Kelas Inspirasi: SLB Negeri 7 Jakarta

Senin pagi, 17 September 2018, sebanyak 61 relawan dari berbagai profesi dan latar belakang berkumpul di SLB Negeri 7 Jakarta untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak berkebutuhan khusus. Hari itu mungkin pertama kalinya bagi sebagian kami untuk berinteraksi dengan anak-anak sekolah dasar, menjelaskan profesi kami dengan bahasa yang sederhana, yang mudah dipahami oleh anak-anak. Dan yang pasti, hari itu adalah pertama kalinya bagi hampir semua relawan kelompok kami untuk berinteraksi dengan anak-anak berkebutuhan khusus. Kelas Inspirasi Jakarta 7 menjadi sebuah tantangan yang berbeda bagi kami semua, baik relawan baru maupun relawan yang sudah berpengalaman di kegiatan KI.


Tulisan ini dibuat sebagai bentuk dokumentasi atas apa yang setiap kami rasakan saat berbagi tentang profesi kami, yang ingin kami bagikan ke lebih banyak orang.

Relawan Kelas Inspirasi SLB Negeri 7 Jakarta – πŸ“· by @harapan_daeli

Addina Ayuningtyas

Preschool Teacher / @addinaaaaa

Alhamdulillah, perasaannya senang, bahagia, bersyukur, dan mengharu biru.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Saya mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai anak berkebutuhan khusus, mencari referensi kegiatan yang biasa mereka lakukan, dan mempersiapkan bahan ajar. Sebagai guru prasekolah, saya memilih untuk mengajarkan bentuk dan warna kepada anak berkebutuhan khusus, dengan perlengkapan dari karton, kertas krep, spidol, dll.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Sebelum upacara dimulai, saya menyapa salah seorang anak yang sudah saya kenal, yang mana kami sempat bertemu saat survei beberapa hari sebelum Hari Inspirasi. Saya bilang, “Hai, kita pernah ketemu lho!”, saya kira anak itu akan lupa, tapi ternyata dugaan saya salah, anak itu menjawab, “Nanti dandan-dandanan lagi ya!”, saya baru ingat waktu survei itu saya masuk ke kelas keterampilan tata rias wajah, dan saya sempat mendandani anak tersebut. Ya Allah, saya terharu, yang pelupa justru saya. 😣

Kejadian kedua adalah saat saya memasuki kelas pertama, kelas 1 tunagrahita. Saya senang sekali bertemu anak-anak hebat di dalamnya, mereka antusias bernyanyi dan berjoget bersama. Ada salah satu anak tiba-tiba berkata, “Ibu, boleh foto ngga?” Saya dengan berat hati berkata, “Nanti ya 😊” karena memang tidak diperkenankan menggunakan HP saat mengajar di kelas. Saat kelas yang usai dan saya berpamitan, anak itu berkata, “Kenapa Ibu pergi?” Kemudian dia menundukan kepalanya. Duh, saya jadi terharu.

Sabar dan tulus, kata-kata itu yang menggambarkan guru-guru SLB Negeri 7.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Belajar itu bisa dari siapa saja dan di mana saja. Ilmu yang dibagikan insya Allah akan berdampak besar bagi orang lain. Berniatlah untuk dapat membangun negeri, salah satunya dengan peduli akan pendidikan anak-anak, generasi penerus bangsa.

Adi Sofyana Latif

Banker / @raizo_okuno

Setiap saya mengajar pasti saya merasa ada kepuasan batin tersendiri yang tidak bisa dibayar dengan materi. Bahagia, lega, dan banyak bersyukur atas nikmat yang telah diberikan kepada saya.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Persiapan pertama yaitu mengikuti pertemuan kelompok baik virtual maupun offline. Alhamdulillah, dalam perjalanan persiapan saya banyak dapat ilmu dari rekan-rekan relawan, mulai dari belajar bahasa isyarat untuk lagu "Laskar Pelangi" sampai menari lagu "Chicken Dance". Setelah memikirkan konsep pembelajaran untuk dijelaskan ke anak-anak berkebutuhan khusus sambil berdiskusi sama kedua ketua kelompok (kak Lisfah dan kak Ayu), didapatlah konsep dengan tema menabung. Untuk itu saya siapkan berbagai properti ajar, antara lain celengan, uang mainan, puzzle kecil, laptop, uang kertas asli, dan uang koin asli.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Pada saat anak-anak dikasih uang mainan, mereka senang banget sampai tangan mereka diangkat ke atas dan bilang "Hore!" Selain itu, alhamdulillah guru-gurunya ramah, sopan dan membantu saya dalam berkomunikasi dengan anak-anak tunarungu.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
"Apapun yang dilakukan oleh seseorang itu, hendaknya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, bermanfaat bagi bangsanya, dan bermanfaat bagi manusia di dunia pada umumnya." – Ki Hadjar Dewantara. Jadikan pengalaman atau ilmu yang Anda punya agar bermanfaat untuk orang lain.

Aditiawarman

Photography Enterpreneur / @aditiashj

Luar biasa, ini Kelas Inspirasi terbaik yang pernah saya ikuti.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Saya perlu banyak browsing mencari informasi cara berkomunikasi yang baik dengan anak-anak berkebutuhan khusus.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Ketika anak-anak SLB Negeri 7 tetap berusaha menyampaikan cita-cita dan harapan mereka, meskipun dengan susah payah. Serta ketika saya melihat kesabaran guru-guru menghadapi anak-anak berkebutuhan khusus.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Kamu tidak harus menjadi guru untuk memberikan ilmu kepada anak-anak, tapi dengan bercerita bagaimana caranya mencapai cita-cita dengan cara jujur, semangat, pintar, pantang menyerah. Itu sudah salah satu cara.


Alif Quita Nopianti

Illustrator / @quitanp

Campur aduk sekali! Terharu dan ikut terinspirasi dengan semua yang saya saksikan selama Hari Inspirasi, rasanya istimewa. Saya sering melihat orang-orang mengeluhkan tugas-tugas yang diembannya, tapi kemarin saya bertemu dengan para relawan yang amat mencintai pekerjaannya dan begitu ingin menularkan yang sedang ditekuni untuk menjadi cita-cita adik-adik di sekolah. Bertemu dengan guru-guru yang tulus, hangat, dan sabar. Anak-anak yang patuh, baik, dan bersemangat, benar-benar spesial!

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Persiapan saya untuk Hari Inspirasi pastinya seperti rekan-rekan relawan yang lain, belajar bahasa isyarat, cari tahu tentang cara berinteraksi dengan anak berkebutuhan khusus, dan juga bahan ajar yang memungkinkan untuk dipakai. Banyak ditolong oleh rekan-rekan relawan lain yang rajin berbagi ilmu dan ide di group chat, terutama Kak Ayu & Kak Lisfah sebagai ketua kelompok yang selalu memastikan kami semua punya kesiapan yang sama. Kebetulan segala persiapan ini baru bisa saya mulai di H-3. Hari-hari sebelumnya saya hanya bisa menangis sambil bekerja, takut mengecewakan, tapi tidak ingin mundur juga.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Kemarin dapat 1 kelas tunarungu yang tidak ada gurunya. Kami sama-sama kesulitan berkomunikasi, tapi adik-adik di kelas saya tidak kecil hati dan terus berusaha membuat saya mengerti. Padahal baru bertemu, hanya sebentar pula dan besoknya mungkin tidak bertemu lagi, tapi mereka bersedia untuk tidak menyerah kepada saya yang bukan siapa-siapa ini 😊 Semua momen bersama guru-guru di SLB Negeri 7 yang kutemui adalah momen yang berharga untukku. Hangatnya masih terasa sampai sekarang.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Jangan ragu-ragu untuk ikutan Kelas Inspirasi. Kamu akan terkejut menemukan dirimu ikut terinspirasi dan jatuh cinta lebih jauh dengan dunia pendidikan, juga dengan pekerjaanmu. Siap-siap menangis setelahnya kalau dulu pernah badung sama guru. Selamat menginspirasi!


Anashia Merliana

Architect / @anashiamerliana

Perasaan saya sangat campur aduk, dari senang, terharu, bahagia, sampai sedih harus berpisah dari adik-adik SLB Negeri 7 dan teman-teman di "Kelurahan Bahagia". Walaupun saya jarang nimbrung, saya sering mentertawakan chat di grup loh 😁

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Awalnya sangat excited ketika saya ikut Kelas Inspirasi ini. Artinya saya punya kesempatan untuk menjelaskan pekerjaan sebagai arsitek yang saya jalani setiap harinya. Kebetulan saya mengajar kelas tunarungu, seketika saya langsung bingung bagaimana cara berkomunikasi. Namun setelah dilakukan, ternyata mengajar adik-adik tunarungu sangat menyenangkan karena mereka begitu tertarik dengan pekerjaan saya.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Ketika melihat adik-adik kelas 7 tunarungu mengerjakan puzzle yang saya siapkan. Mereka otomatis membentuk kelompok dan berkompetisi. Sangat menyenangkan melihat adik-adik berkompetisi. Selain itu, ketika mengikuti upacara, hampir sepanjang upacara saya menangis. 😭 Kak Uci dan Kak Iqbal menjadi saksinya. Pada upacara penutupan tak terduga saya bertemu kembali dengan adik yang sering mengejar saya dari pertama survei, dan saat itu dia selalu menggandeng tangan saya πŸ˜„

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Saya masih jauh dari kata baik untuk mengajar. Tapi mengajarlah dengan hati, ikhlas, dan berbahagia. Bukan seberapa penting hasilnya tapi proses dari belajar tersebutlah yang terpenting.

Andre Loong

Musician / @kokoloong

Mengajar SLB pertama kali membuat saya banyak belajar tentang siapa sih yang normal sebenarnya?

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Anak tunagrahita yang bisa begitu tulus dan polos langsung percaya pada kita yang baru saja ditemui mereka tanpa rasa curiga. Anak tunarungu yang bisa mendengar jiwa dari lagu yang kumainkan dan tunanetra yang melihat keindahan dunia lewat cahaya jiwanya. Sungguh suatu pengalaman yang tak terlupakan.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Singkat keinginan saya untuk orang lain hanya cobalah melihat seperti tunanetra melihat dan mendengar lebih tajam seperti tunarungu, bahkan tak perlu kita membanggakan prestasi kita dibandingkan anak tunagrahita, hanyalah sandingkan jiwamu dan jiwanya dan nilailah siapa yang normal itu sebenarnya.



'Jangan sampe nangis ya kak Andre!' Jelas @mariahg203 mengingatkanku sebelum @ki_jakarta ke7 dimulai. . Tapi apa daya aku kalah taruhan ini di kelas tunagrahita karena anak-anak ini langsung datang memelukku tanpa keraguan walau hari itu kali pertamanya kita bertemu. Apalagi waktu aku hendak mengakhiri kelas dan menyelesaikan lagu terakhir untuk mereka dan lambaian tangan mungil mereka yang takrela melepaskanku mengiri langkahku keluar kelas. . Aku meninggalkan kelas ini dengan tanda tanya besar 'Siapa yang normal?' Sejak lahir kita hanya punya kepercayaan pada semua manusia dan semua keindahan yang diciptakan Tuhan namun seiring perjalanan hidup kita yang katanya penuh 'asam garam', kecurigaan dan semua hiruk pikuk negatif hidup ini memenuhi kepala kita hingga menggantikan semua kebaikan surga. . Tapi yang jelas mereka yang dikategorikan berkebutuhan khusus dan tunagrahita ini malah memilih untuk menjaga warisan surgawi dan hidup di dunia yang sudah jatuh ini dengan semua kehancurannya. Akhirnya minoritas ini harus menerima kenyataan jika mereka harus berada di dalam kelompok 'abnormal'. . Entahlah mana yang benar tapi ada baiknya kita berpikir sejenak 'Jadi siapa yang normal?' . . . πŸ“Έ @mak_ren makasih kak. Passss banget momennya
A post shared by Andre Loong (@kokoloong) on

Anisa Nurhidayah

Dancer / @anisasutoyo

Perasaan yang campur aduk, sulit untuk diungkapkan karena banyak hal yang menyentuh hati. Menjadi inspirator bagi anak-anak berkebutuhan khusus adalah suatu pencapaian yang luar biasa. Bukan karena merasa mampu menyelesaikannya, namun karena mendapatkan pesan moral kepada diri sendiri, bahwa semangat untuk belajar mereka sangat luar biasa, kekurangan yang mereka miliki bukan menjadi penghalang untuk terus mengasah potensi dirinya. Keramahan anak-anak saat berinteraksi di kelas pun menjadi candu bagi saya, ditambah dengan kerja sama yang penuh kekeluargaan dengan para relawan di kelompok 5, sungguh candu πŸ€—

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Persiapan yang panjang, menguras pikiran dan tenaga tetapi sangat menyenangkan dan menantang ini, dimulai dengan pemilihan tarian apa yang akan diajarkan dengan mempertimbangkan kesederhanaan gerakan dan melodi lagu tari yang ceria agar terkesan mengajak. Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut, tari ondel-ondel menjadi pilhanku untuk mengajari anak-anak berkebutuhan khusus. Selain itu, kostum yang dikenakan pun diatur dengan memadukan warna-warna yang mencolok "baju none berwarna merah, selendang kuning, kain betawi biru dan blanteg" agar menarik perhatian anak-anak. Sedikit demi sedikit sambil mencuri-curi waktu di sela-sela pekerjaan utama, mempelajari bahasa isyarat dan cara menghadapi anak-anak berdasarkan kebutuhan khususnya yang telah disampaikan oleh kak Lisfah di group WhatsApp KI Jakarta warga Kelurahan Bahagia.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Momen yang paling berkesan saat berinteraksi dengan anak-anak berkebutuhan khusus di kelas adalah keramahan mereka yang tiada duanya dan selalu berani mencoba. Kebetulan kelas yang saya masuki sebagian besar adalah kelas tunagrahita dan di salah satu kelas tersebut saya menemukan satu anak bernama R* yang pandai menari, layaknya penari pada umumnya, gerakan yang gemulai dan selalu tersenyum selama menari. R* pun mau menari dua kali, pertama bersama teman-teman, dan kedua kalinya R* menari bersama saya πŸ€—. Di akhir sesi mengajar, saya membantu R* untuk menulis apa cita-citanya saat besar nanti di sertifikat penghargaan. Dia menjawab dengan tegas sembari tersenyum manis, "Penari, Bu."

Momen paling menyentuh di luar kelas yang tak kan terlupakan yaitu saat kegiatan Hari insipirasi sudah ditutup. Beberapa anak sedang menunggu orang tua nya untuk dijemput, saya keluar dari aula untuk membuang botol minuman kosong, lalu tiba-tiba ada yang memanggil nama saya 5 kali, "Bu Anisa!", saya jawab "Halo Nak!", dia pun datang kepada saya dan berkata "Ibu, I* mau salim sama ibu Anisa, dadah bu Anisa.. I* pulang", saya tersentuh, dia masih mengingat nama saya sedangkan saya lupa di kelas mana I* kuajar πŸ€—

Interaksi yang sangat berkesan dengan guru adalah saat salah satu ibu guru mengikuti gerakan tari saya, bukan hanya membantu mengarahkan, tapi ibu guru itu juga mau menari bersama saya untuk kedua kalinya lagu diputar sembari anak-anak menonton di kursi masing-masing dan menggoyangkan tangan megikuti alunan musik 😊 keramahan yang tiada duanya πŸ˜‰

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Anak-anak Indonesia layaknya juga anak-anak di negara maju memiliki potensi-potensi yang sangat luar biasa. Tugas kita bukan lagi menyampaikan atau mengenalkan "satu arah" mengenai profesi kita, tapi lebih kepada "bermain bersama" sehingga pesan kita lebih tersampaikan. Hal yang terpenting adalah bagaimana cara membukakan pintu kepada mereka bahwa profesi yang dikenalkan kepadanya "Apakah sesuai dengan minat dan bakatnya?" πŸ˜‰

Ariza Aryani Putri

Recruitment Consultant / @arizaaryani

Bahagia luar biasa dan ketagihan buat mengajar adik-adik spesial itu lagi. Semoga kelak ada lagi kesempatan untuk berinteraksi dengan mereka.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Belajar bahasa isyarat. Susah. Kebolak balik. Bahkan saya sempat bingung recruitment consultant di bahasa isyarat jadi apa. Saya tanya ke teman yang tunarungu pun dia tidak tahu. Selebihnya saya maksimalkan dengan diskusi sana-sini serta riset di internet tentang metode yang memungkinkan. Sesuaikah eksekusi dengan rencana? Sudah pasti tidak. Bahkan saya sampai speechless tidak menyangka sesulit ini menjelaskan kepada mereka tentang profesi saya. Tapi dengan ketidaksesuaian tadi, banyak hal yang menginspirasi dan memberikan pembelajaran.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Di salah satu kelas tunarungu, saya kehabisan ide mau ngomong apa lagi, alhasil saya kasih tugas mewarnai. Ketika mengerjakan tugas itu, mereka berebut minta diperhatikan dan dipilihkan warnanya. Bahkan mereka sempat mau tidak istirahat makan demi menyelesaikan tugas tersebut. Saya terharu mereka sangat totalitas dan antusias dalam menyelesaikan tugas mewarnai tersebut, meskipun saya tidak menjanjikan hadiah apapun. Setelah selesai acara penutupan, dipeluk oleh salah seorang adik tunarungu juga menjadi salah satu hal berkesan. Padahal dia diam saja di kelas sewaktu saya mengajar. Kata guru kelasnya, tingkat kecerdasannya kurang dibanding yang lain, saya pikir dia tidak akan ingat bahwa saya pernah mengajarnya. Namun di luar perkiraan, setelah acara penutupan selesai dia memanggil dan memeluk saya. Cukup lama saya dipeluknya dan saya pun terharu. Saya mau minta foto bareng tapi sudah komitmen bersama untuk tidak ambil foto adik-adik di sana. Jadi saya hanya bisa mengingat dia dalam benak saja dan berdoa semoga adik itu menjadi orang yang sukses kelak, mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Amin.

Momen berkesan lainnya adalah ketika berdiskusi dengan salah satu guru kelas tunarungu yang ternyata juga guru teman difabel saya di kantor. Beliau bercerita perbedaan anak-anak tunarungu yang bersekolah di SLB swasta dan negeri, beliau juga bercerita tentang pengalaman dan suka-duka beliau dalam mengajar. Sungguh sabar dan mulia sekali. Sungguh harus sangat peka dan cepat tanggap sekali menjadi guru anak-anak spesial seperti beliau. Bahkan saya pun tidak yakin akan mampu.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Peduli dengan pendidikan sama dengan peduli dengan kemajuan bangsa. Do your best to give your best, with all your heart and let God take the rest.

Arlette Setiawan

Paediatric Dentist / @menul

Saya merasa lebih terinspirasi untuk berhubungan dengan anak berkebutuhan khusus, baik itu di kehidupan saya sebagai dokter gigi anak, dosen, maupun peneliti.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Persiapan yang dilakukan untuk KI kali ini adalah membuat video mengenai profesi dokter gigi khusus untuk anak tunarungu, membuat buku tentang dokter gigi dengan huruf braile untuk anak tunanetra (walau ternyata saya tidak mendapatkan kelas tersebut), sedangkan untuk anak tunagrahita saya hanya mempersiapkan permainan-permainan yang berhubungan dengan dokter gigi. Profesi yang saya sisipkan ke media-media yang saya bawakan hanya agar ABK mengenal profesi saya, sehingga mereka merasa nyaman bila nanti harus berhubungan dengan dokter gigi.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Ketika saya di kelas tunarungu, anak-anak sangat berkonsentrasi melihat video pembelajaran saya dan dapat mengimitasikannya dengan sangat baik apa yang mereka dapatkan. Guru-guru SLBN 7 sangat terbuka dan sangat membantu mendampingi saya selama di kelas. Mereka sangat sabar.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Ketika memutuskan mengikuti Kelas Inspirasi, setiap relawan harus benar-benar mendalami 7 sikap dasar KI sehingga kepeduliannya terhadap pendidikan di Indonesia dapat lebih tercermin tanpa pamrih apapun.

Assyifa Sarah Akbari

Musician / @assyifasa

Mixed feelings. Ada rasa kagum pada guru-guru serta anak-anak SLB Negeri 7. Rasa haru, syukur dan tentunya bahagia. Memang judulnya adalah saya sebagai relawan inspirator, tapi sungguh hari itu anak-anaklah yang telah menginspirasi saya.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Saya selalu ikut virmeet dan meeting offline. Belajar bahasa isyarat sampai hal-hal yang berkaitan dengan murid SLB: dos and donts. Latihan "Chicken Dance" untuk opening, dan mengiringi teman-teman inspirator membawakan lagu "Laskar Pelangi". Saya mengganti senar gitar agar lebih aman jika anak-anak SLB 7 nanti ikut mencoba gitar saya.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Anak-anak SD yang saya ajar sungguh luar biasa. Di luar dugaan saya, mereka dapat menyerap materi yang saya sampaikan dengan cukup baik. Satu anak SD kelas 3/4 tunanetra mencoba gitar saya dan mengomentari senar gitar yang katanya kurang tajam πŸ˜‚ dia pandai sekali memainkan gitar. Ada satu lagi anak SD kelas 1 tunagrahita yang masih terus menyanyikan lagu yang dibuat di kelas bersama-sama, bahkan saat jam istirahat ia sampai meminta saya untuk mengulangi lagu yang saya bawakan. Saat evaluasi kami sesama teman inspirator mendapatkan banyak masukan dari guru-guru. Dari guru-guru kami belajar untuk lebih bersabar menghadapi anak-anak.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain. Oleh karena itu, hiduplah untuk berbagi, menebar manfaat dan kebahagiaan. Sekarang saatnya untuk peduli. Jika bukan kita, siapa lagi? πŸ˜‰



Kelas pertama saat hari inspirasi, @ki_jakarta @kelasinspirasi.id di SLB N 7 Jakarta, saya mengajar kelas tunanetra. Saya masuk kelas sambil membunyikan gitar.. Anak-anak kelas itu tersenyum lebar. Lalu satu-persatu mereka meraba gitar saya.. saat saya tanya "hayo tebak ini apa?" "GITAAAAR" jawab mereka. Saya izinkan mereka mencoba gitar saya.. ada 1 anak yg rupanya pandai bermain gitar.. "kak.. ini senarnya kurang tajem nih!" πŸ˜‚ Diapun ikut membantu saya mengiri teman2 kelasnya menyanyikan lagu yang baru saja kami buat bersama2 di Kelas. "Chordsnya cuma D sama A ya.." lalu anak itu dengan cepat mengikuti instruksi saya. # Lain halnya dengan satu anak di kelas tunagrahita.. baru kelas 1 SD tapi sudah bisa memahami konsep simple songwriting yg saya ajarkan di kelas. Memperkenalkan namanya sendiri.. lalu memperkenalkan nama teman2nya dengan melodi dan diiringi alunan gitar. Ia meminta saya untuk terus membawakan lagu itu. Bahkan sampai kelas usai.. saat jam istirahat, anak itu keluar kelas sambil MASIH menyanyikan lagu yang tadi baru dibuat. LUAR BIASA! Kekhawatiran saya sebelumnya langsung hilang saat menyaksikan sendiri kemampuan mereka. Sungguh pengalaman yang tak akan terlupakan.. What a day! Alhamdulillah.. . πŸ“·: @kokoloong & @mariahg203 #kelasinspirasi #kelasinspirasijakarta #kijkt7 #kamirelawankijkt7 #selamanyamenginspirasi #anakindonesiadamaidalamkeberagaman
A post shared by SASA (@assyifasa) on

Atti Sholihah

Chemical Scientist / @attishl

Sangat senang dan terinspirasi juga. Melihat semangat, keceriaan anak-anak, juga ketulusan dan kesabaran guru-guru. Hal tersebut menggugah saya bahwa saya harus selalu bersyukur, semangat, dan berbagi kebahagian juga. Teman-teman inspirator, fasilitator juga sumber inspirasi juga bagaimana dengan totalitas bersama-sama ingin kegiatan hari inspirasi ini berhasil dan sukses. Terharu dan bahagia bisa merasakan kebersamaan ini.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Saya adalah seorang analis kimia, dan KI Jakarta 7 ini merupakan Kelas Inspirasi pertama saya. Mendapatkan tempat berbagi inspirasi dengan anak-anak luar biasa merupakan tantangan juga, yaitu bagaimana supaya bisa menyampaikan semangat profesi kepada anak-anak. Berkonsultasi dengan Kak Lisfah sebagai guru di SLB, mencari informasi dan inspirasi mengenai percobaan kimia yang bisa sampai kepada anak-anak luar biasa.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Momen yang tidak terlupakan adalah saat upacara pengibaran bendera. Saya sangat terharu dan takjub dengan semangat anak-anak. Mulai dari berbaris, para petugas upacara, pengibaran bendera tanpa lagu, sampai pada satu titik bahwa mereka sama seperti anak-anak lainnya. Masa sedang belajar, bermain, bercanda dengan teman, dan melakukan yang terbaik supaya upacara bendera berlangsung.

Guru-gurunya sangat baik, sabar, dan selalu semangat. Sabar mengajari dan menyayangi anak-anak. Sabar diminta tolong oleh saya yang tanpa bantuan mereka tidak bisa secara maksimal menyampaikan inspirasi.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Mungkin banyak profesi kita tidak bersinggungan langsung dengan pendidikan. Kelas Inspirasi merupakan salah satu wadah yang tepat untuk berbagi dan saling menginspirasi. Anak-anak merupakan generasi penerus yang butuh banyak role model positif di tengah banyaknya pemberitaan negatif, supaya kepedulian dan semangat gotong royong sebagai identitas bangsa terus berlanjut dan menular. Kokohnya suatu bangsa tergantung pemudanya.

Ayu Utami

Make Up Artist / @ayuarizia

Super terharu dan bahagia. Boleh diulang lagi ga?

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Saya membawa alat-alat kerja dan cetakan foto. Saya juga belajar isyarat tangan SIBI, termasuk membawakan lagu "Laskar Pelangi" dengan bahasa isyarat.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Di sesi pertama saya mendapatkan kelas anak tunarungu dan saat itu tidak ada guru kelasnya. Akhirnya saya harus menulis sambung dan menggunakan bahasa isyarat yang saya pelajari dadakan selama tiga minggu. Saya cukup banyak meneteskan air mata sepanjang pelaksanaan Hari Inspirasi ini. Saya pun bahagia sekali melihat guru-guru SLB Negeri 7 sangat peduli dengan anak-anak berkebutuhan khusus.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Satu kepedulian yang datang dari setiap pekerja profesional tentang pendidikan mampu membangun sejuta harapan bagi generasi bangsa. Sekarang atau tidak sama sekali.

View this post on Instagram

SLBN 7 dan KELURAHAN BAHAGIA Rasa terikat dengan kalian sudah terlalu melekat. Bahkan.. rasanya hanya ingin terus dekat. Tidak pernah terbayang rasanya berada di satu kelompok besar dalam mengajar. Menjadi panutan bahkan bertahan dalam kegelisahan.. Merangkai kata hanya dengan gerak jemari saja.. hingga perlu teliti agar dapat menyentuh hati. Siapa bilang semua usaha akan sia-sia begitu saja? Mari kuceritakan tentang semua. Tentang kebahagiaan kami di kelompok lima. 21 hari mempersiapkan segala tatap pertemuan.. degup dada, penat kepala hingga riuh tawa. Bila sekian juta kali diulang, rasanya tak pernah hilang. Kata orang, dedikasi itu hanya tentang memberi.. bagaimana jika kita sebut, saling berbagi. Lengan baju telah tersingsing, rupa wajah sudah lagi tak asing.. tanda pengenal bergelayutan penuh sorak sorai, langkah kaki mengetuk dengan ramai. Hai.. banyak wajah tersenyum hari ini, bisa jadi termasuk Ibu Pertiwi. Berkebutuhan spesial tidak jadi penghalang bagi kami untuk saling mengenal.. memberi inspirasi di sekolah literasi. Kami bisa melewatinya, karena bersama. Seseorang diantara kami menampar dengan buah pemikirannya "Siapakah yang normal, jika mereka dapat langsung menerima tanpa pernah bertatap muka. Lalu kita terkungkung atas hasad hati yang terus ada?" .. Lalu, dari mereka kami berkaca.. bahwa bahagia itu tentang menerima Bila jalan masih panjang, jangan lelah untuk berjuang. Karena bisa jadi kamu adalah dunia bagi seseorang _ Bu Lurah Keluarga Bahagia_ #kelasinpirasijakarta #kelasinspirasijakarta7 #kijkt7kelompok5 #SLBN7JAKARTA #AnakIndonesiaDamaiDalamKeberagaman

A post shared by Ayu Arizia Hasan (@ayuarizia) on


Bambang Sumitro

Firefighter / @bams.firerescue51

Luar biasa buat saya, karena pertama kali mengajar anak-anak, pertama kali memberikan inspirasi, serta mendapatkan siswa-siswa yang luar biasa.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Mengikuti perkembangan diskusi teman-teman relawan lewat virmeet (virtual meeting), mempersiapkan materi, bentuk kegiatan belajar mengajar, metode yang digunakan, dan alat-alat pendukung dalam pengenalan profesi pemadam kebakaran.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Saling menghargai satu sama lain, ramah, dan yang tak kalah menariknya adalah berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Guru-guru SLB Negeri 7 juga sangat membantu pada saat saya mendapat pertanyaan dari siswa yang tak bisa saya pahami.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Jika Anda punya mimpi, wujudkanlah dengan berusaha dan berdoa, pasti akan menuai keberhasilan. Berikan yang terbaik agar inspirasi dan cita-cita tertanam dalam ingatan para siswa.

Diah Renata Anggraeni

Tourism Teacher / @renata_anggraeni

Luar biasa! Berada di kelompok yang inspiratornya banyak, jumlah rombel yang besar, dan mengajar di Sekolah Luar Biasa, adalah tantangan tersendiri buat saya. Pokoknya bangga dan haru. Semua campur aduk.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?

Karena kelas yang saya ajar adalah kelas untuk tunarungu dan tunagrahita, maka saya perlu menyesuaikan media pembelajaran sesuai dengan kemampuan mereka. Saya memperkenalkan mereka secara langsung dengan praktek vokasi di hotel, yaitu melipat napkin, membersihkan kaca, dan menghidangkan minuman. Selain itu, saya menyiapkan games berupa kegiatan mewarnai, mencari perbedaan gambar, dan menempel stiker sesuai dengan tema profesi. Khusus untuk kelas tunarungu, selain mempelajari bahasa isyarat, saya juga menggunakan lebih banyak gambar-gambar untuk membantu menjelaskan tentang profesi.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Ketika seorang siswa kelas 5 saya tanyai, "Apa yang harus kamu punya kalau kamu mau kerja di hotel?" Dia menjawab, "Senyum", sambil memperagakan senyumnya yang benar-benar manis. Dia menjawab satu hal yang bahkan mahasiswa saya saja, mungkin tidak memikirkan itu :)

Seorang ibu guru kelas 6 bertanya pada saya, "Apakah memungkinkan siswa-siswa tunagrahita untuk bekerja di dunia pelayanan, seperti hotel?" Maka obrolan kami berlanjut di luar kelas. Saya tahu kekhawatiran beliau akan masa depan siswa-siswanya untuk mencari lapangan kerja ketika dewasa nanti.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Tugas mendidik generasi penerus bukan hanya menjadi tugas guru di sekolah. Keterlibatan kita sebagai profesional adalah memberikan berbagai gambaran pada mereka, bahwa sudah begitu banyak profesi yang bisa dilakukan atau diciptakan. Menjadi satu tantangan tersendiri bagi para inspirator utk bisa 'menularkan virus kebaikan' bagi generasi di bawah kita. Kalau bisa tularkan virus kebaikan SEKARANG, kenapa harus ditunda?


Dini Maulida

Storyteller / @dmaulida94

Saya sangat bersyukur, selama kita hidup, kita harus siap menginspirasi seluruh anak Indonesia.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Persiapan mental seperti kesabaran, ketenangan, dan kenyamanan, karena semua akan berjalan lancar ketika dijalani dengan hati. Persiapan peralatan hanya media boneka yang sehari hari menemani Dongeng Inspiratif.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Setelah upacara pembukaan dan "Chicken Dance", banyak anak-anak tunanetra yang excited dengan boneka yang saya pegang dan mereka pun menyampaikan berbagai pertanyaan. Saya juga sangat terkesan ketika di kelas anak tunagrahita, mereka sangat aktif untuk maju dan belajar memegang boneka sambil memperkenalkan diri dan cita cita mereka. Ada satu anak yang terus mengajak main boneka sampai dia bilang besok saya bawa boneka Elmo untuk main bareng boneka B-A-S (namanya). Guru-guru di SLB Negeri 7 juga asyik-asyik dan hebat.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Kita harus terus peduli terhadap semua anak, jangan membedakan anak yang di sekolah reguler dan SLB. Semua harus mendapatkan inspirasi bagaimana kita mau terus belajar untuk memberikan inspirasi yang positif.

Dita Faisal

TV News Presenter / @ditafaisal_

Saya senang dan sangat tersentuh. Rasa gugup sirna setelah mendapati murid-murid bersikap sopan dan antusias selama di kelas. Hampir semua paham dengan apa profesi saya setelah melihat alat peraga, foto, dan video yang saya tampilkan di perangkat elektronik yang saya bawa.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Saya membekali diri dengan belajar bahasa isyarat (SIBI), menyederhanakan bahasa dalam penyampaian, dan menggunakan alat peraga seperti microfon, tv dan stand yang saya desain khusus untuk adik-adik SLB Negeri 7 Jakarta.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Saya ketemu siswa kelas XII yang spontan bilang, “Wawancara” saat saya masuk kelas. Saya makin tercengang saat Rafi (siswa) mampu menyebutkan, bahwa profesi saya menginformasikan berita seperti KPK, politik, pengadilan, meskipun dengan terbata-bata. Dari siswa SLB itu saya mendengar pesan bahwa mengambil yang bukan hak itu dosa. Rafi menjelaskan soal kasus Ketua DPR yang masuk penjara karena korupsi KTP. Jadi, pesannya jangan korupsi!

Pendampingan guru di setiap kelas banyak membantu saya untuk mengidentifikasi kemampuan dan daya tangkap setiap anak. Sebelum saya ajak bicara dan mempersilakan menggunakan alat peraga, saya bertanya ke guru seberapa besar kemampuannya berinteraksi. Alhamdulillah semua guru sangat membantu mengarahkan murid ketika ada yang mulai gelisah dan sibuk sendiri.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Untuk relawan Kelas Inspirasi, gunakan alat peraga, sederhanakan bahasa, samakan posisi kita layaknya kita berda pada rentang usia yang tak jauh berbeda. Ceritakan profesimu dengan visual.


Dody Kusuma

Photographer / @dodykusuma

Perasaan saya campur aduk antara lepas, terharu, dan bahagia.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Hal yang paling menyita waktu dan pikiran untuk persiapan adalah saat menghafal bahasa isyarat untuk siswa-siswa istimewa ini. Sementara itu, untuk materi ajar saya sesuaikan dengan materi yang paling sederhana, alat fotografi berupa camera, majalah-majalah, dan foto-foto yang akan saya berikan sebagai sample.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Saat berkomunikasi dengan bahasa isyarat dan mereka ternyata bisa mengerti dan sangat antusias dengan materi yg saya berikan. Khususnya anak-anak tunarungu, matanya penuh binar dan semangat yang membuat kita kagum dan bahagia, bahkan sebagian besar dari mereka tertarik untuk jadi fotografer. 😍 Selain itu, guru-guru di sana sangat sabar dan berhati lapang, penuh kasih dan perhatian kepada anak anak.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Indonesia butuh kita, generasi yang penuh semangat untuk berkarya menjadi pribadi yang baik, dan generasi penerus butuh figur yang positif. Mari kita berbagi dengan mereka, untuk mempersiapkan diri mereka dalam menghadapi tantangan masa depan yang semakin berat, demi masa depan yang cemerlang sesuai cita-cita mereka.

Dyresti Nocetha

Journalist / @dyy_resti

Lega, apalagi setelah berhadapan dan berinteraksi langsung dengan anak-anak berkebutuhan khusus yang ternyata memiliki rasa penasaran dan antusiasme yang sangat tinggi untuk menerima hal-hal dan orang-orang baru. Haru, karena dari anak-anak berkebutuhan khusus, saya kembali belajar arti kesabaran dan ketulusan. Anak-anak inilah yang sesungguhnya menginspirasi dan membuka mata hati saya. Dari mereka pulalah saya kembali diingatkan akan rasa syukur. Kebersamaan yang tercipta antara anak-anak berkebutuhan khusus, relawan inspirator, fasilitator, dokumentator, dan para guru, membuat saya bahagia dan bersyukur menjadi bagian dari Kelas Inspirasi ini.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Pertama, mental dan psikis. Saling mendukung dan berdiskusi dengan teman-teman sesama relawan membuat saya merasa “terisi”. Saya juga menyadari pentingnya menanamkan keyakinan kepada diri sendiri bahwa saya bisa melalui Hari Inspirasi dengan baik. Maklum saja, ini pertama kalinya bagi saya berhadapan langsung dengan anak-anak berkebutuhan khusus. Selalu ada yang pertama untuk segalanya, kan? Kedua, menyiapkan bahan ajar. Bahan ajar yang saya gunakan cukup sederhana, yaitu video camera dan microphone yang terbuat dari kardus, yang menurut saya aplikatif dan ramah anak.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Momen yang tidak pernah saya lupa yaitu ketika masuk ke kelas untuk pertama kalinya dan memperkenalkan profesi jurnalis. Kebetulan saya mengajar di tiga kelas tunagrahita dan dua kelas tunanetra. Bahasa tubuh anak-anak yang terlihat haus akan hal-hal baru ini membuat saya bersemangat mengajar. Sebagian besar anak aktif memperhatikan dan mau diajak berinteraksi, bahkan mau diajak maju ke depan kelas untuk melakukan simulasi liputan. Sebisa mungkin saya memperlakukan mereka layaknya anak-anak pada umumnya. Saya menaruh kepercayaan agar mereka berani mencoba tampil di depan kelas, sesekali diselingi dengan lagu untuk memantik suasana hati mereka. Saya arahkan mereka untuk ambil bagian secara bergantian, menjadi reporter, juru kamera, dan narasumber.

Saat beraktivitas di luar kelas, saya mendapati anak-anak berinisiatif menyapa, mengajak berbicara, dan mengajak bersalaman sebelum saya memulainya lebih dulu, tanpa ada rasa curiga. Manis sekali, bukan? Ya, itulah anak-anak berkebutuhan khusus, dengan segala keterbatasan yang mereka miliki, sebenarnya tersimpan pula kelebihan yang menjadikan mereka istimewa. Semoga kelak dengan seiring berjalannya waktu, anak-anak menemukan jalan cita-citanya dan senang melakukan apa yang menjadi pilihannya.

Kesan saya terhadap guru-guru? Wah mereka sabar sekali ya. Saya harus belajar lebih banyak dari mereka dalam mengelola kesabaran.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
“Datanglah, kak. Adik-adik menantikanmu. Bagilah cerita dan pengalaman tentang apa yang telah kakak-kakak kerjakan di bidang masing-masing. Meskipun kecil mereka pasti suka. Bukankah sesuatu yang besar berawal dari hal yang kecil? Bangun kepercayaan adik-adik agar mereka tahu apa yang mau mereka lakukan saat besar nanti” Percayalah, waktu dan tenaga yang kita luangkan untuk ikut Kelas Inspirasi secara langsung maupun tidak langsung akan berdampak terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia.

Eva Faiza Sayida

Product Designer / @eva.fay

Sangat bersyukur, bisa memberikan ilmu yang InsyaAllah bermanfaat untuk perkembangan mereka, dan ketagihan untuk membagi ilmu kembali melalui Kelas Inspirasi.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Persiapan mental dan bahan ajar untuk kelas luar biasa kali ini. Selain itu, mencari sumber informasi dari rekan-rekan yang pernah berinteraksi langsung dengan para anak-anak berkebutuhan khusus.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Menurut saya saat mengajar di kelas, sangat kaget karena mereka semua terlihat normal seperti anak pada umumnya. Yang membuat berbeda mungkin cara mereka mencari perhatian kita, banyak ragamnya. Ada yang menangis, teriak, mendekat dan malu-malu. Karena pada saat menyampaikan profesi desainer produk, saya mengajak mereka untuk belajar melipat, menempel dan mewarnai kemasan. Selain itu memberi inspirasi untuk membuat pembatas buku mereka sendiri. Alhamdulillah mereka semua bisa mengikuti dan tetap fokus sama materi yang saya berikan. Overall, sikap mereka selama di kelas bisa dimaklumi, tidak seperti apa yang sebelumnya dipikirkan.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Ayo bantu anak-anak Indonesia untuk mengembangkan diri beriringan dengan perkembangan jaman, salah satunya dengan memberi inspirasi tentang ragam profesi yang ada di Indonesia, supaya mereka termotivasi untuk mempunyai ragam cita-cita yang akan mereka pelajari sejak dini.


Galih Wahyu Pratama

Digital Marketer / @galihprataa

Speechless. Inspirasi justru banyak datang dari mereka. Mereka guru dan saya murid.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Saya menyesuaikan lesson plan dengan kondisi anak-anak, detail outline lesson plan sangat penting. Saya menggunakan properti ajar dengan warna cerah terkait profesi dan media suara seperti video yang sangat membantu untuk menyampaikan informasi penting kepada anak-anak terutama tunanetra dan tunarungu.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Those kids are heart warming, cute, and sweet. Ketulusan dan keingintahuan mereka menjadi salah satu sumber kekuatan saya saat mengajar. I love them. Guru-guru pun sangat membantu dalam proses menyampaikan informasi. They are supportive and helpful, sehingga informasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh anak-anak.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Education is all about how we empower each other. Berdaya bersama untuk peduli terhadap pendidikan berarti membantu orang lain memperbaiki nasibnya.

View this post on Instagram

Masih inget momen bahagia minggu lalu dan rasanya ga bisa dibeli dengan apa pun. Satu hari mengajar menginspirasi selamanya. • Pertama kali ngajar anak-anak istimewa di depan kelas sebagai pengajar. Deg-degan dan ngebayangin awkward di depan kelas. perasaan itu hilang seketika pas masuk kelas melihat muka & ekspresi mereka yang polos, jenaka, bersemangat, serta ketulusan mereka mau belajar. Kelar ngajar kok rasanya bikin candu. • Bahagia nggak melulu soal punya Mobil Bagus, gadget keren, atau makan di tempat fancy. Bahagia itu simple banget. berbagi ilmu yang Kita punya & melihat senyum mereka itu bahagianya melebihi apa pun. karena sebaik-baiknya Manusia adalah mereka bermanfaat untuk orang lain • Terima kasih banyak @ki_jakarta untuk kesempatannya & terima kasih tak terhingga untuk Warga Kelurahan Bahagia RW 05 πŸ“Έ: @f.a.lens • • #menginspirasiselamanya #KIJKT7 #bestmoment #throwback #throwbackmoment #love #education

A post shared by Galih Pratama (@galihprataa) on


Gita Genia Fatihat

Food Enterpreneur / @gitagenia

Rasanya lega dan bahagia. Jujur, beberapa kali saya merasa melow berhadapan dengan anak-anak.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Pertama siapkan mental, karena ini baru pertama berhadapan dan mengajar secara langsung anak berkebutuhan khusus. Lalu persiapkan beberapa alternatif bahan ajar, mulai dari pakaian memasak, gambar berbagai profesi, dan alat menggambar.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Yang sangat berkesan adalah saat saya sudah berbicara banyak namun tidak ada respon dari anak-anak 😁 Selain itu, saat salah seorang guru bercerita tentang kondisi anak didiknya, beliau berkata jika satu hari anak bisa duduk tenang itu sudah luar biasa. Tidak terbayang bagaimana bila dalam satu hari ada lebih dari satu anak yang tantrum di dalam kelas..

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Pengalaman yang sangat luar biasa. Jangan ragu untuk mencoba, kita pasti mendapatkan lebih banyak inspirasi saat mengikuti program ini.

Hendayana Sinabariba

Film Crew / @hazellnude

Sangat terharu dan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Buat saya anak-anak itu sangat luar biasa.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Tetap menjalin komunikasi dengan rekan-rekan relawan tentang bagaimana cara mengajar anak-anak berkebutuhan khusus, dan juga cari di internet tentang cara praktis mengajar anak-anak tersebut, serta gunakan alat peraga sesederhana mungkin.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Tadinya saya pikir anak berkebutuhan khusus itu tidak bisa merespon apa yang saya ajarkan, Namun ternyata tidak seperti itu, rasanya sangat bangga mereka bisa berinteraksi dengan saya dan memberi respon atas apa yang saya jelaskan mengenai profesi saya sebagai crew broadcast. Guru-guru di SLB itu adalah orang-orang yang sangat luar biasa, penuh kesabaran, komitmen, dan ketulusan hati. Setiap saya bercerita ke anak-anak soal profesi saya, guru-guru membantu menjelaskannya dengan sangat sabar supaya anak-anak bisa mengerti.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Untuk para teman-teman profesional di mana pun Anda berada, mari berbagi cerita dengan anak-anak sekolah, ceritakan seperti apa profesi kita, bagaimana kita bisa menjadi seperti saat ini, supaya anak-anak lebih bersemangat belajar dan punya gambaran seperti apa nantinya jika mereka sudah mencapai cita-cita tersebut. Salam inspirasi! πŸ‘‹

Henry Poerborianto

Air Safety Investigator / @henrybric

Saya merasa senang sekali karena bisa berbagi dengan anak-anak tentang pekerjaan saya dan bertemu dengan banyak orang hebat.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Saya berlatih menulis huruf sambung, serta belajar bahasa isyarat untuk mengajar di kelas tunarungu. Selain itu, saya mencoba untuk mencari cara paling ringan untuk menjelaskan pekerjaan saya dengan sharing ke temen-temen lain.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Melihat senyuman tulus dan manis dari beberapa anak tunagrahita, dan ketika ada ibu guru yang dengan sabarnya mencoba membantu menenangkan anak-anak dan membantu saya menjelaskan beberapa hal di kelas tunarungu.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Sehebat apapun para profesional yang berasal dari Indonesia, jangan pernah lupa bahwa setidaknya kita adalah produk dari pendidikan dasar di Indonesia. Oleh karena itu, mari kita rawat dan majukan bersama pendidikan yang telah membentuk kita, agar nantinya tetap ada penerus yang akan melanjutkan cita-cita dan semangat kita.

Imam Bukhori

Firefighter / @imambukhorirb

Saya sangat terharu, ternyata anak-anak antusias sekali untuk mengikuti kegiatan belajar. Dan saya lebih terharu lagi saat pembacaan puisi oleh salah satu anak tunanetra di upacara penutupan 😭

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Saya ikut belajar bahasa isyarat.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Saat di kelas, anak-anak sangat antusias untuk terus bertanya kepada saya sampai saya sempat kebingungan. Di luar kelas, anak-anak itu selalu ingin bersalaman. Guru-gurunya pun sangat terbuka sekali, bahkan selalu membantu saya saat saya tidak paham bahasa isyarat.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Untuk para profesional lainnya yang akan datang ke SLB, sebaiknya belajar bahasa isyarat dan melakukan improvisasi metode pembelajarannya, supaya anak-anak lebih menangkap apa yang diajarkan.

Ina Sunaiyah

Midwife / @ina.bezna

Saya terharu, bahagia, merasakan cinta kasih dan kebersamaan dari semua pihak, baik relawan, guru-guru, maupun anak-anak. Alhamdulillah banget.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Saya siapkan kekuatan hati dan mental, lalu berpikir apa saja yang cocok untuk disampaikan ke adik-adik terkait profesi saya sebagai bidan, yang tentunya bisa bermanfaat untuk kesehariannya. Saya ajarkan adik-adik untuk cuci tangan sebelum dan sesudah kegiatan, seperti makan, buang air, belajar, dll. Saya berikan pengarahan tentang makanan sehat dan bergizi dengan menu sederhana, seperti tempe, tahu, ikan, sayur, buah-buahan, air putih, dll. Saya juga ajak adik-adik untuk menjaga bayi agar tetap hangat seperti belajar membedong (boneka) bayi secara sederhana, dan belajar menggendong bayi dengan benar. Saya juga mengajarkan mereka cara mendengarkan suara jantung, lengkap dengan mengenalkan alatnya. Di Kelas Inspirasi ini saya menyiapkan berbagai alat, antara lain termometer (untuk cek suhu badan), jam tangan (untuk cek nadi), dopler (untuk cek jantung bayi), stetoskop (untuk cek detak jantung), boneka (simulasi bayi), pernel bedongan bayi, lembar balik makanan sehat, dan tensimeter (untuk cek tekanan darah).

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Semuanya berkesan, tapi ada satu kelas yang bikin saya menangis, yaitu kelas 3 & 4 tunanetra. Saat saya tanya cita-citanya, ada 2 anak kelas 4 yang ingin menjadi ustadzah dan 1 anak ingin menjadi artis seperti Nissa Sabyan, lalu mereka minta saya untuk mendengarkan mereka menyanyikan salah satu lagu Nissa Sabyan, "Ya Habibal Qolbi". Mereka pun menyanyikannya dengan suara yang sangat indah, dengan penghayatan yang mendalam. Saya merinding dibuatnya, dan menangis tanpa saya sadari. Semangat adik-adik untuk terus maju melanjutkan hidup itu amat kuat. 😭 Ditambah lagi saat pembacaan UUD 1945 yang dibawakan oleh seorang adik yang juga berkebutuhan khusus. Dengan keterbatasannya itu, dia masih tetap SEMANGAT.

Sekolah ini bukanya hanya diperuntukkan bagi anak-anak luar biasa, tapi juga guru-gurunya sangat "LUAR BIASA" karena bukanlah hal yang mudah menghadapi anak berkebutuhan khusus. Guru-guru tidak kalah excited dengan anak-anak dalam menunggu kedatangan kita.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Jangan lelah menginspirasi adik-adik, baik yang ada di sekolah reguler maupun yang berkebutuhan khusus, baik di pedalaman maupun di kota. Cuti sehari kita akan selamanya menginspirasi adik-adik semua, ini juga salah satu bekal akhirat kita secara pribadi. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, salah satunya amalan yang tidak akan putus ialah digunakannya ilmu yang bermanfaat, artinya saat kita memiliki ilmu, walau hanya satu kata dan satu kata tersebut kita ajarkan kembali ke orang lain dan digunakan terus oleh orang lain tersebut, maka selama itu juga amalan baik kita bertambah tanpa disengaja.

Iqbal Hardiansyah

Archery Coach / @iqbalhardi

🏹🎯

Iqbal Permana Putra

Architect / @iqbalpermanap

Selesai Hari Inspirasi, saya merasa lebih memiliki meaning dalam hidup bermasyarakat. Dapat berkontribusi membantu anak berkebutuhan khusus yang belum memiliki cita-cita bermimpi menjadi arsitek adalah sebuah achievement tersendiri. Di mana achievement tersebut mampu meng-enlarge their perspective about architect profession. Dan menjadi kebanggaan ketika achievement tersebut dapat digunakan untuk menginspirasi rekan-rekan dari profesi lain untuk melakukan hal yang minimal sama. By doing that, it feels like lighting a candle in the darkness.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
KI Jakarta 7 merupakan event Kelas Inspirasi pertama yang saya ikuti. Ketika melihat pengumuman fasilitator dan inspirator, I am quite surprised, bahwa saya mendapat kesempatan mengajar di SLB Negeri 7, saat itu mulai terbesit keraguan untuk tidak melanjutkan. Apalagi ketika pembagian kelas di kelompok KI mengharuskan saya mengajar di 4 kelas tunarungu. Semakin blur, sketsa di pikiran saya tentang suasana belajar dan mengajar di kelas nanti. Namun kemudian saya berpikir bahwa kesempatan mengajar anak berkebutuhan khusus (ABK) adalah kesempatan yang langka, tidak semua orang mampu melakukan, dan sangat sedikit kelompok yang menjadikan ABK sebagai subjek untuk diinspirasi. Saya berpikir kalau tidak ambil kesempatan ini, mungkin mereka tidak akan mengenal profesi arsitek. Dengan KI kesempatan itu hadir, dan kalau bukan kita, perlu menunggu siapa lagi?

Dengan tekad yang sudah bulat, yang perlu disiapkan kemudian adalah aspek teknis, yaitu materi dan sarana ajar. Saya berpikir materi apa yang paling mencerminkan profesi arsitek dan mudah dicerna oleh siswa/i dan umum, jawabannya adalah gambar denah rumah sederhana. Dari situ saya coba menjabarkan menjadi bentuk denah seperti apa dan bagaimana cara mengajari gambar yang dapat dipahami anak tunarungu. Bentuk denah yang digunakan, sesederhana mungkin namun digunakan pada proyek nyata. Mengajarkan gambar terhadap siswa/i yang jarang atau tidak pernah menggambar denah merupakan hal sulit. Berbekal pengalaman ketika awal masuk jurusan arsitek, saya coba gunakan kertas milimeter block, (kertas khusus gambar teknik bagi pemula yang sudah memiliki ukuran panjang dan lebar dalam worksheetnya) dibantu step per step membuat denah yang saya buatkan dalam slide power point.

Selain menggambar, ada hal lain yang menjadi khas dalam menjalani profesi arsitek, yaitu rasa puas dan bangga ketika bangunan yang dirancang arsitek jadi di bangun dan berdiri nyata. Agar mereka mampu mencicipi sedikit rasa puas itu. Di akhir saya konsepkan kegiatan membangun rumah dari lego. Dan hal itu terbukti, mereka senang dan bangga berhasil membuat rumah dari kumpulan brick lego.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Ketika mengajar, momen paling berkesan adalah ketika mereka menstate cita-cita mereka menjadi arsitek. Di awal kelas ketika saya bertanya cita-cita mereka, semua siswa tidak ada yang mengatakan memiliki cita-cita arsitek, bahkan ada yang belum memiliki cita-cita. Ketika akhir kelas dan diminta mengisi piagam cita-cita, dengan segala keterbatasan fisik mereka, tanpa ragu mereka menulis profesi Arsitek. Di situ saya merasa tersentuh, bahwa keterbatasan fisik bukan menjadi alasan bagi mereka untuk mengejar impian. Dengan melihat keterampilan mereka dalam menggambar denah, ingin rasanya membantu lebih dari sekedar menginspirasi. Bisa dikatakan saya terinspirasi semangat mereka dalam mengejar cita-cita dan apabila ada kesempatan ingin sekali rasanya membantu mereka untuk mewujudkan profesi impian mereka.

Momen berkesan dengan guru, adalah ketika berjabat tangan di akhir kelas. Saat itu saya baru selesai merasakan mengajar kelas ABK dan ketika melihat sosok guru, saya menjadi sadar betapa beratnya tanggung jawab menjadi mereka. Dengan sabar dan pantang menyerah mendidik dan membekali anak berkebutuhan khusus dengan pengetahuan dan keterampilan untuk siap menghadapi tantangan dalam hidup.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Untuk para profesional sadarilah bahwa pendidikan profesi masih sangat kurang diketahui bahkan dipahami oleh anak-anak di Indonesia. Biasanya mereka hanya tahu profesi sang ayah atau profesi tetangga sekitar mereka tinggal. Dan itu yang menjadi cita-cita mereka. Padahal tiap anak berkebutuhan khusus memiliki potensi untuk menjadi seorang ahli dalam berbagai bidang. Semangat mereka dapat dikatakan melebihi kita. Tinggal bagaimana mengarahkan mereka untuk menjadi diri yang mereka cita-citakan.



KI Jakarta 7 merupakan event Kelas Inspirasi pertama yang saya ikuti. Ketika melihat pengumuman inspirator, saya cukup kaget, mendapat kesempatan mengajar di SLB Negeri 7. Saat itu terbesit keinginan untuk tidak melanjutkan. Apalagi ketika pembagian kelas di kelompok KI mengharuskan saya mengajar di 4 kelas tunarungu. Semakin blur, sketsa di pikiran tentang suasana belajar dan mengajar di kelas nanti. Namun, saya berpikir ulang bahwa kesempatan mengajar anak berkebutuhan khusus (ABK) adalah kesempatan yang langka, tidak semua orang mampu melakukan, dan sangat sedikit kelompok yang menjadikan ABK sebagai subjek untuk diinspirasi. Saya berpikir kalau tidak ambil kesempatan ini, mungkin mereka tidak akan mengenal profesi arsitek. Dengan KI kesempatan itu hadir, dan kalau bukan kita, perlu menunggu siapa lagi? . #kelasinspirasijakarta7 #kelasinspirasi @ki_jakarta
A post shared by Iqbal Permana Putra (@iqbalpermanap) on

Irma Latika Noviani

French Teacher / @irma_latika

Setelah tugas selesai di Hari Inspirasi ini, perasaan saya lega, campur haru, campur kagum. Campur aduk.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Awalnya bingung sekali karena saya belum pernah berinteraksi dengan anak-anak berkebutuhan khusus. Lalu akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan gambar dan miniatur tempat wisata di Prancis.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Cukup sulit untuk menjelaskan profesi saya karena anak-anak tidak tahu Prancis itu apa, negara di mana, sama sekali tidak ada gambaran. Hanya di kelas VII akhirnya ada anak yang tahu bahwa yang saya pegang itu gambar menara Eiffel. Yeaaaay!! Guru-guru SLB Negeri 7 itu hebat banget karena sangat sabar sekali. Tegas tapi sabar, lantang tapi lembut. Saya jelas banyak belajar dari guru-guru di sana.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Yuk ikut Kelas Inspirasi (KI) karena di sini banyak ladang pahala. Kapan lagi kita bisa ketemu orang-orang berhati baik, tulus, dan tidak mengejar keuntungan apapun. Ikutlah, karena main bersama anak-anak itu baik untuk me-recharge energi positif di diri kita. Ikutlah, karena dari KI kita bisa menambah banyak teman baru. Ikutlah, karena anak-anak perlu bertemu dengan kalian, supaya cita-cita itu terbentuk di hati mereka. Dengan memiliki cita-cita, mereka jadi lebih semangat belajar. Pendidikan itu bukan hanya tanggung jawab sekolah namun juga tanggung jawab kita semua.

View this post on Instagram

Kelas Inspirasi JAKARTA 7. Banyak yg tanya ke saya "itu apa?" "Dibayar berapa?" "Dapet seritifikat gak buat jenjang karir?" "Kok mau sih repot2 gt?" . . Buat saya sih, kelas inspirasi itu ladang pahala. Bayarannya cicilan masuk surga dari Yg Maha Kuasa. Saya senang karena saya merasa bermanfaat untuk orang lain. Saya senang karena saya suka bertemu dengan orang2 baru & dikelilingi energi positif dr para siswa, guru & relawan lain. K.I mengajarkan saya banyak hal. Meruntuhkan kesombongan, melatih kesabaran, ikhlas sumbangkan tenaga pikiran, dll untuk adik-adik kita. Terutama KI tahun ini, saya ditugaskan di SLBN 7 Jakarta. Saya berusaha sekali tidak menangis karena haru & rasa syukur yg tiada tara (padahal hati mah nyes nyesan & leher rasa tercekat). Saya tidak mau menangis di depan anak2 istimewa tersebut. Seribu kisah dalam 1 hari yg menginspirasi. Dan... Iya, saya yg justru terinspirasi dr tempat istimewa itu. Terimakasih @ki_jakarta 7 Sampai ketemu lagi tahun depan. . . . Photo by : kak @glene_ananta @f.a.lens

A post shared by irma latika (@irma_latika) on


Juita Kartini

Reporter / @juitakartini

Senang sekali karena mendapatkan pengalaman baru dan teman-teman baru. Selama Hari Inspirasi saya juga merasa anak-anak SLB Negeri 7 aktif berpartisipasi dalam sesi yang saya bawakan, dan para guru juga sangat membantu agar proses belajar-mengajar berjalan baik.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Persiapan yang saya lakukan adalah ikut survei, hal ini penting untuk memahami audiens yang akan saya hadapi, terutama karena mereka adalah anak-anak berkebutuhan khusus. Kemudian, saya membuat rencana ajar dan materi (seperti alat peraga) yang sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kemampuan berkomunikasi anak-anak ini.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Di Hari Inspirasi, saya sangat terkesan ketika anak-anak dengan keterbatasan fisik menjadi petugas upacara bendera dan melaksanakannya secara antusias, teratur, dan rapi, seperti normalnya upacara dilakukan. Hal lain yang membuat kagum adalah anak-anak tunanetra di kelas 3 dan 4 sangat update dengan berita-berita terbaru di media massa, ketika sebagian besar anak muda dengan fisik normal justru seringkali ketinggalan berita aktual dan lebih berpotensi terpapar hoax lewat media sosial. Saya juga terkesan dengan bagaimana para guru dapat menerima setiap siswa apa adanya dengan keunikan masing-masing. Para guru juga selalu berusaha memahami latar belakang dari setiap perilaku siswa dan memberikan respon secara personal dalam interaksi dengan siswa.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Pendidikan bukan sekadar pengajaran atau transfer informasi. Pendidikan adalah pemahaman dalam memaknai hidup dan kehidupan melalui pengalaman sehari-hari dan interaksi dengan sebanyak-banyaknya orang, agar kita memiliki pemikiran yang terbuka dan mampu membangun toleransi dalam perbedaan.

Juli Elisa Udayani

Scientist / @elisaudayani

Saya merasa penuh dengan energi positif. Saya merasa semakin setara dengan teman-teman berkebutuhan khusus, jadi tertarik untuk menggalakkan komunikasi SIBI dan braile! Tidak ada rasa merasa lebih beruntung karena semua orang ternyata punya bagiannya dan talentanya masing-masing. Let us empower each other, not pity each other.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Persiapan yang dilakukan antara lain menentukan konsep profesi secara sederhana dan brainstorming metode ajar dengan teman yang berpengalaman dengan anak-anak berkebutuhan khusus. Misalnya, dari profesi scientist/ilmuwan ditentukan konsep profesinya 'mencari/menguji apa sebab kita sakit' atau 'belajar tentang tubuh', lalu saya cari metode yang sesuai dengan anak-anak berkebutuhan khusus. Saya juga persiapkan praktikum sederhana 'Susu Pelangi' dan 'Uji Vitamin C' yang lebih kompleks untuk SMA. Kedua praktikum ini menonjolkan perubahan warna, jadi secara visual cocok bagi teman-teman tunarungu.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Anak-anak tunarungu di kelas ajar tadi baik SMA dan SD tertarik dengan perubahan warna. Selain itu, kelas 1 SD itu anak-anaknya manis, ramah sekali, dan ceria semangat. Baru masuk kelas, saya langsung dikerumuni, disapa dengan lompat-lompat, tawa senyum lebar. Setiap anak senang dan mau diapresiasi.

Hal lain yang berkesan yaitu saat bisa konsultasi dengan kak Lisfah yang berpengalaman dengan anak-anak berkebutuhan khusus. Karena ini pengalaman pertama saya di Kelas Inspirasi dan langsung dapat SLB, mau jelasin profesi ilmuwan juga, saya awalnya sempat stress dan minder. Untungnya Kak Lisfah baik sekali, pertanyaan-pertanyaanku dijawab dengan sabar dan tenang. Bahkan saya suka chat jam 1 pagi, 3 pagi, masih dibalas πŸ˜‚. Darinya saya belajar loyalitas dan totalitas hati melayani.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Daripada mengutuki gelap, ayo kita nyalakan lilin. Kalau setiap orang mulai dari dirinya untuk berbagi buat pendidikan di Indonesia, pasti bangsa kita bertumbuh dan jadi bangsa yang berkarakter kuat.

Khaerunnisa Novitradiska

Fashion Stylist / @missnovitradiska

Senang, bangga, terharu. Senang bisa mendapat kesempatan untuk berbagi ilmu dengan adik-adik, bangga bisa menjadi bagian dari Kelas Inspirasi khususnya kelompok 5! Dan terharu dengan sikap anak-anak yang begitu tulus.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Saya mencoba mengenalkan seperti apa profesi Fashion Stylist melalui media yang mudah dipahami anak-anak yaitu lewat gambar. Jadi saya mempersiapkan gambar berupa situasi saat photoshoot (studio foto, model, baju yang akan dikenakan). Lalu setelah mereka paham, saya mengenalkan bagaimana cara berpakaian yang baik sesuai dengan tempat (misalnya baju olahraga untuk dipakai lapangan olahraga, baju renang untuk dipakai di kolam renang). Saya juga menyiapkan permainan dari kertas berupa bongkar pasang baju dan meminta anak-anak untuk memilih baju yang mereka sukai.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Ketika pengisian piagam cita-cita di kelas yang saya ajar, ada salah satu anak mengisi cita-citanya ingin menjadi model dan ingin tampil di majalah setelah saya memperlihatkan contoh hasil kerja saya di majalah yang saya bawa. Untuk interaksi di luar kelas, ada anak yang melewati depan saya lima kali lalu memegang bahu saya dan bilang ‘jatuh jatuh’, saya yakin maksudnya awas nanti jatuh karena saya sedang bersandar ke tembok pagar, dan anak ini pun mengajak saya masuk ke kelasnya. Lalu, ketika di kelas terakhir untuk anak tunagrahita, setelah saya selesai mengajar, ibu guru berkata ke saya: "Kak Diska, terima kasih sudah mengajar anak-anak ibu. Ibu doakan semua keinginan dan cita cita kamu terkabul. Ibu doakan kamu sukses" Seketika saya tidak kuat menahan haru..

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Apapun profesimu, saya yakin kamu bisa memberikan yang terbaik untuk adik-adik di Kelas Inspirasi. Jangan takut mencoba, eksplor media ajar. Berikan keyakinan untuk adik-adik bahwa dengan belajar bersama kamu, mereka bisa meraih yang mereka cita-citakan, apapun kondisinya. Just remember, no matter how many difficulties to reach the dream, the only matters is: you believe you can.

View this post on Instagram

Rasanya sudah lama sekali saya tidak mengikuti upacara bendera. Memori masa sekolah saya pun terpatri pada saat mengikuti upacara bendera di SLB Negeri 7, pada saat saya mengikuti Kelas Inspirasi Jakarta. Yang membuat saya paling terharu adalah ketika pengibaran bendera Indonesia dalam keheningan (karena petugas upacara adalah anak berkebutuhan khusus) dan lagu Indonesia Raya dinyanyikan setelah bendera dikibarkan. Mungkin seringkali dengan berbagai kegaduhan, kita lupa bagaimana cara mencintai Indonesia. Adik adik ini mengajarkan sekalipun dalam keheningan, cinta itu tidak akan pernah pudar. @ki_jakarta . . . Pict: @f.a.lens #kelasinspirasi #kijakarta7 #kijakarta #anakindonesiadamaidalamkeberagaman

A post shared by Khaerunnisa Novitradiska (@missnovitradiska) on


Lisfatul Fatinah

Special Education Teacher / @fatinahmunir

Seperti naik roller coaster kali yak. Deg-degan di awal, diri sendiri sempet insecure karena banyak relawan lainnya yang belum paham ABK. Tapi setelah itu lega, bahagia, bangga, semakin ingin belajar banyak hal, ingin banyak sharing ke teman-teman lintas profesi dan bikin proyek bersama. Misalnya, mau ngomongin tentang hak-hak disabilitas di ranah hukum bareng Kak Maya dan Kak Vivi, mau ngobrolin tentang olahraga adaptif buat autism bareng Kak Iqbal dan kak Uci, mau sharing tentang IT adaptif bareng rekan-rekan relawan yang jago IT dan kerja di bagian itu. Lalu, ingin balik lagi ke sana buat sharing sama guru-gurunya yang kayaknya butuh juga wawasan dari para relawan inspirator.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Agak bingung sebenarnya bagaimana menjelaskan profesi pendidik anak berkebutuhan khusus ke anak-anak berkebutuhan khusus. Sempat tanya-tanya ke rekan pendidik dan psikolog di tempat mengajar tentang baik atau tidak menjelaskan kondisi kekhususan mereka dan teman-teman mereka ke ABK. Akhirnya, memutuskan untuk memulai mengenalkan profesi saya dengan materi "how to be a good friend" dengan menyisipkan perbedaan-perbedaan teman-teman berdasarkan kekhususan mereka. Surprised banget ternyata anakanak tahu temannya tunarungu, tunanetra, autism, dan tunagrahita, tanpa membahas mereka termasuk yang mana. Dan sempat mengajak anak-anak buat praktik jalan pakai tongkat seperti teman-teman tunanetra dan ngobrol tanpa suara seperti teman-temannya yang tunarungu πŸ˜‡

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Banyak. Anak-anak ini selalu punya cara mengungkapkan cinta dengan cara yang unik dan ini yang bikin menarik. Ada satu murid bernama R* yang selalu senyum sejak kami survei. Dia selalu menyapa terlebih dahulu setiap kali saya ke sekolah, termasuk ketika Hari Inspirasi. Ada Y* dan M* yang sebelum mereka pulang, Yo ke aula buat saliman ke relawan-relawan inspirator padahal sebelumnya dia tantrum. Sementara itu, M* mencari saya saat mau pulang dan menunggu untuk salim, padahal ini pertama kali saya dan M* bertemu. Ada lagi satu anak bernama S*. Tidak bicara, tidak interaksi sama sekali ke saya dan teman-temannya. Tapi saya berusaha untuk terus melibatkan dia saat mengajar. Saat saya minta dia melakukan satu hal, misalnya "tunjuk kartu yang baik" dia bisa tunjuk kartu yang benar. Dan itu bukan pilih-pilih asal, karena saya melakukan itu berkali-kali, dia melakukannya hampir benar semua, dan ini artinya dia menyimak walaupun tidak bisa bicara.

Saat guru-guru tanya tentang media ajar, ini sedih sekaligus bahagia. I know so well bikin media itu susah, apalagi untuk kebutuhan materi yang banyak dalam setahun dan untuk membantu anak-anak yang kemampuannya beda-beda dan khusus. Guru-guru antusias sekali saat melihat media sederhana yang saya bawa dan bisa bikin anak yang aktif sekali bisa fokus ke saya. Sebab itu, ingin sekali balik lagi sambil sharing tentang media mengajar ke guru-guru di sana, sekalian belajar banyak hal lain juga dari guru-guru yang sudah puluhan tahun mengajar.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Jika pendidikan adalah hak setiap manusia, maka mendidik adalah kewajiban bagi setiap yang terdidik. Oleh sebab itu, jangan pernah ragu mengenalkan luasnya pengetahuan melalui profesi kita kepada anak-anak. Kita tidak pernah tahu di titik mana kita akan menginspirasi orang lain, jadi terus melakukan kebaikan adalah satu-satunya cara untuk terus menginspirasi dan di sini kita punya Kelas Inspirasi sebagai salah satu wadah kebaikan itu.

Lulu Rachmania

Food Stylst & Chef / @lulurachma

Luar biasa! Saya semakin tertarik untuk mengajar di sekolah berkebutuhan khusus, khususnya mendemokan makanan-makanan yang sangat dianjurkan untuk anak-anak berkebutuhan khusus.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Saya membuat pancake gluten-free khusus untuk anak-anak berkebutuhan khusus.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Pada saat mengajar saya bertanya apakah ada yang mau memakai topi chef, lalu ada salah satu anak yang langsung mengancungkan tangannya. Dan ketika saya memakaikan topi, dia langsung berteriak "Chef Achmad!" dan berkeliling kelas untuk memberitahukan teman-temannya. Lebih lagi, ada salah satu guru yang meminta saya untuk datang kembali ke sekolah, untuk mengajarkan bahan makanan apa saja yang dianjurkan untuk anak anak berkebutuhan khusus kepada guru gurunya.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Jika suatu saat dapat mengajar di sekolah luar biasa bersyukurlah, karena kamu akan mendapatkan pengalaman yang sangat indah tidak terlupakan ketika berinteraksi dengan anak-anaknya, dan jangan pandang sebelah mata untuk anak-anak berkebutuhan khusus ketika di tempat umum.



. @ki_jakarta ❤ . Setelah mengetahui kalau kelompok saya berkesempatan mengajar di sekolah luar biasa, saya lumayan panik karena belum pernah mengajar dengan anak anak berkebutuhan khusus dan salah satunya adalah akan saya sajikan makanan apa yang sehat untuk mereka? . Akhirnya setelah dua hari melalui percobaan di dapur saya mencoba memberikan makanan pancake gluten free untuk mereka, kenapa? Karena anak anak berkebutuhan khusus sangat disarankan untuk tidak memproduksi makanan yang mengandung gluten, gula, dan susu secara berlebihan. Dan dari resep pancake umumnya banyak yang saya ubah, yaitu pemakaian tepung terigu saya ganti dengan tepung singkong yang sudah difermentasi dan tepung beras, gula saya ganti dengan madu, dan susu saya ganti dengan susu kedelai. Dan diluar dugaan saya kemarin ternyata mereka sangat suka dan sangat percaya diri untuk mencoba menghias pancake dengan kreasi mereka masing masing.❤❤❤❤ . (Semangaat untuk murid muridku tuna rungu dan tuna grahita yang sedang dalam tahap berjuang dan merubah keadaan serta sabar menjadi penyempurna dalam perjuangan) . . πŸ“Έ @f.a.lens πŸ’• #kamirelawankijkt7 #selamanyamenginspirasi #kijkt7 #anakindonesiadamaidalamkeberagaman
A post shared by Lulu Rachmania (@lulurachma) on

Maya Pada

Lawyer / @mayapada_

Senang banget karena saya merasa berguna buat sesama.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Meskipun ini Kelas Inpirasi yang ketiga untuk saya, namun karena ini KI di SLB pertama saya, jadi saya mempersiapkan mental secara khusus untuk bertemu dengan anak-anak yang luar biasa.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Ketika ada anak yang tertarik menjadi seperti saya, karena hal itu jarang sekali atau bahkan tidak pernah sebelumnya.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Lakukanlah semua dengan tulus dan berbanggalah dengan profesimu saat kamu bisa menginspirasi orang lain.

Merta Tristina

Journalist / @mertatristina

Rasanya luar biasa! Senang, terharu, campur semua.. ternyata berinteraksi dengan anak-anak SLB menyenangkan, tidak seperti yang dibayangkan sebelumnya.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Pertama, persiapan mental, saya harus menyiapkan diri supaya tetap semangat bertemu adik-adik yang luar biasa. Lalu, saya kumpulkan gambar, karton, dan bahan ajar yang mudah dipahami.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Karena saya mengajar kelas tunagrahita semua, jadi ada tantangan dalam berkomunikasi dengan mereka. Namun, di balik diamnya ada yang memperhatikan dengan seksama dan sempat bilang "Aku mau deh jadi wartawan." Saya terharu.. Guru-gurunya pun sangat luar biasa. Cara mereka berkomunikasi dan membantu kita menghadapi anak-anak itu keren sekali, memberitahukan kita bahwa setiap anak itu istimewa di tengah keterbatasannya.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Mendidik itu bukan hanya tugas guru. Melalui KI kita bisa berbagi inspirasi dengan generasi penerus bangsa bahwa kita bisa berkarya melalui ragam profesi yang kita jalani.


Muhamad Gusti Pangestu

Social Media Specialist / @pangestugusti

Bahagia banget, karena bisa berbagi dengan anak-anak berkebutuhan khusus. Kelas Inspirasi semakin bikin saya terus berkeinginan untuk memajukan pola pikir generasi penerus bangsa.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Pertama, persiapan mental karena ini pertama kali saya ikut KI dan langsung mengajar di SLB. Kedua, percaya diri, setelah dapet arahan dari teman-teman kelompok yang luar biasa saat berdiskusi. Saya butuh waktu lama untuk menentukan metode ajar yang harus disampaikan untuk siswa SLB dan berkat diskusi yang cukup intense dengan teman-teman yang sama di bidang saya, akhirnya cukup menyampaikan informasi sederhana tentang profesi saya yang bisa dipahami oleh para siswa, seperti game menemukan jalan (maze).

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Momen bahagia saya adalah saat mereka, khususnya anak-anak kelas tunanetra, sangat antusias dengan profesi saya. Ada dua siswa yang bikin saya kagum, mereka memiliki bakat luar biasa di balik keterbatasan yang mereka punya. Salah satunya siswa yang memiliki bakat musik yang hebat, walau tidak bisa melihat, tapi siswa tersebut bisa memainkan alat musik dengan sempurna. Saya bilang, "Nanti coba kamu minta tolong ke ibu guru untuk videoin kamu saat main musik, terus upload ke YouTube biar semua orang di dunia tahu bakat kamu yang luar biasa. Dari situ kamu bisa jadi orang terkenal." Lalu respon siswa tersebut, memeluk saya dan bilang "Kak Gusti nanti bantuin saya jadi YouTuber musik ya, biar saya diundang ke TV-TV Indonesia". Dari situ saya langsung terharu banget dan sempet nge-blank beberapa saat 😭.

Guru kelas VI untuk anak tunanetra terus membantu saya dengan menjadi penerjemah bahasa isyarat agar pesan saya bisa tersampaikan dengan baik kepada siswa. Dari situ siswa jadi antusias dengan profesi saya. Dan berkat bantuan terjemahan ibu guru itu ada dua siswa yang ingin jadi YouTuber / social media specialist.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Jerih payahmu saat bekerja akan jadi lebih bermanfaat ketika kita bisa berbagi dan menginspirasi orang banyak khususnya anak-anak generasi penerus bangsa, karena salah satu tugas pemuda bangsa adalah mencerdaskan kehidupan bangsa untuk Indonesia yang lebih baik lagi. Semoga semakin banyak profesional yang bisa turut menginspirasi anak-anak Indonesia dengan tulus dan ikhlas.

Muhammad Reza Hanjaya

Treasury / @muhammadrezahanjaya

BAHAGIA, bisa mengalami hari ini bersama anak-anak luar biasa ini dan teman-teman yang seru.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Latihan bahasa isyarat sederhana dan mempelajari hal-hal dasar yang harus diketahui untuk menghadapi anak-anak luar biasa. Kalau belajar bareng, lebih mudah ingat dan seru. Materi / lesson plan pun harus disesuaikan dengan keadaan anak-anak.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Beberapa kali saya tidak bisa menahan air mata. Ketika upacara dilakukan anak-anak ini, seolah keterbatasan mereka itu tidak berarti. Cita-cita kita bisa apa saja, tapi tujuan mereka jelas. Ada anak tunanetra yang berkata kepada saya, "Saya mau jadi pemain musik dangdut biar nanti uangnya untuk membangun masjid untuk umat." Guru-gurunya pun luar biasa.. saya tertangkap basah dalam kondisi mata berkaca-kaca. Beberapa tepukan di pundak, sambil bilang, "Nak.. jangan sedih, terus doakan mereka.."

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Kalau kamu masih sering komentar negatif atas perilaku orang lain atau pada keadaan yang tidak bisa kamu terima, just stop it. Yuk ikut kegiatan ini, banyak hal yang bisa buat, waktu kamu jadi lebih bermanfaat buat kamu dan orang lain.



Dimulai bertemu dengan teman2 profesional yg luar biasa. Belajar / beriteraksi dengan lapisan umur yg berbeda, apa yang dipelajari kami bersama adalah "bahasa isyarat" dan pemahaman tentang anak luar biasa. Kenapaa.? Karena dalam 3 minggu setelahnya kami harus memberikan inspirasi kepada anak2 di Sekolah Luar Biasa Negeri 7 Jakarta. Profesi saya mengharuskan saya untuk menjelaskan bagaimana proses uang diciptakan, jujur materi ini saja masih sulit dipahami untuk anak SD apalagi SLB., dan terlebih lagi harus menggunakan bahasa isyarat. Di hari H. Semua kekhawatiran itu sirna.., Hari ini dimulai dari mata ini meneteskan air mata dalam doa dan Allah SWT menolong saya ketika bertemu dengan anak2, guru, dan teman2 baikku disini. Sayapun berhasil memberi pemahaman, di 3 kelas Tuna Rungu dan 1 kelas Tuna Netra. Tp anak2 dan teman2ku ini lebih menginspirasi saya untuk berbuat lebih baik, maju dan tetap bersyukur dengan apa yang ada. Dan sungguh menyenangkan, teman2 disini berinisiatif mengulangi kembali hal positif ini. Kalian sungguh luar biasa..!! respect people, whatever they've done, since we never know, somewhere those will help us. Semoga slogan ini, #anakindonesiadamaidalamkeberagaman Tetap terus ada, sampai mereka dewasa nanti #kelasinspirasi #KIJKT7 #slbnegeri7jakarta #kelurahanbahagia
A post shared by Muhammad Reza Hanjaya (@muhammadrezahanjaya) on

Mutiara Medina Inayati

Medical Doctor / @mumed_

Bersyukur. Bersyukur banget kita dikasih indra yang lengkap, dan sedih karena masih sering mengeluh.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Saya bawa alat-alat yang biasa dipakai dokter untuk role play dan main sama anak-anak saja supaya nantinya mereka tidak panik kalau dibawa berobat ke dokter.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Di dalam kelas, saya terkesan oleh Faruq, anak kelas II tunagrahita. Dia sangat bersemangat dan senang sekali ketika dipinjami stetoskop, keliling sambil pura-pura memeriksa teman-teman dan ibu gurunya.

Di luar kelas, saya menangis ketika Rv*, seorang siswa tunanetra, membacakan puisi. Betapa kita yang indranya lengkap sering tidak bersyukur. Mereka mungkin tidak melihat, tapi mereka mendengar lebih banyak. Mereka mungkin tidak mendengar, tapi mereka melihat lebih teliti. Mereka mungkin tidak berpikir serumit kita, tapi mereka bersikap dengan metode paling primal yang mereka mengerti: tulus tanpa pretensi. Dan jadilah kebalikannya, kita yang belajar lebih banyak dari mereka.

Lebih lagi, guru-guru di SLB Negeri 7 sungguh sabar sekali, ikhlas, dan penuh cinta.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Dengan mengajar di SLB Negeri 7 ini, saya seperti 'dibangunkan' bahwa tidak semua anak seperti kita, ada anak-anak spesial yang juga punya hak untuk tumbuh dan berkembang seperti anak-anak yang lain, dan dibina sesuai potensi mereka masing-masing. Di masyarakat, belum tentu semua anak spesial ini mendapat hak pendidikan karena mungkin dianggap aib oleh keluarga. Semoga semakin banyak SLB yang bisa dibangun untuk menampung anak-anak tersebut. Untuk anak sekolah pada umumnya, semoga kurikulum yang dibuat tidak saklek seperti zaman kita sekolah dulu, dan semoga diperbanyak jam ekstrakurikuler untuk murid dengan bakat dan minat tertentu untuk mengembangkan kemampuannya.

View this post on Instagram

Ini Kelas Inspirasi pertama saya. Pertama kali tahu kalau ditempatkan di SLB Negeri 7, dua pertanyaan di kepala saya adalah, "Kenapa harus di SLB? Apa yang harus saya katakan kalau anak-anak itu bertanya, 'Apakah saya bisa jadi dokter?'" . Kelompok saya juga istimewa. 53 pengajar berbeda profesi, berbeda latar belakang, satu tujuan: menebar kebaikan. Ternyata, satu kesamaan itu saja bisa melebur segala rasa canggung dan perbedaan. Terima kasih, alhamdulillah saya dipertemukan dengan banyak orang-orang baik dan hebat 😊 Kembali ke sekolah. Kebetulan dengan jadwal sedang kurang bersahabat, hampir selangkah lagi dari mengundurkan diri, di suatu pagi selepas jaga malam dapat wangsit untuk berkunjung ke sekolah (makasih banyak bulu @ayuarizia kesayangan akooh), dan baru setelah itu, oke fixx saya ngga akan mundur! Ternyata, di Hari Inspirasi, rencana yang sudah disiapkan hmm, bubar jalan πŸ˜… Nggak semudah yang saya bayangkan, berinteraksi dengan anak tuna grahita dan tuna rungu. Salam hormat buat guru-guru mereka semua, tak cuma sabar, mereka bahkan mengetahui latar belakang masing-masing anak dan kondisi medis yang mereka alami, dan dengan antusias bertanya pada saya. Anak-anak di SLB rupanya memang luar biasa. Mereka mungkin memiliki keterbatasan, tapi mereka tetap punya cita-cita. Semangat, antusiasme, tawa, dan ketulusan mereka pada akhirnya membuat kita yang belajar banyak, bahwa tak semua orang seberuntung kita. Bahwa betapa banyak nikmat yang mungkin sering kita lalaikan, yaitu nikmat diciptakan dengan indera yang lengkap. Betapa seringnya kita lupa bersyukur, kita bisa menjadi apapun yang kita inginkan. Betapa kita sering mengeluh ini-itu, sementara mereka bisa bahagia dengan keterbatasan yang mereka miliki. Adik-adik sayang.. Semoga suatu hari nanti Allah akan gantikan apa yang sekarang tidak kalian miliki. Suatu hari nanti di surga, aamiinn.. (berlanjut di kolom comment) Full video on YouTube: https://youtu.be/8XkMHPqN6_U Cr: @glene_ananta

A post shared by Mutiara Medina (@mumed_) on


Nabila Adhani

Nurse / @forrestheidel

Perasaan saya campur aduk. Terharu, bangga, senang, semua jadi satu. Ternyata bukan hanya saya dan para inspirator saja yang memberikan inspirasi, tetapi juga anak-anak. Saya benar-benar merasa lebih banyak bersyukur dengan semua karunia Tuhan yang telah diberikan kepada saya.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Yang pertama saya siapkan adalah mental. Untuk menghadapi anak anak yang spesial, pastinya dibutuhkan kesabaran yang sangat luar biasa. Awalnya sempet bingung mau menjelaskan dengan media seperti apa, metode ajar yang seperti apa yang akan dijelaskan kepada anak-anak tunagrahita. Dan akhirnya ada beberapa ide bagaimana cara untuk mengenalkan keperawatan secara sederhana kepada anak-anak. Saya mulai belajar bagaimana cara mengajar anak dengan tunagrahita. Lalu, setelah persiapan mental dan melihat beberapa video di YouTube, saya mulai menyiapkan media untuk pembelajaran yaitu properti yang dipakaikan di kepala anak, sehingga anak merasa mereka benar-benar berperan sebagai perawat pada saat itu, dan properti lainnya seperti alat kesehatan (stetoskop), gambar, isi materi yang mudah dipahami, dan alat peraga untuk role play (boneka), dan menggunakan pakaian yang biasa dipakai oleh perawat.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Anak-anak SLB Negeri 7 benar-benar welcome kepada siapapun, walaupun mereka baru kenal dengan orang tersebut. Dan mereka benar-benar menghargai para guru. Saya sangat terkesan ketika saya melihat mereka sedang duduk-duduk dan berkumpul di koridor, lalu saya dan teman-teman lewat beserta dengan guru, mereka langsung merespon dengan berdiri dan mengucapkan salam dengan ramah kepada kami. Selain itu, saya sangat terkesan dengan semangat mereka yang ingin tahu akan segala sesuatu yang baru walaupun mereka memiliki keterbatasan. Untuk para guru di SLB ini, merekalah orang yang benar-benar disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka benar-benar sabar menghadapi anak-anak spesial ini setiap harinya. Saya benar-benar kagum dengan cara mereka menjelaskan dunia kepada anak-anak yang mungkin belum tentu bisa saya lakukan.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Untuk para profesional di Kelas Inspirasi selanjutnya, semoga bisa lebih kreatif dan bisa selalu menginspirasi banyak anak-anak di Indonesia.

View this post on Instagram

Selamat Siang semuanya, jangan lupa bahagia selalu untuk menghadapi hari ya teman teman 😊. . . Sedikit cerita pengalaman saya sewaktu menjadi relawan di #kelasinspirasi kemarin. Pada awalnya ketika ditugaskan ke SLB 07, rasanya campur aduk. Sempat bingung apa yang mau saya sampaikan dan bagaimana cara penyampaian tentang profesi saya kepada adik adik spesial disini. Dan apakah saya mampu memberikan inspirasi kepada mereka? . . Tapi pada akhirnya, kami bisa memberikan inspirasi yg mungkin baru kepada adik adik. Tentang apa itu mimpi, dan kalian pasti bisa meraihnya. Dan bukan cuma saya dan teman teman lainnya yg mengispirasi adik adik, tapi mereka pun juga memberikan inspirasi yg sangat berharga kepada kami. . . Begitu saya masuk ke kelas, sebegitu excited dan bahagianya mereka menyambut saya masuk ke kelas. Dan dari situ saya mengerti, sesimple itu mendapatkan kebahagiaan. Hanya dengan melihat mereka tersenyum dan gembira. . . Untuk adik adik. Semoga kalian bisa terus mengejar mimpi kalian, setinggi mungkin. πŸ˜‰ . . Terimakasih juga buat kakak fotografer kece @f.a.lens yang telah mengabadikan moment yg ngga pernah bisa terbayarkan dengan apapun. Terimakasih @kelasinspirasi.id yang telah mempersatukan saya dalam kelompok yg luar biasa. . . #kelasinspirasi #kelasinspirasi7 #kelurahanbahagia

A post shared by N (@forrestheidel) on


Nadzifah

Air Cargo Safety Auditor & Inspector / @nadzifahz

Bahagia. Bersyukur. Semacam mendapatkan spirit booster 🌷

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Berbekal ilmu dari sharing kak Lisfah, virmeet, pembagian kelas dari rekan-rekan relawan, dan tanya ke teman yang punya kerabat autis, akhirnya menemukan metode game matching untuk penjelasan profesi tentang cargo inspector dan hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan saya untuk anak-anak tunagrahita. Sementara itu, untuk anak-anak tunarungu, karena "kecerdasan akademik"-nya bisa dibilang normal, saya mempersiapkan secara sederhana sebuah pesawat dari stik es krim. Alhamdulillah, all iz well 🌻

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Ketika upacara dimulai, saat itu saya berpikir, "Wow, masya Allah mereka sama seperti anak lainnya dengan cara mereka sendiri yaa.." 😭 Anak-anak tunagrahita dan tunarungu pun sangat disiplin soal kebersihan, misalnya buang sampah pada tempatnya. Berhubung metode ajar saya menghasilkan sampah kertas, mereka tanpa diminta pun langsung membersihkan sampahnya sendiri-sendiri. πŸ’― Dan ada satu lagi yang paling berkesan, yaitu pembacaan puisi oleh Rv* saat upacara penutupan, bikin terharu banget apalagi di bait yang berbunyi, "Apakah dunia ini gelap? Atau saya hanya bisa melihat kegelapan?" 😭

Saat upacara, ucapan pembina upacara yang mengajak para relawan Kelas Inspirasi untuk mau membantu membuka lapangan pekerjaan untuk anak-anak berkebutuhan khusus membuat saya mikir banget. I hope someday I could do that, Pak, insya Allah. Saya juga salut dengan ibu guru kelas 6 tunarungu, yang sangat sabar dengan SIBI-nya sampai rehat minum ketika saya sedang menjelaskan materi saya. Maaf yaa bu, saya ngomongnya terlalu semangat. Ibu luar biasa! 😘

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Mulailah dari hal-hal kecil saja seperti ikut Kelas Inspirasi. KI ini program yang cocok untuk milineal. Sesuai dengan moto KI, "Sekali mengajar, seumur hidup menginspirasi."Ayo, banyak anak Indonesia menantimu bercerita di ruang kelas ❤

Nikita Dewayani

Community Nurse / @nikitadewayani

Perasaannya campur aduk antara bahagia, terharu, syukur, sekaligus terkejut. Bahagia akhirnya bisa merasakan sharing profesi di depan anak-anak sekolah dan Alhamdulillah dikasih adik-adik yang super spesial. Bahagia bisa satu tim dengan para profesional muda dan senior yang mumpuni di bidangnya, dan saya juga jadi belajar banyak profesi baru. Yang jelas, bertambah teman dan jejaring lah. Terharu, melihat kenyataan dunia anak luar biasa di sekolah. Ternyata mereka tak ubahnya kita yang diberi kelebihan fisik dan intelektual, mereka juga mampu menjalankan apa yang bisa kita lakukan, meski dalam batas kemampuan mereka. Yang jelas di mana ada kesempatan untuk mereka mengalami hal baru, berikanlah. Syukur, saya bersyukur dengan apa yang Allah berikan kepada saya. Melihat adik-adik sengan segala keistimewaannya, mencambuk diri ini agar bisa lebih banyak berbagi dan berkarya. Terkejut, jujur saya terkejut melihat kelakukan adik-adik yang spesial ini, kemampuannya yang sama dengan anak normal, dan ketulusannya menyapa kami orang baru.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Saya cari referensi video di YouTube tentang bermain dan belajar bersama anak tunagrahita, pinjam boneka dongeng teman untuk media bercerita, membawa stetoskop untuk mengenalkan mereka bunyi jantung, dan menyiapkan lagu cuci tangan.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Momen paling berkesan adalah saat saya mengajar tunagrahita kelas 5C. Jika di kelas sebelumnya, yang juga tunagrahita, saya mampu mengajak anak-anak terlibat dan mereka mampu mengikuti apa yang saya jelaskan. Namun, di kelas ini berbeda, kelas yang hanya terdiri dari 3 anak spesial ini punya kemauan sendiri. Mereka masing-masing sibuk dengan urusannya. Ada yang maunya menggambar di papan tulis, ada yang maunya nyanyi, ada yang hanya diam memperhatikan temannya sambil sembari ikut tertawa. Saat masuk kelas dan melihat itu, saya langsung meminta saran dari bapak guru apa yang harus saya lakukan supaya mereka mau mengikuti aturan main yang saya buat. Pak guru hanya mengatakan ikuti saja apa mereka mau, mereka memang sulit difokuskan. Alhasil, saya mengajak mereka bernyanyi apa pun yang mereka mau nyanyikan. Tiba-tiba, seorang anak memanggil saya dan meminta saya menulis di papan tulis. Saya bilang mau tulis apa, ia mengatakan Rukun Islam. Ternyata, adik ini memang berasal dari keluarga yang relijius. Saya pun akhirnya menuliskan Rukun Islam diikuti celotehan adik tersebut menyebutkan tiap poin rukun Islam. Dalam hati, kenapa saya jadi mengajar agama yah? :) Alhamdulillah, anak-anak senang dan terlibat aktif, meski terkadang masih sibuk dengan urusannya.

Bapak dan Ibu guru SLB Negeri 7 sangat berperan besar membantu saya mengenal keistimewaan adik-adik ini. Momen berkesan adalah ketika salah satu wali kelas menceritakan pengalamannya mengajar adik-adik istimewa ini. Terkadang mereka harus menahan ego untuk memberikan pengajaran yang semestinya demi untuk membuat membuat anak-anak nyaman dulu dengannya.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Pendidikan adalah modal kehidupan dasar manusia untuk bisa bertahan hidup. Tanpa ilmu kita tak bisa apa-apa dan tak akan pernah jadi apa-apa. Percayalah setiap orang adalah sumber ilmu dan sumber itu harus terus mengalir agar semakin berlimpah dan itu caranya dengan berbagi, sekecil dan sesederhana pun ilmu tersebut.

Norman Gultom

HSE Officer / @norman_gultom

Bersyukur. Dengan segala yang sudah Tuhan kasih, sulit rasanya untuk bilang "enough". Namun kemarin saya diingatkan untuk bersyukur atas segala berkat yang sudah Tuhan kasih. Terutama, Hari Inspirasi kemarin bertepatan dengan hari ulang tahun saya. Kesempatan ini memberikan perspektif yang berbeda dalam menjalani hidup ke depan.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Saya akui persiapan saya minim sekali. Menjelaskan ke anak-anak di SD biasa saja itu biasanya susah. Karena tidak semua mengerti bahwa kecelakaan dapat dicegah. Tahun ini saya dikasih kesempatan untuk menjelaskan ke anak berkebutuhan khusus. Bingung. Tapi untungnya ada ketua yang sangat berpengalaman, jadi akhirnya saya memakai media kertas lipat dan mewarnai gedung, mobil, dan helm.

Kalau di SD biasa, saya menambahkan value tentang cara evakuasi saat terjadi kebakaran, banjir, dan gempa; untuk adik-adik di SLB Negeri 7 Jakarta saya membuat lebih simpel bahwa jika menggunakan motor harus memakai helm.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Saat masuk kelas (terutama tunagrahita), pertama saya pikir "ya ampun mereka sama aja kayak anak-anak lain". Di dalam kelas memang berbeda-beda, ada yang sangat cari perhatian dan sensitif, tapi ada juga yang kalem.

Begitu juga di kelas tunarungu, mereka kebanyakan bisa membaca gerak bibir. Saya dapat satu kelas tunaganda (rungu dan grahita) serta kelas tunarungu yang tidak ada guru pendamping. Di kelas tanpa guru pendamping ini saya benar-benar harus berinteraksi secara kreatif dengan lima anak cantik dengan cara melipat kertas menjadi mobil, pesawat, dan kapal laut.

Pada akhirnya, saya mau bilang bahwa mereka semua pada dasarnya adalah sama-sama manusia, sama seperti kita atau anak-anak lainnya. Lewat adik-adik di SLB Negeri 7 Jakarta, saya jadi paham bahwa saat Tuhan menutup satu pintu, Dia akan membuka pintu lainnya.

Guru-guru di sana lebih luar biasa. Ekstra sabar. I can't imagine betapa besarnya pengabdian mereka.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Awalnya saya sempat mau mundur karena merasa SLB terlalu berat. Tapi kesempatan yang dikasih ini membuat saya sadar, kepedulian (awareness) kita terhadap kebutuhan adik-adik SLB ini masih minim. Pernah terbayang kah kalau ada kenalan kita yang memiliki kebutuhan khusus tapi sumber daya (sekolah/guru/fasilitas) tidak tersedia?

Selain itu, toleransi terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK) mungkin harus ditanamkan ke generasi lebih muda. Karena saya pribadi waktu kecil pasti akan mem-bully ABK yang ada di lingkungan sekitar. Padahal seperti saya katakan, mereka sama seperti kita. Punya perasaaan. Punya semua yang Tuhan kasih. Hanya saja mungkin cara penyampaiannya yang berbeda.

Tapi cara itu tentu bisa kita pelajari bersama-sama.

View this post on Instagram

sebuah kesempatan lain yang Tuhan kasih di hari mengulang tahun [2/3]. • sudah lewat 20 hari, melewati perjalanan kereta bojonegoro, dan sinyal edge selama di kampar. tapi semangatnya masih terasa. • seperti yang saya bilang di post sebelumnya, akhirnya saya mengajukan diri sebagai sekretaris. sebetulnya agak "bunuh diri" sih, karena waktu itu sedang persiapan kegiatan lain di kantor (baca: CIP). tapi nyatanya, dengan segala keringat dan perasaan was-was akhirnya semua notulen dan jadwal ajar bisa jadi. • ((cerita dipercepat ke hari inspirasi)) saya dapat 4 kelas untuk diperkenalkan tentang pekerjaan saya. foto di atas adalah kelas untuk adik-adik tuna rungu. dan saat itu tidak ada guru pengganti. bisa dibayangkan dengan keterbatasan bahasa isyarat di antara kami, tapi cinta lengkapi kita. #apasih • tidak biasanya saya tidak persiapan dengan cukup baik. menjelaskan tentang keselamatan kerja ke anak-anak di sekolah dasar aja biasanya cukup bingung. gak kepikiran cara sederhana apa yang bisa dipakai untuk adik-adik di SLB. saya dapet kelas tuna rungu dan tuna grahita. sampai akhirnya sehari sebelum hari inspirasi, saya kepikiran untuk mencari kertas lipat dan mewarnai gambar. dengan bantuan dan dukungan dari @harapan_daeli dan @henrybric, akhirnya saya bisa membuat metode ajar yang cukup applicable untuk mereka. • lesson learned? persiapan metode ajar yang lebih sederhana sekali untuk adik-adik di SLB. pada dasarnya mereka sama seperti anak-anak lain. dan saya sangat belajar bahwa memang benar saat Tuhan menutup satu pintu, Dia akan membuka pintu yang lainnya. • yang sekarang ada di benak saya: gimana nanti mereka saat seumur saya ya? bisakah mereka mandiri? [maaf untuk caption loncat-loncat ini] • photo credit goes to kakak tante ukhti bersuara emas @f.a.lens #KelasInspirasi #KelasInspirasiJakarta7 #KIJ7

A post shared by Norman Gultom (@norman_gultom) on


Nuari Purwenda

Business Development / @wendapnuari

Saya masih harus banyak belajar bahasa isyarat. Meskipun saya merasa hafal alfabet SIBI, tapi ketika anak-anak tunarungu berkomunikasi dengan gerakan tangan tersebut, saya tidak bisa memahaminya. 😭😭 Di situ saya merasa sedih, karena adik-adik semangat sekali menyampaikannya.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Karena harus menangani anak tunarungu, saya mempersiapkan diri dengan banyak latihan gerakan tangan SIBI, seperti salam dan ungkapan sehari-hari. Saya juga berpikir keras metode ajar apa yang cocok untuk mereka. Jangan sampai mereka malah down dan tidak semangat karena metode ajar yang dibawa tidak sesuai dengan kekhususan mereka.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Ketika mengajar kelas tunanetra, anak-anak sangat aktif dengan kosakata yang lengkap. Sepertinya benar kalau dibilang IQ anak-anak tunanetra itu tinggi. Saat anak-anak saya minta presentasi tentang rencana liburan mereka, mereka bisa menyampaikan barang-barang yang unik yang mau mereka bawa saat liburan, misalnya mau bawa bakso goreng ke Monas. Saya dan guru sampai tertawa lepas.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Mari lebih peduli dengan dunia pendidikan anak. Percayalah bahwa energi yang akan kita dapatkan akan jauh lebih besar dari apa yang kita berikan.

Putri Ariani

Media Planner / @putri.ariani

Sangat bersyukur bisa diberikan kesempatan mengikuti Hari Inspirasi, terlebih lagi ditempatkan di SLB. Ini Kelas Inspirasi pertama saya dan langsung dihadapkan dengan anak-anak luar biasa. Begitu banyak hal yang saya bisa pelajari dari kegiatan ini. Dari adik-adik, saya belajar kesederhanaan, keramahan, sikap menerima, dan rasa syukur. Dari guru, saya belajar tentang kesabaran, bakti, dan dedikasi yang sangat tinggi terhadap profesi. Pengalaman hari ini membuat saya banyak merenung, introspeksi terhadap apa yang sudah lewat dan bersiap untuk yang akan datang.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Persiapannya menghafalkan bahasa isyarat, terutama untuk perkenalan dan penutupan di kelas. Selain itu, saya mempersiapkan juga media ajar untuk menggambarkan pekerjaan saya secara lebih jelas - untuk tunarungu dalam bentuk gambar, untuk tunanetra dalam bentuk audio.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Ketika saya mengajar di kelas 5 dan 6 tunanetra, saya menanyakan kepada anak-anak "Ada yang tahu apa itu media?" Di kelas ini, ada dua anak yang pintar, sebelum ditanya lebih jauh, mereka langsung menyebutkan "Oh tau! Ada media cetak, media digital." Saya terharu sekali karena anak-anak ini belum pernah melihat seperti apa media yang mereka sebutkan itu. Saat upacara penutupan, anak pintar ini membacakan puisi di depan para inspirator. Dia ini juara lomba baca puisi. Puisinya tentang mata, tentang dirinya yang hanya bisa melihat kegelapan. Sedih sekaligus terharu melihatnya.. Membayangkan apa yang harus dihadapi anak ini tanpa mata yang bisa melihat jelas.. membandingkan dengan mata ini yang sudah Tuhan berikan, tapi sering melihat hal yang tidak baik 😒 Jadi bahan refleksi ke diri sendiri.

Saat saya masuk ke kelas pertama di pagi hari, saya bertemu dengan ibu guru untuk kelas tunarungu. Ibu ini sangat ramah dan sangat membantu saya ketika saya menerangkan ke adik-adik. Sebelum kelas dimulai, ibu ini memimpin doa bersama menggunakan bahasa isyarat. Di situ saya benar-benar merasakan pengabdian terhadap profesi yang sangat tinggi. Ibu ini sikapnya juga sangat positif terhadap adik-adik.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Buat profesional di luar sana yang belum pernah mengikuti Kelas Inspirasi, kalian HARUS coba ikut, setidaknya satu kali seumur hidup! Ikut KI bisa mengajarkan kita akan banyak hal, banyak sekali. Untuk para profesional, yang paling penting menurut saya, KI mengajarkan bahwa there is so much more in life, wider than your office desk... Dijamin ikut KI ga akan menyesal, yang ada malah bakal ketagihan :)

View this post on Instagram

Berkesempatan berbagi di SLBN 7 Jakarta lewat Kelas Inspirasi @ki_jakarta merupakan sebuah pengalaman yang sangat priceless. . Pertama kali ikut, langsung dapet adik-adik yang luar biasa. Saat persiapan, rasanya deg-degan banget... profesi sebagai media planner bukan hal yang mudah dijelaskan ke anak-anak, apalagi ke mereka yang tuna rungu dan tuna netra. Akhirnya masuk ke kelas tuna rungu bermodalkan gambar jenis-jenis media, bahasa isyarat SIBI yang baru dipelajari selama kurang lebih 4 hari dan tidak lupa, lipstick merah (iya, fungsinya untuk memudahkan adik-adik tuna rungu dalam membaca gerakan bibir). Untuk yang tuna netra, modalnya cuma story telling dan memperdengarkan contoh tayangan televisi yang disela oleh iklan. Untungnya ada guru yang menemani di setiap kelas, jadi bisa membantu menerangkan ke adik-adik. . Banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari pengalaman ini... pastinya belajar memberikan empati, belajar sabar dan belajar bersyukur. Semoga suatu saat bisa diberikan kesempatan untuk berbagi lagi, karena ternyata bikin ketagihan :) . Dear adik-adik SLBN 7 Jakarta, Tuhan menciptakan kalian sebagai anak yang luar biasa... selalu jalani hidup dengan bahagia ya, doa terbaik untuk adik-adik, semoga Tuhan selalu menjaga kalian 🌹 . . . Captured by @f.a.lens #latepost #kelasinpirasi #kelasinspirasijakarta #teaching #kids #vsco #vscocam

A post shared by Putri Ariani (@putri.ariani) on


Ratnaning Fitroh Endartyana

Naval Engineer / @ratnaendartyana

Malam sebelum Hari Inspirasi saya sempet deg-degan, serasa ikut KI pertama kali dulu. Pertanyaan “Aku bisa nggak yaa nanti? Kan aku biasanya mengandalkan komunikasi verbal, interaktif, ice breaking. Kalau anak-anaknya susah nerima yang aku maksud gimana yaa?” itu yang berputar-putar sepanjang malam.

Namun, di pagi Hari Inspirasi setelah bertemu, berdoa, bertukar kata semangat dengan rekan-rekan relawan lainnya, raguku hilang. Apalagi waktu melihat langsung perjuangan anak-anak tunanetra berjalan menuju kelasnya dan seorang anak yang terbata-bata membaca Undang-Undang Dasar, tamparan itu tiba “Baru dapat tantangan baru begini saja udah ragu,lihat mereka yang seumur hidupnya mungkin akan ditantang oleh hidup itu sendiri!”. Pokoknya momen upacara, "Laskar Pelangi", dan puisi penutupan itu tidak akan saya lupakan seumur hidup, karena lagi-lagi saya belajar tentang syukur.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
To be honest, awalnya saya mau mundur dari KI Jakarta karena masalah kesehatan (vertigo yang menyerang hampir sebulan terakhir). Tapi setelah saya tahu kalau dapat SLB, saya jadi punya suntikan semangat, harus sembuh supaya bisa mengikuti KI kali ini. Persiapan saya tidak banyak, bahan ajar yang biasa dipakai masih bisa untuk anak-anak kelas tunarungu. Setelah kumpul kelompok di Taman Ismail Marzuki, alhamdulillah banyak sharing antar inspirator dan fasilitator, sehingga akhirnya saya memutuskan bikin presentasi ringan sekedar penyelamat kalau nanti saya blank dengan bahasa isyarat yang baru belajar dadakan. Dan ternyata ini memang sangat membantu pas sudah di kelas.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Saya belajar bagaimana harus bersikap adil. Tepatnya di kelas 4 tunarungu, kelas terakhir saya mengajar, awalnya semua terlihat sama seperti kelas 7, 8, 9 yang sebelumnya mampu saya atasi. Namun di sana saya tahu kalau mereka belum cukup mampu membaca tulisan, dan bahasa isyarat pun harus diperjelas berkali-kali. Sampai saat sesi membuat kapal dari origami dimulai, seperti biasa saya memberi contoh lalu membantu mereka yang kesulitan, karena hanya ada 4 siswa maka saya mulai bantu dari sisi kanan berurutan ke kiri. Sampai pada siswa ketiga saya menoleh pada siswa ke empat dan di situ saya drop melihat air mata dalam sunyi dari gadis cantik bernama J*. Saya tanya semampu saya dengan bahasa isyarat “Jasmin kenapa?” Lalu tidak ada jawaban. Sampai Bu Rini menyahut dengan tersenyum “Aku juga mau dibantuin kalau yang lain dibantuin”. Deg! Rasanya kaya lagi ngantuk terus dikagetin. Segera saya bantu Jasmin setelah menyeka air mata polosnya. Dan di situ saya sadar, adil dalam definisiku hanya melakukan yang “sama” untuk mereka, tetapi mungin bukan begitu menurut mereka. Saya seharusnya lebih melihat keadaan sebelum memutuskan memberi bantuan siapa dulu. See.. bukan saya yang menginpirasi,tapi mereka yang menginspirasi saya.

Hampir di semua kelas yang saya masuki, saya sempatkan berbincang dengan guru-guru pendamping. Mulai cerita tentang awal mulai menjadi guru SLB sampai cerita tentang masing-masing anak yang diajarnya setiap hari. Dari semuanya, tidak terlihat rasa menyesal akan pilihannya menjadi guru anak-anak luar biasa. Terbukti dari puluhan tahun sudah mengabdikan dirinya. Angkat topi untuk kesabaran bapak ibu guru mendidik anak-anak, saya tidak yakin mampu jika di posisi mereka. Guru adalah penerang meski bumi ini gelap kata mereka, guru adalah gelombang suara meski kata mereka dunia ini sunyi, dan guru adalah tempat memegang erat saat semua begitu menakutkan kata mereka. Guru adalah kata yang lekat dengan hidupku, guru adalah sosok yang selalu menginspirasiku.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Teman-teman professional, negeri ini perlu kita untuk ikut memajukannya. Dan salah satu hal penting yang perlu dibenahi dari negeri ini adalah pendidikan. Pemerataan pengetahuan, pemerataan fasilitas, pemerataan infrastruktur sekolah sangat penting kita perhatikan untuk perbaikan. Tapi ada satu yang sangat penting adalah pemerataan mimpi anak-anak! Bukankah semua berhak bermimpi menjadi sesuatu dalam hidupnya? Ayo,ajak anak-anak terus punya mimpi, punya cita-cita yang akan diraihnya nanti, hingga datang generasi masa depan yang jauh lebih baik dari kita sekarang. πŸ’ͺ🏻

Septiani Puji Lestari

Health Analyst / @septi.permana

Senang dan jadi banyak bersyukur atas segala hal yang sudah didapat sampai hari ini.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Persiapan mental jadi yang utama karena pertama kali mengajar di SLB. Yang kedua adalah materi ajar, cukup sulit mencarinya, tapi akhirnya H-2 saya mendapatkan materi dan penjelasan yang pas untuk anak-anak dan tidak membahayakan mereka.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Ketika anak-anak mau mencoba sendiri untuk melakukan eksperimen yang sudah saya contohkan dan ketika melihat kesabaran para guru saat menghadapi anak-anak yang mulai merajuk karena bosan di kelas.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Ayo ikut Kelas Inspirasi, bukan hanya karena euforianya semata, melainkan karena memang niat tulus tanpa pamrih untuk membangun pendidikan di Indonesia lebih maju lagi.

Silvie Adistiana Wijaya

Medical Doctor / @silvie.aw

Bahagia! Saya merasa menerima banyak energi positif.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Sesuaikan dengan kekhususan kelas, buat gambar cerita yang menjelaskan profesi, siapkan alat kesehatan untuk role play.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Anak-anak SLB Negeri 7 benar-benar welcome sekali. Mereka sangat bersemangat untuk mencoba semua alat yang saya bawa. Mereka sangat interaktif ketika saya mendongeng profesi. Lalu, ketika saya bilang sayang ke mereka, mereka balas pakai bahasa isyarat. Cute abis πŸ’• Guru-gurunya pun baik sekali, sangat membantu kita. Ketika saya mendongeng di kelas tunarungu, guru kelas tersebut membantu menerjemahkannya dengan bahasa isyarat.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Sering-sering ikut Kelas Inspirasi, gak bakal nyesel.

Sulistyawati Patricia Melati Mangunsong

Psychologist / @patriciamangunsong

πŸ‘©πŸ»

Tarsan Agus Pranomo

Flight Attendant / @tarsanpranomo

Perasaan saya campur aduk kayak gado-gado. Senang, sedih, kagum, semuanya deh. Senang karena saya bisa melaksanakan sesuai dengan apa yang direncanakan. Sedih karena harus berpisah dengan mereka. Kagum dengan antusias mereka yang ternyata mereka itu hebat. Salut banget.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Saat tahu mendapat sekolah SLB, yang pertama kali terpikir adalah mengundurkan diri. Kenapa? Bingung harus seperti apa nanti hari H. Namun semangat rekan-rekan satu grup membuat saya bisa semangat lagi. Lalu saya mulai mempersiapkan bahan ajar yang sekiranya pas dan cocok, seperti alat peraga dan media tulis. Dengan alat peraga, para murid bisa langsung mempraktekkan apa yang mereka lihat dan tahu fungsinya serta kapan boleh digunakan. Alat peraga yang saya gunakan sama seperti yang ada di pesawat (sabuk pengaman, pelampung keselamatan, dan masker oksigen). Dan alhamdulillah para murid bisa paham.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Dimulai dari saat upacara, yang buat sebagian orang adalah hal biasa. Namun saat para murid luar biasa yang menjadi petugas, saya langsung terharu. Saat lagu Indonesia Raya dinyanyikan, sedikit terenyuh, dan sampai akhirnya air mata saya jatuh saat petugas membacakan UUD 45. 😭😭😭😭 Lalu saat di kelas, yang tadinya saya berpikir bahwa mereka itu lemah, ternyata mereka hebat. SALUT untuk guru-guru SLB Negeri 7! Mereka sangat hebat, mereka sabar, mereka kuat, mereka bisa menjadi pahlawan untuk para murid luar biasa.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Jangan pernah lelah untuk terus menginspirasi siapapun dan dimanapun, karena dengan hal sekecil apapun selama kita berbagi, akan sangat berarti untuk setiap manusia.


Tomy Ristanto

TV News Presenter / @tomrist_

Wow! Amazing!! Kelas Inspirasi kali ini tidak hanya membuat saya berusaha menebar inspirasi, tapi juga membuat saya berkontemplasi. Banyak momen yang membuat saya merenung dan "justru saya yang belajar" dari momen ini. Belajar bersabar dalam menghadapi anak-anak, belajar bersyukur, dan belajar semangat pantang menyerah dari anak-anak itu.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Hari Inspirasi saya ini sangat istimewa karena bukan di sekolah biasa tapi di sekolah luar biasa (SLB). Persiapannya pastinya tidak sama dengan saat menginspirasi di sekolah reguler. Beruntung Tim Fasilitator dan Ketua Kelompok memberikan gambaran siapa saja yang akan diajar, sehingga tahu apa saja yang harus disiapkan. Pertama, cara berkomunikasi, belajar bahasa isyarat untuk tunarungu, hingga cara berkomunikasi dengan tunagrahita dan dan tunanetra. Yang kedua, mempersiapkan media pengajaran. Karena yang akan diajar adalah anak-anak spesial, maka alat peraga yang digunakan pun sederhana dan metode yang digunakan pun saya desain sesederhana mungkin. Yang ketiga adalah menyiapkan mental. Karena anak-anak berkebutuhan khusus memiliki karakter khas, kita harus mampu cepat beradaptasi dan memahami kondisinya.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Semua momen yang ada di Kelas Inspirasi di SLB Negeri 7 Jakarta sangat berkesan. Banyak banget, dan semua adalah best moments. Dari mulai saat survei ke sekolah, mereka sudah sangat antusias dan ramah menyambut kita. Dan pada hari inspirasi, melihat ketulusan mereka di kelas, ada anak tunagrahita yang ekspresinya tersenyum ceria selama kelas berlangsung, itu membuat semangat dalam hati semakin membuncah. Ada yang berkali-kali mengajak bergandengan tangan. Ada anak tunanetra yang langsung mengenali saya begitu saya mau memperkenalkan diri. "Ini kakak yang tadi di upacara yaaaaa”. Meraba-raba alat peraga yang saya buat karena mereka tak bisa melihat. Dan saat upacara juga saya tersentak saat beberapa petugas upacara yang memiliki keterbatasan sangat semangat membaca UUD 1945, mengibarkan bendera Merah Putih, memanjatkan do’a dan lainnya. Lalu, ada satu lagi momen tak terlupa, yaitu saat Rv* menyampaikan puisinya. Oh… a thousand words can’t describe my feelings.

Ibu dan Bapak Guru juga sangat membantu selama kelas berlangsung. Di beberapa kelas mereka menjelaskan secara umum satu per satu kondisi siswa. Dan karena mereka pula, kami merasa “secure” di kelas karena ada yang bisa ditanya dan tahu apa yang harus dilakukan saat menemukan kondisi tertentu di kelas.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Apapun profesimu, sempatkan setidaknya satu hari dalam hidupmu untuk menebar kebaikan dan memberi inspirasi. Bayangkan jika ada anak yang termotivasi, memiliki mimpi (cita-cita), dan bisa mewujudkan impiannya.. karena doronganmu.



(19.09.18) . Semangat Pagi Good People... Mana senyumnya untuk menyambut hari penuh berkah ini?? . . Saya mau ceritain nih pengalaman jadi relawan di @ki_jakarta yang ke-7. Kebetulan (atau memang ini sudah digariskan Tuhan) saya ditugaskan di SLB N 7 Jakarta Timur. . . Dengan profesi sebagai Jurnalis/Presenter Berita, sebenarnya penugasan itu cukup membuat bimbang. Apa yang harus saya sampaikan ke anak2 Tuna Netra, Tuna Rungu, hingga Tuna Grahita? Bagaimana caranya? Apa saya bisa? dan sederet pertanyaan lainnya. . . Foto pertama ini dijepret relawan fotografer kece @mak_ren saat saya berada di kelas Tuna Netra. . Baru mulai perkenalan aja hati sudah berkecamuk haru ketika tiba2 seorang anak langsung merespon : "Ini kakak yang tadi di upacara yaa..." saat saya baru selesai mengucap salam dan bertanya apa kabar... (*nasib punya suara yang katanya khas dan bikin gak bisa nyamar) . Selanjutnya adalah momen2 "mbrebes mili" (meski aku tahan2 sih). Sangat menyentuh. . Karena tidak bisa melihat contoh tayangan berita di TV, mereka akhirnya saya ajak "mendengarkan" bersama berita tv. Jangan salah, mereka up date lho berita2 yang sedang jadi headline. Seperti gempa lombok dll. . . Satu persatu mereka meraba-raba microfon, mengenali bagian2nya dan mencoba mengenalkan diri pake mic. Hal yang sama dilakukan pada alat peraga lain yang saya bawa. Gaess...dengan bidang kerjaku yang audio-visual, tentu semua bikin mak nyesss kan... . . Tapi, melihat semangat dan senyum manis adik-adik itu membuat saya tersadar bahwa bukan saya yang menginspirasi tapi justru sayalah yang terinspirasi. Untuk selalu bersabar, bersyukur dan selalu tersenyum.... . . . . *Peluk dan cium sayang untuk kalian dekk... :) . . . . #kijakarta7 #MenginspirasiTerinspirasi #anakindonesiadamaidalamkeberagaman #tomristjourney
A post shared by Tomy Ristanto (@tomrist_) on

Uci Duck Himura

Kids Yoga Teacher / @uciduckhimura

Alhamdulillah masih dikasih bahagia, bersyukur dengan jiwa raga ini bisa berbagi untuk anak-anak dan bersama sekelurahan yang mewek waktu upacara bendera.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Persiapan yang dilakukan dengan mandi teratur, beryoga rutin, meditasi pagi dan malam. Setelah itu baru baca buku dan menyiapkan materi untuk anak-anak dengan metode visual dengan mengumpulkan beberapa gambar, metode auditori dengan mempelajari bahasa isyarat dari YouTube, dan menyiapkan tingsaw dari Tibet.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Ketika mereka bisa mengikuti semua program dengan fokus dan wajah bahagia, serta bu guru pun mendampingi sambil mengikuti. Saya juga sempat ketemu anak-anak di tangga, nyasar di lantai 3 dan 4, lalu ada anak yang bilang "nyasaaaarrr yachhh" dan kami tertawa bersama hahaha. Usai akhir kelas, saya sharing kepada guru-guru mengenai metode pembelajaran dari yoga yang disukai oleh anak dan akan diterapkan di kelas kembali.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Jangan pernah melabeli anak autis itu dengan keterbatasan karena mereka sama seperti anak-anak typical (anak normal lainnya) yang membutuhkan pengetahuan dan ilmu yang bermanfaat untuk kehidupan ke depannya yang lebih mandiri setelah lulus sekolah. Mari berbagi untuk anak-anak, ilmu para professional lainnya tidak akan berhenti saat ini. Berbagilah demi kecemerlangan anak Indonesia yang lebih maju. Peace, love, and light.

Vivi Ulfa Maharani

Policewoman / @viviulfaa

Saya sangat bahagia dan bersyukur bisa berbagi dengan adik-adik SLB Negeri 7 Jakarta. Selain itu saya juga merasa bangga melihat adik-adik yang saling peduli dengan teman sekelasnya, walaupun dirinya sendiri juga mengalami keterbatasan. Mereka juga sangat terbuka dengan lingkungan dan sekitarnya, padahal kita saja masih banyak yang kurang peduli terhadap sesama.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Yang pertama saya siapkan adalah mental, karena ini adalah pengalaman pertama saya mengenalkan profesi saya untuk anak berkebutuhan khusus. Selanjutnya yang saya siapkan adalah materi pengajaran berupa gambar-gambar perilaku umum yang melanggar hukum, antara lain bullying, kekerasan, pelecehan seksual, pencurian, dan perkelahian. Setelah itu saya mengajarkan hal apa yang harus mereka lakukan ketika melihat kejadian seperti itu (menghubungi polisi melalui 110). Selanjutnya saya juga mengenalkan rambu-rambu lalu lintas melalui gambar dan permainan agar mereka bisa memahaminya.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Ketika selesai upacara banyak sekali anak-anak yang langsung memeluk saya dan mereka sangat ingin menjadi seorang polisi. Ketika ada anak yang selesai kelas dengan saya, kembali menemui saya lalu dia bercerita tentang keinginannya, dan meminta saya datang kembali ke sekolahnya. Saat saya mengajar, guru di kelas juga ikut membantu dan saya melihat guru-guru SLB Negeri 7 sangat sabar dalam mendampingi siswa-siswanya.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Mari kita lebih peduli dan berkontribusi untuk memajukan pendidikan di Indonesia dan juga mari kita tanamkan nilai-nilai moral dan keagamaan agar menghasilkan generasi emas yang dapat dibanggakan.

View this post on Instagram

Berhenti melihat mereka dengan sebelah mata, jangan ada lagi batas antara kita dengan mereka. Mereka yang dapat memberi tanpa mengingat dan menerima tanpa melupakan.. Mereka yang saling perduli tanpa memikirkan keterbatasan dirinya sendiri.. Mereka yang mengajarkan bahwa hal terindah didunia ini yang tidak bisa dilihat dan tidak bisa didengar, Tapi bisa kita rasakan... Teruntuk mereka yang terlahir spesial : Jangan pernah menundukkan kepalamu lagi, selalu tegakkan tinggi-tinggi! Dan Yakinlah bahwa kamu Bisa dan memiliki Kesempatan yang sama! πŸ“Έ by : @f.a.lens πŸ™πŸ» #kelasinspirasijakarta7 #kelasinspirasijakarta #slbn7jakarta #kelompok5 #anakindonesiadamaidalamkeberagaman #selamanyamenginspirasi #kamirelawankijkt7 #kijkt7

A post shared by Vivi Ulfa Maharani (@viviulfaa) on


Wakhid Lukas S.

Food Safety Officer / @wakhidlukas

Bangga dan bahagia, bisa berbagi dan mengenal bahasa kasih.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Menghafal bahasa isyarat untuk perkenalan diri, upacara penutupan, dan beberapa istilah terkait profesi saya, serta membuat bahan ajar berupa puzzle gambar tempel dan lembar kerja terkait kesiapan atribut profesi.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Ketika melihat anak-anak tertawa bahagia dan bangga, bisa "menjadi dan berperan" sebagai saya secara profesi, serta ketika melihat kesabaran guru-guru untuk memdampingi dan merapihkan mereka dengan sabar serta penuh kasih.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Kelas Inspirasi merupakan momen berharga dalam hidup kita untuk berbagi dan membangun mimpi anak bangsa sehingga mereka bisa semakin merdeka bercita-cita.


Burhanul Arifin

Relawan Dokumentasi / @arifinulburhan

Senang dan bangga bisa bergabung di Kelas Inspirasi.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Persiapan kamera, cek baterai dan memory card.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Ketika melihat anak-anak senang berinteraksi dengan para inspirator, dengan keterbatasan yang ada, mereka punya prestasi yang luar biasa, serta ketika melihat kesabaran para guru menghadapi murid-muridnya.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Jadilah penyemangat/inspirator yang baik bagi adik-adik kita, karena sekecil apapun kebaikan yang kita tanamkan pasti berbuah hal yang positif dan menambah semangat bagi mereka.

Fitria Agustin

Relawan Dokumentasi / @f.a.lens

Bahagia, terharu, dan semakin semangat untuk berbagi.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Saya persiapkan waktu, kamera, jiwa dan raga.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Ketika saya melihat wajah anak-anak yang sangat excited di setiap kelas, dan saat pembacaan puisi, tak terasa air mata saya keluar sendiri. Guru-gurunya pun tidak ada lelahnya.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Mari kita berikan semangat dan pengetahuan kepada anak-anak Indonesia, bahwa ada beragam pekerjaan yang bisa mereka lakukan di masa depan. Mari kita menginspirasi mereka untuk belajar dan meraih cita-cita.

View this post on Instagram

Ketika menuntun mereka, jangan lupa letakkan tangan mereka di sikut ya, itu pesan salah satu guru saat kami survey ke SLB07. Seperti bapak ini lakukan ya, dengan sabar menuntun. . Melihat anak2 yg menurut gua sangat santun dan bersemangat, guru seperti apa yg sesabar dan setelaten ini mendidik mereka. Inilah mereka guru2 yang gua rasa hatinya dibuat khusus oleh Allah. Dari merapikan pakaian anak2 agar apik saat upacara. Mengecek kembali satu persatu anak, menuntun mereka, sampai menenangkan mereka, ini effort lebih dibandingkan sekolah lain ya... Cerita salah seorang ibu guru, mereka tidak menyesuaikan kurikulum,tetapi setiap anak punya cara pengajaran berbeda. Ada kala dalam 1thn, anak hanya bisa 1 hal baru, itu sudah membuat ibu senang tiada tara. Hmmm...ibu bapak guru, tidak ada kata yg dapat menggambarkan keindahan kalian. Terimakasih telah membuat anak-anak Indonesia ini bersemangat untuk menjadi keren. . . . @ki_jakarta @kelasinspirasi.id . . . . . . #kamirelawankijkt7 #selamanyamenginspirasi #kijkt7 #anakindonesiadamaidalamkeberagaman #kelasinpirasi #momenkelasinspirasi #cintakelasinspirasi #kelasinspirasid #anakindonesiahebat #indonesiankids #damaidalamkeberagaman #inspirephotography #inspirephoto #humaninterestindonesia

A post shared by FA.LENS (@f.a.lens) on


Harapan Buala Daeli

Relawan Dokumentasi / @harapan_daeli

Sangat senang, tidak saya sangka mendapatkan sekolah yang luar biasa hebatnya, dan dari sekian banyak dokumentator, saya mendapatkan kesempatan berharga untuk mengemban tugas dokumentasi di SLB Negeri 7. Senang bisa berbagi dan berinteraksi dengan anak-anak yang berkebutuhan khusus. Dan bakal nagih sih pastinya. Hehehe.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Masuk ke tim project khusus untuk salah satu dari tiga sekolah terpilih adalah suatu kebanggan tersendiri. Saya persiapkan alat-alat untuk mendokumentasikan momen inspirasinya, bahkan saya sampai pinjam beberapa alat supaya hasilnya maksimal. Saya juga dua kali survei ke sekolah sebelum hari H, supaya tidak kaget saat Hari Inspirasi.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Pertama, ketika anak-anak sangat antusias pada saat relawan inspirator masuk ke kelas, dari wajah mereka terlihat sangat bersemangat. Dan di balik kekurangan mereka, mereka tidak mau kalah dari anak-anak normal di luar sana. Applause buat adik-adik tunarungu, mereka tidak kalah pintarnya dengan anak-anak normal di sekolah lain. Rasa ingin tau mereka yang tinggi membuat saya semakin kagum dengan mereka. Mereka tidak peduli kekurangan mereka, yang penting mereka bisa aktif dan belajar.

Kedua, saat upacara penutupan ada salah seorang siswa membacakan sebuah puisi. Itu adalah momen yang sangat "pecah", membuat siapapun yang mendengarnya akan terinspirasi bukan karena merasa kasihan dengan kondisinya, tapi karena isi dan makna puisinya yang dalam. Seketika itu langsung terlintas di kepala saya kata-kata “Bersyukur dengan hidupmu, tidak semua seberuntung dirimu. Jangan suka mengeluh dengan hidup, banyak di luar sana yang ingin hidup seperti yang kamu rasakan saat ini. Dia tidak mengeluh dengan kekurangan dia, justru itu yang membuat dia semakin semangat dan bersyukur menjalani hidup" :”)

Salut dengan guru-guru di SLB yang sudah mengajar bertahun-tahun. Tak terbayang mereka tiap hari berinteraksi dengan adik-adik yang memiliki keterbatasan tapi mereka tetap SABAR untuk mendidik. Bahkan dari cerita salah seorang guru, mereka harus mengulang-ulang terus pelajaran yang diajarkan sampai anak tersebut paham dan mengerti.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Jangan pernah tutup mata dengan kondisi pendidikan di Indonesia. Banyak adik-adik kita yang belum mendapat kesempatan yang sama melihat wawasan yang luas khususnya perihal mau jadi apa mereka nantinya, apalagi adik-adik kita yang kondisi keluarga, lingkungan, sekolah yang tidak mendukung mereka untuk memiliki mimpi yang sama dengan anak-anak yang lainnya. Yuk jangan pernah capek untuk terus mengispirasi. Aksi seperti ini pasti akan melelahkan, akan mengorbankan waktu dan tenaga, tapi justru di situ letak kebahagiaannya karena di saat kita bisa menginspirasi orang lain apalagi adik-adik kita, di situ batin kita akan damai dan tenang. Dan bahkan relawan pun bisa menjadi terinspirasi dari semangat adik-adik kita. Satu yang perlu diingat saat sudah mau hari H, kita di sini semua untuk menginspirasi dan ini adalah aksi sosial. Jadi tolong buang jauh-jauh ego, karena kita di sini berkumpul dari berbagai latar belakang yang berbeda dan dengan satu visi “MENGINSPIRASI ANAK INDONESIA”. Tuhan sudah kasih banyak berkat buat hidup kita, dan justru berkat itu yang harus kita bagi dengan adik-adik kita lewat aksi seperti ini. Karena berbagi tidak sedikitpun akan membuatmu miskin, tapi justru akan membuatmu semakin kaya, dan kaya di sini bukan soal materi tetapi soal ibadah kita kepada sang pencipta. Semakin banyak membagi berkat, kamu akan semakin banyak mendapat berkat. Semangat menginspirasi!!


Glene Ananta Rudhy

Relawan Dokumentasi / @glene_ananta

Terinspirasi.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Mempersiapkan hati saya untuk memdokumentasikan momen-momen.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Saat bertemu dengan anak-anak yang hebat walaupun mereka memiliki keterbatasan.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Anak-anak Indonesia adalah tabungan kita untuk masa depan.



Iyus Ruswandi

Relawan Dokumentasi / @iyus_29

Terharu karena dari sekian kegiatan Kelas Inspirasi yang pernah saya ikuti, di SLB Negeri 7 Jakarta ini saya menemukan hal yang di luar ekspektasi saya sebelumnya. Ketika saya bertanya apa minpi mereka, masya Allah jawabannya luar biasa, dari mulai membangun mesjid, jadi ustadz, sampai jadi guru mengaji. Ini buat saya amazing karena di balik kondisi mereka itu terdapat mimpi yang luar biasa.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Menyimak group chat, dan mempersiapkan perlengkapan untuk dokumentasi.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Ketika saya berada di lantai dasar, ada seorang anak memanggil, merangkul saya, mengajak ke kelasnya minta foto, lihat lagi, minta foto, lihat lagi, sampai saya tanya "Cita cita kamu apa?" Dia jawab, "Pengen seperti kakak, melihat dan mengmbil semua." Saya juga terharu guru-guru mengajarkan nilai-nilai agama yang kuat serta moral yang baik untuk bekal anak-anak. Mereka juga totalitas dengan apa yang dikerjakan. Saya terharu karena bagi mereka tugas guru bukan hanya mendidik saja, tapi juga menjadi orang tua bahkan teman yang baik bagi anak-anak.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Mari ikut terjun dan melibatkan diri dalam dunia pendidikan.

Nunik Lismiyati

Relawan Fasilitator / @nuniklismiyati

πŸ’‍

Khaironi Syahriza Nasution

Relawan Fasilitator / @khyronisyahriza

Setiap ikut Kelas Inspirasi (KI), endorphin kebahagianku bertambah 100%. Semua stress dan bebanku hilang karena antusiasme anak-anak, semangat para relawan, hasil kerja cantik para dokumentator, dan kesabaran rekan-rekan fasilitator. I can't get enough for KI. ❤❤ Too deeply in love with all the activities.

Apa saja persiapan yang dilakukan untuk Hari Inspirasi?
Ini Kelas Inspirasi Jakarta pertama dengan tanggung jawab sebagai fasilitator. Mendengar kabar bahwa saya dapat penugasan di SLB dengan 72 relawan, saya sempat terdiam, "Kenapa kok tugasnya berat banget ya?" πŸ˜‚ Sempat agak down dan mulai panik ketika ada jadwal inspirator yang missed di Hari Inspirasi, tapi tetap meyakinkan diri pasti bisa dan belajar dari partner fasilitator lainnya, pokoknya semuanya harus berjalan dengan lancar. Lalu, semua terbayar ketika tadi ada beberapa inspirator mengucapkan terima kasih, "Makasih kak Onieee sudah bantu diriku. Makasih kak Onieee sudah lari-lari, ingetin, dan bantu kita." Wah, sangat berkesan di hati, sampai mau nangis πŸ˜‚ seperti anak kecil dapat juara 1 lomba mewarnai. Sesederhana itu saya bahagia, berarti kerja kerasku tidak sia-sia. Bahkan anak-anak SLB Negeri 7 pun menyapa saya meskipun saya tidak mengajar mereka.

Apa momen paling berkesan selama Kelas Inspirasi?
Hal yang paling berkesan adalah ketika anak-anak menyapa, antusias menanyakan peranku apa, dan menanyakan, "Kak, kapan ke sini lagi?" Terima kasih juga untuk para guru atas kesempatan yang diberikan kepada semua relawan, termasuk saya, serta atas keramahan dan kesabarannya yang luar biasa. Terima kasih untuk para relawan pengajar atas momennya ketika mereka menginspirasi anak-anak, untuk relawan dokumentasi yang menghasilkan karya cantik, dan untuk relawan fasilitator yang mana saya belajar how the show must go on.

Apa harapan Anda untuk pendidikan Indonesia?
Kita harus ikut Kelas Inspirasi setidaknya sekali dalam seumur hidup. Percayalah bahwa berbuat baik itu tidak perlu sampai mendapatkan plakat dan penghargaan, hanya dengan melihat senyum ceria dan kebahagiaan anak-anak itu sudah merupakan penghargaan tertinggi yang didapat oleh relawan Kelas Inspirasi. Ilmu yang kita bagikan secara sukarela pasti akan selalu melekat di memori anak-anak. Yuk, bantu kami sebarkan 'virus kebaikan' ini, saya yakin kalian tidak akan menyesal terkena 'virus' ini.

View this post on Instagram

"Keep your fears to yourself,but share your inspiration with others" like Robert Louis Stevenson said. The best KI moment I have ever had, even typing this caption I am still in emotional feeling. Terima kasih my team, Kelurahan Bahagia RW 5 a.k.a kelompok 5, I am still amazed and thankfully to God I know and met you all. Para inspirator, kalian sungguh luar biasa, semoga hati dan niat baik kalian dibls Tak terhingga oleh Yang Maha Kuasa❤️😭, sungguh beneran ga nyangka masih bnyk yg peduli dengan anak2 hebat Indonesia. Hari H inspirasi,tugas sebagai fasil yg lebih memantau kegiatan&membantu para inspirator supaya lancar kegiatannya, iseng curi2 waktu memerhatikan para teman inspi yg luar biasa tulusnya menjelaskan profesi mereka ke anak2 "Spesial" . Jujur sempet sedih, hanya bisa memerhatikan dari belakang kelas/luar jendela kelas ketika para inspi dapat membuat seisi kelas meriah dengan senyuman dan antusias😭, I want to feel that moment too but at the same time I feel so happy too ❤️. Bisa liat "scene" terindah,tertulus di depan Mata langsung. Bahagia, temen inspi berhasil membuat anak2 Spesial mengucapkan "aku mau jadi seperti kakak"❤️❤️❤️. Ternyata,jatuh cinta ga melulu tentang "Kamu Dan dia", scene terindah jatuh cinta yg pernah gw liat selain di film yg pernah gw liat, ketika salah Satu anak Spesial meluk seorang inspi dan berkata "kapan lagi kak datang kesini?" 😭. I am triggered guys, seriously I am crying right nowπŸ˜‚. Terima kasih untuk teman2 relawan yg sudah sama2 membuat moment Indah ini bersama untuk anak2 Spesial Kita yg selalu Kita cinta. Sama2 meluangkan waktu belajar bahasa isyarat,mempersiapkan selama 3 minggu untuk acara di Hari H,dan mobile ketika Kita semua sama2 sibuk dengan kerjaan Kita. Terima kasih kakak2 senior fasilku yg sudah bimbing diriku jadi "newbie fasil" dan belajar banyak Hal"how to make the show stunning as always even you have many problem on it ". Sempet ga berharap di tempatkan di SLB,but God has this beautiful plan. Terima kasih atas kesempatan ini❤️. Once again, terima kasih @ki_jakarta jadi healing time for my soul,thanks for the opportunity. #kijkt7 #anakindonesiadalamkeberagaman #kelasinpirasi #nighthoughts #instagram

A post shared by Khaironi Syahriza Nasution (@khyronisyahriza) on


Akhir kata..
Meskipun Kelas Inspirasi ini merupakan kali ketiga saya mengambil bagian sebagai fasilitator, banyak hal baru yang saya dapatkan dari kegiatan kesukarelawanan ini. Sungguh suatu pengalaman yang akan sulit terlupakan karena bercampurnya berbagai perasaan ketika kita bisa berbagi kebahagiaan dengan adik-adik berkebutuhan khusus, serta belajar arti pelayanan tulus dan kesabaran dari guru-guru yang luar biasa. Semoga Tuhan terus menyertai di setiap langkah mereka. Marilah kita senantiasa bersyukur, melakukan segala sesuatu tanpa bersungut-sungut, dan terus berbagi kebaikan dengan sesama. πŸ™πŸ½

Anggriawan Sugianto
Fasilitator #KIJKT7

Kindness is the language which the deaf can hear and the blind can see.