Pindah ke Jababeka

Sudah satu bulan saya tidak membuat tulisan baru di blog ini, bahkan blog ini sempat lenyap dua hari karena saya telat membayar perpanjangan domainnya -_-. Bukannya saya sudah bosan mengurus blog ini, tapi hiatus sebulan ini dikarenakan ketersediaan waktu luang saya yang sedang tidak sejalan dengan mood untuk menulis ^ ^;. Ketidaksinkronan waktu luang dan mood menulis ini mungkin terjadi karena saya sedang beradaptasi dengan lingkungan yang baru, baik lingkungan tempat tinggal maupun tempat bekerja. Ya, sejak 10 Februari lalu, saya resmi tinggal di Jababeka (Cikarang, Bekasi).


Banyak proses adaptasi yang dijalani ketika kita pindah tempat tinggal. Dari Bandung (dan Cimahi) yang udaranya relatif dingin, saya harus menyesuaikan diri dengan Cikarang yang udaranya panas. Dari status sebelumnya sebagai mahasiswa fresh graduate yang bekerja-lepas dengan jam kerja seenaknya yang penting deadline terpenuhi, sekarang menjadi tawanan pegawai suatu perusahaan yang kedatangan, kepulangan, bahkan sampai makanan pun diatur semua. Adaptasi mutlak diperlukan dalam menghadapi perubahan situasi, karena hanya mereka yang mampu beradaptasi lah yang bisa bertahan dari seleksi alam. Kok malah jadi inget genetic algorithm ya... ^ ^:

Tentang Jababeka, tidak ada yang spesial dari kota ini. Jababeka merupakan sebuah kota satelit yang berada di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Di Cikarang sebelah barat ini ada 2 kota satelit, yaitu Jababeka dan Lippo Cikarang. Keduanya terkenal sebagai kota industri karena ada banyak pabrik yang berada di kedua kota tersebut. Bagi orang yang sebelumnya tinggal di kota besar seperti Bandung, kota ini seperti kurang tanda kehidupan.

Sejauh yang saya tau, hanya ada 1 “mall” di Jababeka, yaitu Jababeka Plaza, itupun sekedar pasar modern 1 lantai. Setelah menempuh perjalanan beberapa kilometer dengan angkot nomor 33, sampailah kita di Lippo Cikarang, dengan suasana yang sedikit lebih ada tanda kehidupan. Di sana ada sebuah mall, namanya Mall Lippo Cikarang, sebuah mall 2 lantai yang Anda hanya butuh sekitar 15 menit untuk mengunjungi setiap lokasi yang ada di dalamnya. Sebagai hiasan, di MLC ada bioskop 21 bagi para penikmat film, yang menu sajian filmnya seperti di 21 Ciwalk (bukan XXI Ciwalk). Buat kaum nerd atau geek Bandung yang sering berkunjung di BEC, sayang sekali.. Anda tidak akan menemukan tempat serupa di sini, tapi setidaknya Anda masih bisa menemukan lokasi free hotspot di Jababeka Plaza dan Mall Lippo Cikarang :).

“Pemandangan”? Jelas kalah jauh dibandingkan Bandung yang terkenal sebagai kota kembang :). Fyi, konteks kata “kembang” pada julukan kota Bandung, maksudnya bukanlah bunga tanaman lho, melainkan yang semakna dengan frase “kembang desa”, “kembang kampus”, ... :) Tempat wisata? Teman-teman saya hanya bisa menyebutkan Waterboom Lippo Cikarang -_-'. Angkot di sini pun tidak ada lagi yang beroperasi setelah jam 9 malam. Suasana malam harinya pun sangat sepi, terlihat segerombol anak-anak punk nongkrong di pinggir jalan, yang jelas bukan sedang bakti sosial.

Berhubung saya hanyalah pendatang baru di sini, jika Anda punya informasi menarik tentang kota ini dan sekitarnya, silakan tinggalkan komentar ya.. :-)

Sekian dulu aja deh..

No comments :