Work From Anywhere

Sudah lebih dari 2 tahun Suitmedia bekerja secara remote atau bekerja secara WFA (Work From Anywhere), di mana setiap karyawan boleh memilih untuk bekerja dari kantor atau dari rumah atau dari lokasi workcation masing-masing.


Awalnya kami memutuskan untuk bekerja dari rumah (WFH) sepenuhnya pada bulan Maret 2020 karena mau memitigasi risiko kesehatan sesuai arahan pemerintah di awal pandemi.


Namun setelah melewati masa adaptasi yang tidak mudah (mengubah kebiasaan WFO menjadi WFH tetapi tetap produktif dan efektif), akhirnya kami memutuskan untuk WFA secara permanen.


Berikut ini beberapa lessons learned dari pengalaman Suitmedia bekerja secara remote atau WFA selama lebih dari dua tahun, dan sebelumnya bekerja dengan sistem remote-friendly (boleh bekerja dari rumah seminggu sekali) selama lebih dari delapan tahun.


Source : Buffer


Manfaat WFA bagi karyawan

  • Efisiensi energi, waktu, dan biaya, karena tidak perlu commuting dari rumah ke kantor atau ke tempat klien.
  • Lebih banyak waktu dan perhatian untuk anak, keluarga, hobi, dan hal lain yang lebih penting dari pekerjaan.
  • Lebih bahagia, karena memungkinkan untuk workcation, bisa langsung refreshing setiap hari setelah selesai bekerja.
  • Terhindar dari COVID atau penyakit lainnya di tempat kerja atau di kendaraan umum saat commuting.


Manfaat WFA bagi perusahaan

  • Efektivitas tim meningkat, karena tidak ada waktu dan energi yang terbuang untuk commuting setiap hari kerja.
  • Akses talenta yang lebih luas, karena bisa merekrut SDM berkualitas tanpa batasan wilayah dan status sosial tertentu.
  • Efisiensi biaya sewa kantor, karena sebagian besar karyawan lebih merasa produktif bekerja dari rumah.
  • Mitigasi risiko kesehatan karyawan, jadi seandainya ada yang sakit tidak akan menular secara massal.

My Year in Review: 2021

"The difference between good and great is often an extra round of revision." – James Clear


Year 2021 feels like going very fast. Here we are already in the last day of the year and this is my annual blog post about what happened in my life in 2021, what went well, and what went wrong. I hope we can learn something from this.


January

I was still in Bali, enjoying my long stay there and re-setting my lifestyle. I spent new year's eve by going to bed early like what I usually did while I was there. In the first day of the year, I woke up early and went to Sanur to see the first sunrise of the year and then did running for 5 km. It wasn't that far because I wasn't into running at that time.


I started eating consciously, no diet anymore but everything is well-considered. I started sleeping in scheduled time, going bed early, and waking up early. I started exercising regularly, especially cycling and running. I rode my bike around 973 km while I was staying in Bali.



Lesson learned: I believe new year's resolutions don't work. Habits and systems can. So I focus building good habits and supporting systems, so I can achieve goals. It's not only about work, but also about my physical and mental health.


Tetap Tangguh, Terus Bertumbuh

Selamat Hari Kemerdekaan ke-76! Hari ini kita memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76. Pesan Presiden di tahun ini sangat menarik, yaitu "Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh". Berikut ini kutipan dari naskah lengkap pidato Presiden di sidang tahunan MPR 2021.


Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh, yang menjadi semboyan Bulan Kemerdekaan pada tahun ini, hanya bisa diraih dengan sikap terbuka dan siap berubah menghadapi dunia yang penuh disrupsi.


Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh, hanya bisa dicapai jika kita semua bahu-membahu dan saling bergandeng tangan dalam satu tujuan.


Kita harus tangguh dalam menghadapi pandemi dan berbagai ujian yang akan kita hadapi dan kita harus terus tumbuh dalam menggapai cita-cita bangsa.



Dari pesan Presiden di atas saya belajar ada dua hal yang harus kita miliki di masa-masa seperti sekarang ini, yaitu resilience dan growth mindset.


Resilience

Tahun lalu, tiga bulan setelah pandemi resmi dinyatakan terjadi di Indonesia, saya menulis artikel tentang tiga fase yang akan kita hadapi di masa pandemi (serta bagaimana kita sebaiknya bersikap), yaitu: Reaction, Resilience, Recovery.

  • Pada fase Reaction, yaitu dalam menghadapi krisis kesehatan, kita harus fokus pada sumber daya manusia supaya tetap sehat dan produktif.
  • Pada fase Resilience, yaitu dalam menghadapi perlambatan ekonomi, kita harus fokus pada ketangguhan dan kontinuitas bisnis.
  • Lalu pada fase Recovery, yaitu dalam menghadapi pemulihan ekonomi dan kesehatan, kita harus fokus pada strategi proaktif.


Resilience, dalam bahasa Indonesia, artinya ketangguhan. Menurut KBBI, "tangguh" berarti sukar dikalahkan; kuat; andal. Sementara itu, dalam bahasa Inggris, "resilience" berarti kemampuan untuk menjadi bahagia / sukses kembali setelah suatu hal yang sulit / buruk terjadi.


Resilience ini erat kaitannya dengan passion dan persistence. Dalam bahasa Inggris, "passion" (semangat / gairah) berarti ketertarikan / perasaan yang sangat kuat. Sementara itu, "persistence" (kegigihan / ketekunan) berarti terus ada / eksis melampaui waktu yang biasa dan terus mengerjakan sesuatu meskipun menghadapi kesulitan.