こんにちは. 안녕하세요. Memperoleh visa Jepang dan Korea merupakan langkah penting bagi siapa saja yang ingin mengunjungi kedua negara Asia Timur tersebut. Namun, tidak semua orang tahu bagaimana cara mengurus visa Jepang dengan paspor biasa ataupun mengurus visa Korea secara mandiri.
Dalam artikel ini saya akan berbagi pengalaman saya dalam membuat visa kunjungan wisata berkali-kali (multiple-entry holiday visa) sebagai salah satu persiapan saya untuk mengikuti Tokyo Marathon 2023 dan Seoul Marathon 2023.
|
| Medali Tokyo Marathon & Seoul Marathon |
Visa Jepang
Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebagai syarat pembuatan visa multiple-entry ke Jepang, yaitu:
- Email konfirmasi appointment – lalu datang ke VFS di Kuningan City Mall, Jakarta, sesuai dengan janji temu yang kita buat di website VFS.
- Paspor – yang masih berlaku minimal 6 bulan.
- Formulir pengajuan visa – diunduh dari website VFS (application-form-2023.pdf) dan harus bertandatangan basah.
- Pas foto – ukuran 3,5 cm x 4,5 cm terbaru, dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan, latar belakang warna putih.
- Fotokopi KTP.
- Histori transaksi rekening (bank statements) selama 3 bulan terakhir – sebaiknya ada pemasukan rutin ke rekening tersebut dan memiliki saldo minimal sebesar biaya hidup selama tinggal di Jepang. Contoh: dengan asumsi rata-rata biaya liburan di Jepang adalah $115 per hari, maka untuk satu minggu liburan, kita perlu memiliki saldo minimal 7 x $115 = $805 = Rp 12 juta.
- Surat keterangan kerja – dengan kop surat yang tertulis nama perusahaan, alamat, website, email, dan nomor telepon. Nama orang yang mengajukan visa ditulis secara lengkap beserta dengan kebangsaan, nomor paspor, tanggal masuk perusahaan, jabatan, dan besar gaji bulanan/tahunan. Sertakan juga nama pembuat surat keterangan kerja tersebut, beserta dengan jabatan (misalnya HR Manager), email, dan nomor telepon. Ada tanda tangan basah dan cap stempel perusahaan.
- Surat permohonan visa multiple – dengan alasan yang jelas mengapa perlu datang ke Jepang lebih dari satu kali. Untuk pengalaman saya pribadi, saya butuh masuk ke Jepang sebanyak 2 kali karena ada dua agenda yang waktunya tidak bersamaan, yaitu Tokyo Marathon dan festival sakura.
- Rencana perjalanan – tuliskan tempat wisata mana saja yang mau dikunjungi beserta di mana akan bermalam di kota tersebut.
- [Optional] Tiket pesawat – kalau yakin visa akan disetujui, bisa langsung pesan yang non-refundable supaya lebih hemat.
- [Optional] Bukti pemesanan hotel – bisa pakai receipt dari Booking.com yang masih refundable, jadi ketika nanti ada perubahan rencana, kita masih bisa gampang pindah hotel.
- [Optional] Paspor lama – yang memiliki stiker visa Jepang, visa Schengen (Jerman, Prancis, Italia), atau visa UK / US / Kanada.
- Biaya visa (Rp 650.000) + biaya admin VFS (Rp 182.000) = Rp 832.000 – bisa dibayar dengan kartu kredit/debit.
- Waktu proses sekitar 5 hari kerja – hari pertama dihitung saat pengajuan visa. Saya masukkan berkas pada hari Rabu (25 Januari) dan paspor bisa diambil pada hari Selasa (31 Januari).
Jika Anda sudah memiliki e-paspor, syarat-syarat di atas jadi sama sekali tidak diperlukan karena sudah bebas visa, dan hanya perlu mempersiapkan:
- E-Paspor – yang masih berlaku minimal 6 bulan.
- Buat akun di website Japan Visa Exemption System (JAVES) – lalu ikuti prosedur pengajuan Registrasi Pra-keberangkatan E-Paspor secara online.
FYI, pengajuan visa multiple-entry saya ternyata ditolak Kedutaan Jepang karena saya sama sekali belum pernah berkunjung ke Jepang dan histori visa Schengen (Jerman) saya sudah lebih dari 3 tahun yang lalu. Namun, saya tetap mendapatkan visa double-entry yang mana masih sesuai dengan rencana perjalanan, tiket penerbangan, dan hotel saya.









