Kelas Inspirasi: SDN 2 Pegayaman

Sukasada, sebuah kecamatan di Kabupaten Buleleng, Bali, di mana puluhan relawan Kelas Inspirasi Bali meluangkan waktu dan tenaganya pada hari Sabtu, 4 Mei 2019. Mereka menuju ke enam sekolah dasar untuk berbagi cerita tentang profesinya sambil memotivasi adik-adik di sana untuk berani bercita-cita setinggi langit dan bekerja keras menggapainya. Mereka datang dari berbagai daerah, tidak hanya dari Pulau Bali, dengan tujuan yang sama, berkontribusi pada pendidikan anak Indonesia.

Relawan KI Bali 6 beserta Guru-Guru SDN 2 Pegayaman | πŸ“· by @riswandedik

Saya dan empat belas relawan lainnya akhirnya bertemu untuk kali pertama secara lengkap sehari sebelumnya. Interaksi yang tadinya hanya sebatas percakapan di dunia maya, bersambung ke percakapan nyata secara langsung. Tidak lama bagi kami untuk menyadari bahwa kami beruntung mendapatkan kelompok yang berisi orang-orang baik, yang terinspirasi untuk menginspirasi, dan rela memberikan usaha yang lebih untuk berbagi kebaikan. Meskipun tidak lama waktu kami untuk bersama berbagi ke adik-adik di SDN 2 Pegayaman, rasa persaudaraan itu terasa erat bagi kami.


Tulisan ini merupakan dokumentasi dari apa yang kami rasakan sebagai relawan Kelas Inspirasi Bali yang bertugas di SDN 2 Pegayaman. Semoga bisa menginspirasi rekan-rekan (calon) relawan lainnya untuk sedikit berkontribusi bagi pendidikan Indonesia.

Be kind, be inspired, be magnificent.

Adi Prayogo

Architect / @adi_py

“Cita-cita harus terus diusahakan sebagai harapan untuk mencapai kesuksesan.”

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Kelas Inspirasi Bali?
Ketika kami melakukan survei ke SDN 2 Pegayaman, kami sebenarnya mendapati banyak hal yang kurang ideal, antara lain lokasi sekolah yang berada di tengah perkebunan, akses jalan yang sangat curam, serta kondisi sekolah yang memprihatinkan. Ruang kepala sekolah yang kurang bersih, ruang kelas yang harus disekat-sekat karena banyaknya rombongan belajar, serta ruang perpustakaan yang harus berbagi dengan ruang guru dan tata usaha, cukup menggambarkan begitu padatnya sekolah ini.

SDN 2 Pegayaman memiliki 219 siswa yang berasal dari tiga dusun di sekitarnya. Banyak anak yang berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki selama satu setengah jam, melewati bukit dan jalanan yang terjal, serta tanpa sempat sarapan pagi. Bahkan, ada banyak anak yang tidak sempat pulang ke rumah, karena sepulang sekolah mereka melanjutkan belajar agama dan akhirnya bermalam di masjid. Masyarakat di sekitar SDN 2 Pegayaman memang memiliki budaya yang cukup unik, lingkungan mayoritas muslim di tengah Pulau Bali.

Hal-hal yang kurang ideal tersebut membuat kami, panitia lokal, memutuskan untuk menjadikan SDN 2 Pegayaman sebagai salah satu proyek back to school dengan harapan ada hal-hal ekstra yang bisa kami bagikan seusai Hari Inspirasi. Kami pun menambah personil panitia lokal dan fasilitator ke kelompok ini, serta mencari relawan yang solid untuk mensukseskan Kelas Inspirasi di SD ini.

Apa momen paling berkesan selama Hari Inspirasi?
Meskipun banyak rintangan, anak-anak SDN 2 Pegayaman selalu bersemangat untuk belajar dan bermain di sekolah. Semangat kalian sungguh sangat besar!

Apa harapan Anda untuk pendidikan di Indonesia?
Mari berbagi inspirasi, bahwa pendidikan dan kesuksesan adalah hak seluruh anak. Semoga banyak sosok Habibie baru yang muncul di Indonesia.


Rizki Usaputro

Medical Doctor / @usaputro

“Anak-anak Pegayaman, kalian luar biasa! Kejarlah mimpi kalian, tetap belajar, berusaha, berdoa, dan berbakti pada orang tua!”

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Kelas Inspirasi Bali?
Tidaklah sulit untuk menjelaskan profesi saya karena anak-anak sudah familiar dengan profesi dokter. Namun, ada kejadian lucu ketika anak-anak berlarian ketakutan melihat saya datang ke sekolah. Mereka mengira saya adalah petugas dinas kesehatan yang akan menyuntik imunisasi ke mereka.

Apa momen paling berkesan selama Hari Inspirasi?
Meskipun anak-anak Pegayaman bersekolah di daerah perbukitan dengan akses yang sulit, mereka memiliki berbagai cita-cita mulia yang luar biasa. Ada yang bermimpi menjadi guru, dokter, ustad, polisi, pelukis, dan astronot. Bahkan, ada yang mau jadi YouTuber! Anak-anak itu sudah memiliki modal utama untuk menggapai cita-cita. Tugas kita adalah memberi semangat dan membantu mereka untuk meraihnya.

Apa harapan Anda untuk pendidikan di Indonesia?
Ayo bergabung menjadi relawan Kelas Inspirasi, bersama memberi sumbangsih nyata di pelosok negeri. Cuti sehari kalian akan membekas selamanya di pikiran anak-anak.


Ni Wayan Purnami Rusadi (Emick)

Lecturer / @emick_bee

“Anak-anak SDN 2 Pegayaman, kalian hebat! Jangan pernah takut bermimpi untuk cita-cita kalian ya!”

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Kelas Inspirasi Bali?
Karena ini merupakan Kelas Inspirasi pertama saya, saya lebih banyak persiapan mental untuk kembali mengajar anak-anak SD, serta mengekspresikan diri dengan bahan ajar sesuai kelas dan tema Kelas Inspirasi Bali 6, “Inspiring Nature”.

Apa momen paling berkesan selama Hari Inspirasi?
Ketika mendengar jawaban seorang anak yang cita-citanya ingin menjadi robot (mungkin maksudnya membuat robot), supaya bisa terbang ke Mekah :)

Apa harapan Anda untuk pendidikan di Indonesia?
Bagi calon relawan Kelas Inspirasi, kelola ekspektasi serta jangan pernah berhenti menginspirasi dan terinspirasi.


Ni Luh Agustini (Yuni)

Midwife / @yuniagustini

"Bermimpilah, berdoalah, dan berusahalah hingga dunia bisa dapat kau rengkuh."

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Kelas Inspirasi Bali?
Persiapan saya sebelum Hari Inspirasi tidak begitu banyak, karena profesi saya sebagai seorang bidan sudah tidak asing di mata mereka. Dengan berbekal seragam yang saya kenakan dan alat peraga, anak-anak pun langsung memahami apa profesi saya. Berangkat dengan tekad kuat, berjalan dengan tulus tanpa pamrih.

Apa momen paling berkesan selama Hari Inspirasi?
Masih teringat ketika saya mengobrol dengan salah satu anak di sana bahwa dia ingin mempunyai banyak uang supaya bisa menghidupi keluarga; supaya ibunya bisa berhenti menjadi seorang TKW, dan segera pulang ke Indonesia. Seketika air mata saya menetes.

Apa harapan Anda untuk pendidikan di Indonesia?
Sekecil apapun keterlibatan kita, itu akan lebih besar daripada kita hanya memiliki niat tapi kita tidak melakukan apapun.




Ari Purwanti

Anthropologist / @aiik_rippa

"Apapun yang terjadi, kalian pasti bisa, karena kalian anak yang hebat. Wujudkan cita-cita setinggi bintang. Semesta bersama kalian!”

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Kelas Inspirasi Bali?
Awalnya saya merasa persiapannya akan rumit karena anak-anak mungkin akan sulit memahami profesi saya sebagai seorang antropolog. Namun, akhirnya saya mendapatkan ide untuk menjelaskan ke anak-anak bahwa seorang antropolog itu mengumpulkan foto, video, dan menulis buku tentang berbagai kebudayaan. Untuk alat ajarnya, saya menggunakan peta Indonesia, sambil memperkenalkan beragam bahasa daerah, pakaian adat, rumah adat, dan alat musik tradisional. Saya pun mengajak anak-anak untuk menjaga alam dan ragam budaya di Indonesia.

Apa momen paling berkesan selama Hari Inspirasi?
Ada kejadian lucu ketika anak-anak salah paham dengan maksud saya, misalnya ketika saya tanya suku Badui ada di mana, anak-anak Pegayaman menjawab bahwa Pak Badui tinggal di sebelah timur sekolah. 🀣 Lalu, ketika tebak-tebakan profesi, ada anak yang bilang saya adalah petugas PLN. Namun, yang paling membuat saya terharu adalah ketika mendapati seorang anak yang bercita-cita ingin membahagiakan orang tuanya. 😭

Apa harapan Anda untuk pendidikan di Indonesia?
Yuk melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi anak-anak bangsa. Sekecil apapun tindakan kita, itu sangatlah berharga bagi mereka, dan akan dikenang seumur hidupnya.


Anton Kustanto

Marketing

“Tekun belajar dan mengaji dahulu, cerdas dan dimuliakan dirimu kemudian.”

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Kelas Inspirasi Bali?
Saya mempersiapkan beberapa visual gambar yang menarik perhatian, serta lagu tentang mitigasi bencana, mengingat di daerah Pegayaman pernah jadi gempa.

Apa momen paling berkesan selama Hari Inspirasi?
Ketika melihat anak-anak sangat semangat belajar, serta memiliki hafalan doa dan hafalan Quran yang bagus, padahal mereka tinggal di wilayah yang mayoritas non-muslim.

Apa harapan Anda untuk pendidikan di Indonesia?
Bertutur secara mengalir saja lah mengenai apa yang kita kerjakan sehari-hari di depan anak-anak, dan jangan lupa selingi dengan permainan. Di situlah rekan-rekan relawan akan menemukan rasa nyaman yang hakiki.


Arrum Elvandari

Environmental Consultant / @ella_arrum

“Apapun cita-cita adik-adik SDN 2 Pegayaman, teruskan pendidikan kalian hingga setinggi-tingginya ya. Jangan menyerah! Kakak sayang kalian.” πŸ€—

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Kelas Inspirasi Bali?
Menghadapi anak-anak SD berbeda dengan menghadapi anak-anak SMP atau SMA, jadi menurut saya, butuh persiapan dengan kreativitas yang tinggi. Untuk persiapan mengajar, atau lebih tepatnya menginspirasi anak-anak SD, saya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencari kosakata yang mudah dimengerti. Saya tidak mungkin menggunakan istilah-istilah yang biasa saya gunakan di dunia kerja untuk berkomunikasi dengan anak-anak. Selain itu, saya menggunakan alat peraga berupa gambar, dengan penjelasan yang sederhana, supaya anak-anak lebih tertarik memperhatikan penjelasan mengenai profesi saya.

Apa momen paling berkesan selama Hari Inspirasi?
Ada tiga momen paling berkesan di SDN 2 Pegayaman kemarin. Pertama, karena semua anak di sekolah menganut agama Islam, kali pertama saya masuk ruang kelas di pagi hari, semua anak membaca doa belajar. Hal ini membuat saya terharu, mengingatkan kembali kenangan masa kecil. Kedua, ketika anak-anak mengisi kartu cita-cita dan menuliskan cita-cita mereka adalah membahagiakan orang tua. Terakhir, ketika saya menyampaikan pertanyaan dengan bahasa Indonesia, beberapa anak menjawab dengan bahasa Bali, dan membuat saya bingung.. lalu, kami pun sama-sama tertawa, dan akhirnya mereka mengajari saya kosakata bahasa Bali.

Apa harapan Anda untuk pendidikan di Indonesia?
Berikan inspirasi sepenuhnya dengan niat yang tulus dan ikhlas. Butuh kesabaran tinggi untuk menghadapi anak-anak kecil, terutama usia 6-10 tahun, tapi jika kita menjaga komunikasi baik dengan mereka, kita akan merasakan momen berkesan bersama mereka. Bagi teman-teman relawan dari luar Bali yang ingin menginspirasi adik-adik SDN 2 Pegayaman, sebaiknya sedikit pelajari bahasa Bali supaya bisa ikut bercanda menggunakan bahasa daerah mereka.


Hendra Andi Malaringan

Indonesian Red Cross Society / @andihendraam

“Loncatlah setinggi mungkin dan gantungkanlah mimpimu setinggi angkasa. Semakin tinggi mimpi yang kamu punya, semakin besar pencapaian yang akan kamu dapat. Belajar yang rajin, berdoa, dan patuhlah kepada Bapak, Ibu, dan guru-guru di sekolah. Kelak kamu akan menjadi orang-orang yang membawa kemajuan bangsa ini. Terus semangat, adik-adik Pegayaman! Kakak bakal merindukanmu.” πŸ€—

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Kelas Inspirasi Bali?
Saya mempersiapkan alat peraga sederhana yang berperan sebagai penolong korban ketika ada bencana alam, alat perlindungan diri sederhana, masker, sarung tangan lateks, dan helm penolong. Tidak lupa juga, sejuta mimpi untuk anak-anak di Pegayaman.

Apa momen paling berkesan selama Hari Inspirasi?
Ketika saya mengajar di kelas 6, adik-adik mengajari saya bahasa Bali secara berulang-ulang karena pelafalan yang saya ucapkan berbeda. Sesekali kami pun tertawa bersama. Anak-anak di Pegayaman sungguh sangat luar biasa.

Apa harapan Anda untuk pendidikan di Indonesia?
Anak-anak Indonesia butuh kamu untuk lebih maju lagi. Ayo bergabung bersama di gerakan Kelas Inspirasi.




Adik ini namanya Pantan, Pantan salah satu siswa di SD Negeri 2 Pegayaman ,Buleleng-Bali. Beberapa kali hadir menghampiriku ketika jam istirhat, berlari dan sesekali tersenyum. Terakhir dia berlari menghampiriku dan dengan sigap aku merangkulnya. Aku : Hai pantan kalau udah gede pantan mau buat apa sih , mau jadi apa? Pantan: aku punya 7 cita-cita kak! Aku : emang cita2nya apa aja?πŸ™„ pantan : sambil senyum cengengesan kembali berlari sambil sesekali dia melirik kakak relawan yang sedang istirahat. Pantan pun kembali dengan buku di tangan kanannya, dan kembali menghampiriku, kulihatnya sampul buku itu ternyata bergambar astoronot yang lagi mendarat di bulan, kak saya mau jadi astronot kalau udah besar dengan lantang Pantan memberi tahu kami, langsung aku nanya ke pantan, emang kenapa kamu mau jadi astronot? Dia menjawab dengan jawaban simpel , aku mau bermain di bulan kakπŸ˜„. Pantan merupakan potret Anak Indonesia yang di segala keterbatasan di daerahnya bukan penghalang buat tetap semangat dalam menuntut ilmu serta meraih cita-cita hingga kelak bisa menjadi anak Indonesia yang bakal mengharumkan Nama Indonesia, Maju terus sistem pendidikan di Indonesia, Aku datang aku pasti kembali,tunggu aku kembali di pegayamanπŸ˜‡ #kelasinpirasibali6 #kelasinspirasi #kementerianpendidikan #bali #citaanaknegeri #kib6 πŸ“· @izzulfitrah
A post shared by Hendra Andi Malaringan (@andihendraam) on

Massa Ratri Nikmatur Rochmah

Architect / @massa_ira

“Percaya dan yakinlah, bahwa suatu saat cita-cita dan keinginanmu pasti terwujud.”

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Kelas Inspirasi Bali?
Beberapa hari sebelum Hari Inspirasi saya menyiapkan barang-barang yang nantinya akan menjadi media saya dalam menjelaskan dan mempraktikkan apa saja yang seorang arsitek lakukan. Tidak lupa saya membawa gambar beberapa arsitek hebat di Indonesia dan hasil karya arsitekturnya.

Apa momen paling berkesan selama Hari Inspirasi?
Perhatian mereka terhadap apa yang saya sampaikan tentang profesi seorang arsitek, bagaimana awal saya memiliki keinginan untuk menjadi seorang arsitek, serta apa saja yang saya lakukan sampai akhirnya saya bisa menjadi arsitek seperti saat ini.

Apa harapan Anda untuk pendidikan di Indonesia?
Untuk para inspirator hebat, sampaikan dengan bangga profesi yang ditekuni. Ceritakan pada adik-adik kita bagaimana perjuangan dalam menggapai impian, yang pastinya tidak lepas dari yang namanya “Belajar”, karena Indonesia butuh orang-orang hebat dari berbagai bidang.



Siska Agnes Nainggolan

Sales Manager / @chikanenggolan

“Tetap sehat, semangat belajar, berlatih, dan berdoa. Kalau sudah pintar, mau apa saja, Cenik Gae To!”

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Kelas Inspirasi Bali?
Sederhana saja, saya mempersiapkan beberapa gambar menarik yang erat kaitannya dengan komponen pekerjaan sehari-hari saya. Lalu, mempersiapkan konsep permainan peran untuk praktiknya.

Apa momen paling berkesan selama Hari Inspirasi?
Ada dua momen. Pertama, ketika saya menjelaskan profesi saya di kelas 2, ada seorang siswa yang malah makan es krim di kelas. Namun, kemudian dia bersedia bermain peran untuk menawarkan es krimnya ke teman-teman yang lain, seolah-olah sedang dalam aktivitas jual-beli. Persis seperti keseharian profesi saya. Lalu, di kelas 4B ketika saya menjelaskan keterbatasan pendidikan dasar saya dan proses hingga saya bisa menempuh pendidikan Perguruan Tinggi, salah seorang siswa bertanya, "Gimana caranya biar bisa dapat beasiswa, Kak?" Terharu melihat antusiasmenya, saya merasa cerita saya benar-benar berpengaruh.

Apa harapan Anda untuk pendidikan di Indonesia?
Jika kita punya kesempatan menikmati pendidikan yang baik – sekaligus menerima banyak kebaikan dalam hidup karena terdidik – itu adalah anugerah. Meneruskan anugerah itu adalah amanah.


View this post on Instagram

03 Mei lalu, aku berkesempatan bertemu dengan 14 orang hebat nan baik hati, dari sekian banyak orang baik di Bumi. Tidak berlebihan rasanya, jika aku harus mengakui dua hari bersama mereka sangat berkesan. Baru sepekan berlalu, sudah rindu. Rinduku bukan hanya untuk bertemu, tapi juga me-nyata-kan bicara. Iya, belakangan kami sering bicara untuk kembali ke @sdn2pegayaman, bersama-sama membantu memberikan fasilitas sekolah yang layak, karena banyak cita-cita (sudah) dimulai disana. . Mereka perlu kita. Kami perlu lebih banyak orang baik. Jika berkenan, mari bergerak dan berbagi bersama. Untuk informasi terkait hal ini silahkan mengikuti akun Instagram @sdn2pegayaman . . Be Kind. Be Inspired. Be Magnificent. . #ceritatentangpegayaman #kelasinspirasi #kelasinspirasibali #kib6 #sharingiscaring πŸ“Έ : @izzulfitrah

A post shared by Siska Agnes Nainggolan (@chikanenggolan) on


I Gede Riswandinatha Karyadi

Medical Doctor / @riswandidedik

“Jangan takut, jangan menyerah, karena rintangan pasti akan kalah.”

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Kelas Inspirasi Bali?
Karena ini merupakan kali pertama saya ikut Kelas Inspirasi, maka persiapan mental tentunya menjadi yang utama. Selain itu, saya juga mempersiapkan alat dokumentasi dan mencari contoh-contoh foto dokumentasi sebagai inspirasi.

Apa momen paling berkesan selama Hari Inspirasi?
Semua momen berkesan. Meskipun sebagai relawan dokumentasi saya tidak mengajar di kelas, saya sungguh merasakan semangat anak-anak SDN 2 Pegayaman yang ingin menggapai cita-citanya. Aura semangat mereka pun sangat terpancar ketika mengibarkan bendera merah putih.

Apa harapan Anda untuk pendidikan di Indonesia?
Mari ajak generasi penerus kita untuk menggapai cita-cita mereka, untuk menuju masa depan bangsa yang lebih baik.



Izzul Fitrah El Qaderie

Photographer / @izzulfitrah

“Jangan pernah menyerah terus lampaui batas dirimu.”

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Kelas Inspirasi Bali?
Saya melihat kembali foto-foto dari relawan dokumentasi lainnya, supaya ada ide-ide baru yang bisa saya lakukan di Hari Inspirasi.

Apa momen paling berkesan selama Hari Inspirasi?
Ketika saya bertanya kepada salah satu adik di SDN 2 Pegayaman, “Cita-citamu apa?” Dia menjawab, “Ingin menjadi dokter”. Kemudian saya tanya kembali, “Kenapa ingin jadi dokter?” Dan adik ini menjawab, “Supaya nanti kalau ayah, ibu, atau saudara aku sakit, aku yang mengobatinya, kak.” Di situ saya langsung terenyuh, mendengar jawaban adik ini.

Apa harapan Anda untuk pendidikan di Indonesia?
Teruntuk teman-teman yang sudah rela meluangkan waktunya untuk bercerita dan berbagi di ruang-ruang kelas, saya ucapkan terima kasih. Saya percaya masih banyak orang baik yang peduli dengan pendidikan. Semoga bisa berjumpa kembali di waktu dan ruang lainnya. Mari bersama-sama kita besarkan Kelas Inspirasi.



Marian Devina

Barista / @kevinmariann

“Halang rintangan sudah pasti ada. Yang perlu dilakukan adalah memilih: maju ke depan, atau berhenti di tempat. Tidak ada pilihan untuk mundur, karena hidup akan selalu berputar. Berusaha untuk diri sendiri, kemudian bantulah orang lain untuk sejajar denganmu.”

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Kelas Inspirasi Bali?
Saya cari referensi foto-foto relawan Kelas Inspirasi di berbagai wilayah lainnya, serta mengoptimalkan kamera yang dipunya.

Apa momen paling berkesan selama Hari Inspirasi?
Menyadari bahwa mereka sudah merasa cukup dengan apa yang dipunya dan yang dijalani, sedangkan kita sebagai orang luar menganggap bahwa mereka berkekurangan. Namun kita pun perlu memotivasi adik-adik supaya mendapat kehidupan yang lebih layak, akses pendidikan yang lebih baik, dan membantu desa mereka untuk lebih maju di kemudian hari.

Apa harapan Anda untuk pendidikan di Indonesia?
Observasi, resapi, dan hargai momen yang kamu dapatkan ketika berinteraksi dengan adik-adik. Lihat dari sudut pandang mereka, bahwa setiap hal itu adalah hal baru dan memberi pengalaman, apapun itu.



Erika Kurnia

Journalist / @erikaparamisora

“Beranilah berekspresi dan percayalah pada hati nurani kalian.”

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Kelas Inspirasi Bali?
KI Bali 6 menjadi alasan saya untuk memanfaatkan cuti pertama di tempat saya bekerja. Hal itu terpikir bahkan saat saya baru akan mendaftar. Setelah mengetahui saya diterima sebagai relawan dokumentator, saya pun semakin mantap untuk mengambil cuti cukup panjang demi bisa mengerjakan tugas saya sebagai dokumentator. Syukurnya lagi, semesta pun mendukung dengan memungkinkan saya untuk mempunyai kamera baru! Sebelum Hari Inspirasi, menonton video dokumentasi Kelas Inspirasi di YouTube dan bacaan seputar lokasi inspirasi, yakni Desa Pegayaman, Bali, jadi makanan sehari-hari.

Apa momen paling berkesan selama Hari Inspirasi?
Awalnya, saya tidak berekspektasi lebih pada anak-anak di SDN 2 Pegayaman, dengan mengetahui kondisi geografis dan sosial sekolah – seperti yang diinfokan teman-teman panitia lokal. Namun, setelah menyaksikan mereka berinteraksi dengan para relawan pengajar, demikian saya sendiri, saya takjub dengan kecerdasan dan keaktifan mereka. Salah satu momen yang paling berkesan bagi saya adalah ketika Kak Arrum, relawan pengajar yang berprofesi sebagai konsultan lingkungan, menunjukkan gambar hasil pencemaran plastik terhadap makhluk laut kepada anak-anak kelas dua. Banyak dari mereka bisa menyebutkan dengan tepat hal yang berkaitan dengan potret gambar yang mereka lihat. Padahal, saya mengira mereka tidak akan terlalu paham dengan laut karena mereka tinggal di lingkungan perkebunan.

Apa harapan Anda untuk pendidikan di Indonesia?
Saya pikir, keberhasilan setiap profesional di karirnya masing-masing tidak terlepas dari pengalaman mengenyam pendidikan di sekolah dasar. Setiap warga yang pernah menikmati fasilitas pendidikan di dalam negeri, kiranya perlu terus mengawal keberlangsungan pendidikan – yang akan terus dimanfaatkan generasi-generasi di bawah kita.

Mengikuti Kelas Inspirasi bisa menjadi salah satu cara untuk kita mengawasi keberlangsungan itu dengan menjadikan pengalaman kita di masa lalu dan pengamatan kita di masa kini sebagai tolak ukur. Tidak hanya itu, kita pun bisa terjun langsung memperbaiki kondisi pendidikan di sekolah yang kita inginkan melalui kegiatan lain di luar Hari Inspirasi.




Teaser Video Kelas Inspirasi Bali 6 di SDN 2 Pegayaman . Sepuluh relawan pengajar bertemu dengan sebagian dari 219 siswa yang bersekolah di sana. Ada dosen @emick_bee dan konsultan lingkungan @ella_arrum yang sama-sama mengajari tentang kepedulian lingkungan, ada arsitek @massa_ira, konsultan TI @anggriawan_s, antropolog @aiik_rippa, insan PMI @andihendraam, pak dokter @usaputro dan bu bidan @yuniagustini, sales dan marketing @chikanenggolan dan oom Tonn (yang nggak punya IG). . Kesehariannya, seluruh siswa terbagi dalam enam kelas dan 10 rombongan belajar. Kurangnya kelas membuat mereka belajar di dalam kelas yang disekat, perpustakaan, bahkan ruang guru. Kebanyakan dari mereka memiliki orangtua yang berlatar belakang lulusan SD dan bekerja sebagai penggarap lahan perkebunan cengkeh. Tapi, nggak disangka, anak-anak di sana pinter-pinter dan aktif luar biasa 🀯 Sejak di daerah sana dibangun SMP (sekitar 2011), menurut kepala sekolahnya, banyak anak-anak Pegayaman yang mau terus sekolah. . #KIBali6 @sdn2pegayaman Video: kolaborasi dgn @adi_py + pilot drone @izzulfitrah
A post shared by Erika Kurnia (@erikaparamisora) on





Anggriawan Sugianto

IT Consultant / @anggriawan_s

“Apapun cita-citamu, jadilah orang baik. Dan lakukanlah yang terbaik.”

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Kelas Inspirasi Bali?
Saya memilih menggunakan istilah “Insinyur Komputer” untuk menjelaskan profesi saya sebagai konsultan IT ke anak-anak SDN 2 Pegayaman. Saya menyiapkan materi ajar berupa slide presentasi yang banyak menggunakan visualisasi gambar dan video. Selain itu, saya juga mengajak anak-anak bermain Lightbot, game sederhana yang mengajarkan algoritma berupa instruksi yang dimengerti oleh komputer.

Apa momen paling berkesan selama Hari Inspirasi?
Ketika saya mendapati anak-anak kelas 1 dan 4 sangat antusias mendengarkan cerita saya, dan ketika mereka mampu memecahkan teka-teki prosedural di game Lightbot, itulah momen-momen paling berkesan di KI Bali. Saya merasa terinspirasi ketika bertemu dengan anak-anak yang tetap semangat belajar dan penasaran dengan hal-hal baru, meskipun infrastruktur sekolahnya tidak dalam kondisi terbaik.

Apa harapan Anda untuk pendidikan di Indonesia?
Semoga semakin banyak profesional sukses yang peduli dengan kondisi pendidikan di Indonesia, khususnya di daerah-daerah yang masih tertinggal, dan semoga semakin banyak aksi nyata untuk saling berbagi dan membantu mereka yang membutuhkan.


Epilog..
Tim relawan Kelas Inspirasi Bali di SDN 2 Pegayaman berkomitmen untuk mengadakan program Back-to-School (BTS) yang dibagi menjadi dua fase. Pertama, buka puasa bersama anak-anak SDN 2 Pegayaman yang akan diadakan pada hari Sabtu, 18 Mei 2019. Selain buka puasa bersama, kami juga berencana memberikan donasi perlengkapan yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di sana, antara lain tempat sampah, lampu, alat-alat UKS (kotak obat & P3K), serta alat-alat olah raga dan pramuka. BTS yang kedua akan dilaksanakan menyusul karena membutuhkan sumber daya yang lebih besar. Berdasarkan interaksi kami selama persiapan dan pelaksanaan Kelas Inspirasi di sana, SDN 2 Pegayaman membutuhkan perpustakaan, toilet, sekat antar kelas, dan railing tangga yang lebih baik.

Kami sangat terbuka jika ada rekan-rekan yang ingin ikut berkontribusi dalam program Back To School SDN 2 Pegayaman, baik itu dalam bentuk keikutsertaan langsung, donasi buku, donasi uang, ataupun referral sponsor, baik ke pemerintah daerah maupun ke program CSR perusahaan. Jika ada pertanyaan apapun, bisa disampaikan di komentar tulisan ini atau melalui Instagram @sdn2pegayaman. Semoga semakin banyak orang baik yang peduli pendidikan di pelosok daerah, dan semoga anak-anak di Pegayaman semakin termotivasi untuk belajar dengan lebih semangat dan sukses mencapai cita-citanya. Astungkara.

"Aku terinspirasi, aku menginspirasi!" | πŸ“· by @riswandedik

No comments :