Terobsesi Kasih-Nya



Tuhanlah yang tetapkan tiap langkahku
agar tetap di dalam rencana-Mu
yang terindah bagiku

di setiap kesukaran
dan musuh yang membelenggu
ku slalu dapat percaya
pada Allah penyelamatku

tak ingin ku di luar kasih-Mu
slalu berada dekat-Mu, slalu bersama-Mu
Kau jaga dan lindungiku
tak ingin di luar kasih-Mu

(by Joseph S. Djafar)

Lagu lama dari GMB ini asli enak banget didenger. Seringkali gw menemukan pertanyaan dari dalam diri sendiri yang gw ga tau apa jawabnya. Pertanyaan ini biasanya bukanlah yang bisa dicari jawabnya di buku ataupun lewat Google 😝😝. Pertanyaan ini seringkali berkaitan dengan perasaan, yang terkadang memang telah menutup ruang gerak logika gw. “Apa yang gw lakuin ini sudah bener?”, “Apakah dia orang yang tepat?”, “Apakah sekarang waktunya?”, “Apa ini sesuai skenario Yang Di Atas?”, dll. Pertanyaan seperti ini kadang-kadang memang gak terlalu bikin pusing, gak seperti saat memikirkan algoritma yang paling efektif dan efisien untuk memecahkan suatu persoalan 😅. Tapi, pertanyaan seperti itu sering membuat hati gak tenang. Entah sisi melankolik gw yang muncul di saat-saat itu, atau perasaan gw aja yang melebih-lebihkan itu.


Kesusahan sehari biarlah untuk sehari. Gw memang memegang prinsip ini. Tapi, fakta terkadang tidak sesuai teori. Jadi gimana gw ngatasinnya? Let it flow ... Biarlah semua mengalir apa adanya, sambil berharap semuanya akan berjalan sesuai skenario Yang Di Atas. Just do what you should do (and ask the Holy One to guide you). Seperti lagu di atas, gak ingin di luar kasih-Nya, supaya tiap langkah yang gw ambil tetap dalam rencana-Nya.

No comments :