya, dan kali ini sangat istimewa karena saya berhasil menyelesaikannya dengan kuat dan penuh kebahagiaan, meraih personal best yang sangat membanggakan bagi pelari hore seperti saya.


Apa saja tantangan yang dihadapi selama persiapan marathon?

Jadwal tidur saya biasanya paling cepat jam 10-11 malam karena menunggu anak-anak tidur, dan harus bangun jam 4 pagi untuk berlari. Saya mengalami kondisi drop, kehilangan tenaga tiba-tiba, di minggu ke-9 atau 10 (sebelum mencapai puncak latihan), sehingga harus DNF di latihan long run dan interval. Saya memutuskan untuk istirahat dari PR mingguan, mengonsumsi multi-vitamin, dan akhirnya berhasil kembali lebih kuat.


Apa yang memotivasi Anda untuk terus maju dan pantang menyerah?

Saya merasa kecewa saat kehilangan tenaga, terutama setelah BFI Run. Namun, motivasi untuk bangkit kembali sangat kuat, karena saya selalu mengingat tujuan dan target yang saya tetapkan dalam program ini.


Apa pesan Anda bagi mereka yang ingin lari marathon?

Marathon mengajarkan konsistensi dan disiplin, baik dalam latihan maupun dalam lomba. Pesan saya: jangan pernah takut untuk memulai, karena perjalanan marathon dimulai dari langkah pertama.



Satria Yudha

Mahasiswa sekaligus Financial Planner di Allianz


"Hukum tabur dan tuai. Apa yang kita tabur itu pun yang akan kita tuai. Selalu menjadi pribadi yang lebih baik lagi." 🤗


Bagaimana perasaan Anda setelah menyelesaikan marathon?

Luar biasa, ini adalah marathon ke-7 saya. Kali ini sangat berbeda dengan marathon yang pernah saya jalani sebelumnya; bertemu dan mengikuti proses latihan bersama teman-teman ARC memberikan pengalaman yang luar biasa bagi saya. 🤗


Apa saja tantangan yang dihadapi selama persiapan marathon?

Dari segi fisik, saya berusaha membagi waktu antara kuliah, pekerjaan, dan latihan sebaik mungkin. Secara mental, karena kami berada di bawah naungan salah satu brand terbaik, ini memberikan sedikit tekanan tambahan.


Apa yang memotivasi Anda untuk terus maju dan pantang menyerah?

Meskipun tidak pernah ingin menyerah, ada momen di mana motivasi untuk mencapai tujuan dalam marathon ini sempat hilang. Namun, melihat semangat teman-teman ARC yang luar biasa membuat saya kembali termotivasi.


Apa pesan Anda bagi mereka yang ingin lari marathon?

Berlari marathon membantu saya lebih memahami diri sendiri dan mengajarkan saya untuk menjadi lebih tenang dan sabar dalam menghadapi segala sesuatu. Ini adalah seni dari lari jarak jauh. Dalam marathon, segalanya bisa terjadi. Semua yang telah dipersiapkan dengan baik dapat berubah seketika pada hari perlombaan, apalagi jika tidak dipersiapkan dengan baik. Tetap semangat dalam berlatih! 😊🦾



Yohannes Susanto

Karyawan Swasta


"Kita akan bisa melakukan suatu hal karena terbiasa melakukannya."


Bagaimana perasaan Anda setelah menyelesaikan marathon?

Saya merasa sangat senang karena hasil latihan yang intens dan menyenangkan selama tiga bulan terbayarkan dengan baik di Pocari Sweat Run 2023.


Apa saja tantangan yang dihadapi selama persiapan marathon?

Salah satu tantangan terbesar adalah mengorbankan salah satu hobi saya sejak kecil, yaitu bermain badminton, selama tiga bulan. Saya pernah mencoba untuk berlari di pagi hari dan bermain badminton di malam hari, namun energi saya habis, apalagi jika besoknya harus berlari lagi pada subuh.


Apa yang memotivasi Anda untuk terus maju dan pantang menyerah?

Motivasi saya selama tiga bulan ini adalah semangat untuk menyelesaikan program latihan dengan baik.


Apa pesan Anda bagi mereka yang ingin lari marathon?

Untuk menyelesaikan marathon, dibutuhkan komitmen dan konsistensi. Selama tiga bulan, saya selalu konsisten bangun subuh untuk menyelesaikan program latihan, karena jika diubah ke sore hari, kemungkinan besar akan banyak gangguan dan akhirnya berujung pada pembatalan latihan.



Yulaikha Fatma

Karyawan swasta yang suka lari, berkebun, dan baca buku


"Run your Own Race at Your Own Pace"


Bagaimana perasaan Anda setelah menyelesaikan marathon?

Saya merasa sangat bersyukur telah menyelesaikan race bersama teman-teman dan merasakan sense of accomplishment. Ini memberikan semangat seorang pelari marathon untuk menghadapi segala hal dalam keseharian.


Apa saja tantangan yang dihadapi selama persiapan marathon?

Tantangan fisik selama persiapan marathon yang paling sulit adalah beradaptasi dengan intensitas latihan yang tinggi, yang merupakan sesuatu yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Saya harus mendorong diri sendiri di tengah-tengah kesibukan pekerjaan. Tantangan mental lebih terkait dengan keraguan akan kemampuan diri dalam mencapai target. Untuk tantangan fisik, saya fokus pada train well, rest well, dan eat well. Untuk tantangan mental, berbagi cerita dan semangat dengan teman satu tim di ARC menjadi dorongan yang meruntuhkan keraguan saya.


Apa yang memotivasi Anda untuk terus maju dan pantang menyerah?

Saya mengalami cedera di minggu-minggu terakhir latihan, yang memerlukan perawatan khusus. Ini membuat saya down secara fisik dan mental, tetapi berkat dukungan luar biasa dari rekan-rekan pelari di ARC, saya berhasil bangkit dan berdiri di garis start pada hari perlombaan. Bersama mereka, saya berhasil mencapai Personal Best, dan itu menjadi motivasi besar untuk tidak menyerah.


Apa pesan Anda bagi mereka yang ingin lari marathon?

Menyelesaikan marathon memberikan sense of accomplishment, membawa semangat juang seorang pelari marathon untuk menyelesaikan setiap hal yang kita mulai, dengan penuh dedikasi dan tanpa menyerah di hadapan tantangan. Untuk semua yang ingin mencoba lari marathon, lakukanlah, please do it, start your marathon journey and experience the magical story of yours. 😍





Sungguh benar, marathon tidak hanya sebatas meraih garis finish, tetapi juga mencakup seluruh perjalanan menuju impian dan mengatasi segala hambatan. Dalam setiap langkah yang diambil oleh mereka yang berpartisipasi, terdapat pesan berharga yang mengajarkan bahwa konsistensi, disiplin, kesabaran, dan semangat adalah kunci utama untuk mencapai puncak kesuksesan. Mari kita terus menginspirasi dan menjadikan mimpi-mimpi kita nyata.